50 Kata-Kata Bahasa Jawa Bijak dan Mendalam, Tentang Tuhan - Petuah Kehidupan

Senin, 29 Maret 2021 14:33 Penulis: Anik Setiyaningrum
50 Kata-Kata Bahasa Jawa Bijak dan Mendalam, Tentang Tuhan - Petuah Kehidupan
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Setiap kebudayaan pasti punya nilai yang bermanfaat bagi kehidupan. Bahasa Jawa misalnya, memiliki tembang atau lagu yang sarat makna. Kata-kata bijak bahasa Jawa pasti bisa ditemukan di sana.

Nilai kerendahan hati, kedekatan dengan Tuhan, atau petuah menjalani kehidupan bisa kalian temukan saat mendengarkan lagu atau puisi bahasa Jawa. Namun, jika sebenarnya tak terlalu memahami bahasa Jawa dan tetap ingin mengambil dan menyebarkan nilai baik itu, langsung saja simak kata-kata bahasa Jawa bijak berikut ini.

 

1. Kata-Kata Bahasa Jawa Bijak Tentang Tuhan

Kedekatan diri dengan Tuhan merupakan urusan masing-masing orang. Beragam agama, tata cara ibadah, dan amalan bisa dipilih sebagai kendaraan menuju Tuhan. Kata-kata bahasa Jawa bijak tentang hal tersebut juga banyak bertebaran dalam obrolan sehari-hari.

Hal itu terjadi karena Jawa sendiri punya nasihat-nasihat mengenai Tuhan dengan makna yang mendalam. Kata-kata bahasa Jawa bijak tentang Tuhan berisi nasihat dan penalaran bagaimana seharusnya manusia menganggap Tuhannya.

Jika kamu tertarik membacanya, langsung saja simak kata-kata bahasa Jawa bijak berikut ini.

1. "Golek sempurnaning urip lahir batin lan kasempurnaning pati." (Mencari kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat).

2. "Adhang-adhang tetese embun, pasrah peparing marang gusti." (Setelah usaha dengan maksimal, kita juga harus pasrah pada Tuhan).

3. "Yen kowe tresna mung amarga rupa, banjur kepiye anggonmu tresna marang gusti kang tanpa rupa?" (Kalau kamu cinta hanya karena wajah, lalu bagaimana kamu mencintai Tuhan yang tanpa rupa?).

4. "Gusti paring mergi kangge tiang ingkang purun ting merginipun." (Tuhan akan memberikan jalan bagi mereka yang mau mengikuti jalan-Nya).

5. "Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti." (Segala sifat keras hati, angkara murka, hanya bisa dikalahkan oleh sikap bijak, sabar, dan lembut).

6. "Sepira gedhene sengsara yen tinampa among dadi coba." (Seberapapun masalah yang besar jika diterima dengan dada lapang dan ikhlas maka hanya menjadi cobaan yang ringan).

7. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan." (Sebaik-baik orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi).

8. "Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran." (Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan).

9. "Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan." (Tuhan itu dekat meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya).

10. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo." (Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan).

11. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah." (Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita).

12. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan." (Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran).

13. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem." (Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama).

14. "Gusti mboten sare." (Allah tidak tidur).

15. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta'aken manungsa!" (Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah Tuhan semesta alam yang telah menciptakan manusia).

 

2. Kata-Kata Bahasa Jawa Bijak Penuh Petuah

Selayaknya kebudayaan lain, orang Jawa juga punya nilai atau pegangan untuk menjalani kehidupan. Kata-kata bahasa Jawa bijak mengenai petuah kehidupan biasanya disampaikan orangtua kepada anak cucunya.

Karena mengandung ajaran baik, kata-kata bahasa Jawa bijak juga bisa dibaca oleh siapa saja, tak harus orang Jawa. Berikut ini merupakan kata-kata bahasa Jawa bijak beserta artinya yang bisa kalian pelajari.

16. "Alam ora bisa dilawan, awu sing semebar iku sejatine berkah gusti kanggo njaga kesuburan bumi Jawa. Mulane ayo pada disyukuri wae." (Alam tidak akan bisa dilawan, abu yang beterbangan adalah berkah dari Tuhan untuk menjaga kesuburan bumi Jawa. Untuk itu mari kita syukuri saja).

17. "Aja dadi kacang kang lali akro uripe." (Jangan menjadi orang yang lupa atas jasa orang lain).

18. "Aja dadi pengecut kaya upil sing umpetan ning ngisor meja." (Jangan jadi pengecut seperti upil yang ngumpet di bawah meja).

19. "Urip iku akeh cobaan. Yen akeh saweran iku jenenge dangdutan." (Hidup itu banyak cobaan. Kalau banyak saweran itu namanya dangdutan).

20. "Kuat lakoni, ora kuat tinggal ngopi." (Jika kuat dijalani, tidak kuat ditinggal ngopi).

21. "Witing tresna jalaran saka kulina. Witing mulya jalaran wani rekasa." (Cinta itu tumbuh karena ada kebiasaan. Kemakmuran timbul karena berani bersusah dahulu)

22. "Wong menang iku wong sing bisa ngasorake priyanggane dhewe." (Orang yang menang adalah orang yang bisa melawan nafsunya sendiri).

23. "Sing wis lunga lalekna, sing durung teko entenana, sing wis ana syukurana." (Yang sudah pergi relakanlah, yang belum datang tunggulah, yang sudah ada syukurilah).

24. "Golek jodho aja mung mburu endhahing warna, pala karma aja ngece-ngeceh banda." (Mencari jodoh itu jangan hanya karena rupa yang menawan, waktu pernikahan jangan hanya menghamburkan harta benda).

25. "Ampun mbedaaken marang lintune." (Jangan membeda-bedakan antara sesama manusia).

26. "Memayu hayuning pribadi: memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana." (Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia).

27. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu,sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu." (Hidup itu terus berjalan,bersamaan dengan waktu,yang bisa membawa tingkah lakumu, biar baik nasibmu).

28. "Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa." (Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa).

29. "Ambeg utomo, andhap asor." (Jadilah yang utama, namun tetap rendah hati).

30. "Alam iki sejatining guru." (Alam adalah guru yang sejati).

 

3. Kata-Kata Bahasa Jawa Bijak Tentang Cinta

Kata-kata bahasa Jawa bijak ini cocok untuk kalian yang sedang jatuh cinta atau sedang mencari hakikat cinta. Membicarakan cinta memang bukan hal mudah, wajar jika kalian merasa sulit memahaminya,

Oleh karena itu, tak ada salahnya jika kalian mulai mempelajari hakikat cinta melalui kata-kata bahasa Jawa bijak berikut ini.

31. "Akeh manungsa ngrasakake tresna, tapi lali lan ora kenal opo iku hakikate tresno." (Banyak orang merakan cinta, tapi lupa dan tidak kenal apa itu hakikat cinta).

32. "Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe." (Banyak cara untuk bahagia, salah satunya melepaskan orang yang menyia-nyiakan kamu).

33. "Nek jenenge sayang kuwi kudune ra nuntut pasangane dinggo" dadi wongliyo" mung mergo kekurangane." (Kalau namanya sayang itu harusnya nggak menuntut pasangannya dipakai "milik orang lain" hanya karena kekuranngannya).

34. "Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen."

(Move on itu bukan berusaha melupakan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya).

35. "Tresno iku ora patokan karo ganteng, ayune rupamu, akehe bondomu, lan opo penggaweanmu." (Cinta itu tidak berpatokan pada ketampanan, cantiknya parasmu, banyaknya hartamu, dan pekerjaanmu).

36. "Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui." (Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama).

37. "Seng paling tak wedeni orep neng dunio udu kelangan koe, tapi wedi nek koe kelangan kebahagiaan ne sampean." (Yang paling kau takutkan dalam dunia ini bukanlah kehilanganmu, tapi aku takut kamu kehilangan kebahagiaanmu).

38. "Saat dewe podo-podo adoh, siji sing kudu koe ngerti, bakal tak jogo tresno iki sampe matek." (Saat jarak memisahkan kita, satu hal yang harus kamu tahu, aku akan menjaga cinta ini sampai mati).

39. "Sak umpamane koe iso ngrasakke kepriye rasane dadi awakku pasti koe ora bakal ngerti opo rasane, sakit lan kecewa." (Misalkan kamu bisa merasakan bagaimana rasanya jadi diriku pasti kamu nggak bakal ngerti apa rasanya, sakit dan kecewa).

40. "Aku ra njaluk luweh, aku nggur njalok ojo lungo nek ati." (Aku nggak minta banyak, aku hanya minta jangan pergi dari hati).

41. "Mergo seng gaene ngekeki cokelat bakal kalah karo seng ngewehi seperangkat alat sholat karo nyanyi lagu akad." (Karena yang sering memberi cokelat akan kalah dengan yang memberi seperangkat alat solat dan nyanyi lagu akad).

42. "Ora penting mikir malam mingguan, seng penting malam lamaran." (Nggak penting mikir malam minggu, yang penting malam lamaran).

43. "Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu.

(Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama).

44. "Koe kuwi koyo bintang, sing indah didelok tapi susah untuk digapai." (Kamu itu seperti bintang, yang indah dilihat tapi susah untuk digapai).

45. "Padahal dee mek konco, tapi angger dee cedak karo wong liyo. Rasane cemburu." (Padahal dia hanya berteman, tapi setiap kali dekat dengan orang lain. Rasanya cemburu).

46. "Iso ae aku ngelalikne koe tapi kenangane kui seng susah dilalekke." (Bisa saja aku melupakan kamu tapi kenangannya itu yang susah dilupakan).

47. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding." (Bisa bersyair tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi).

48. "Kowe lungo nggowo kenangan, kowe teko maneh nggowo undangan." (Kamu pergi membawa kenangan, kamu datang lagi membawa sebuah undangan).

49. "Janji tresnomu gede, nyatane saiki mbok tinggalne." (Janji cintamu besar, kenyataannya sekarang kamu tinggalkan).

50. "Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati." (Harus semangat walau tidak ada yang kasih semangat.)

Nah, itu tadi kata-kata bahasa Jawa bijak yang bisa kalian pelajari. Siapa tahu membawa pengaruh positif bagi kehidupan kalian ke depan.

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI