6 Penyebab Tahi Lalat di Tubuh, Waspadai Ciri dan Jenisnya

Rabu, 13 Januari 2021 12:44 Penulis: Nurul Wahida
6 Penyebab Tahi Lalat di Tubuh, Waspadai Ciri dan Jenisnya
Penyebab tahi lalat (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Tahi lalat hampir dimiliki setiap orang dengan bentuk dan lokasi yang beragam. Misalnya berada pada wajah, tangan, kaki, dada, ataupun area tubuh lainnya. Penyebab tahi lalat di tubuh dapat terjadi karena sel yang disebut melanosit berkumpul dan menggumpal pada permukaan kulit. Hal ini akan membentuk tahi lalat di tubuh dengan ciri dan jenis beragam.

Tahi lalat dapat tumbuh dengan bentuk bervariasi mulai dari bulat, oval, ataupun tidak beraturan. Sedangkan berdasarkan teksturnya, umumnya dijumpai jenis tahi lalat yang datar ataupun menonjol, halus ataupun kasar. Warnanya pun beragam dari yang hitam pekat, coklat, coklat hitam, coklat kemerahan, merah, hingga berwarna ungu. Warna tersebut berasal dari sel melanosit yang merupakan sel penghasil atau pengatur melanin untuk mengatur pigmen warna kulit.

Tahi lalat dapat tumbuh pada area tubuh manapun dan cenderung berukuran kecil yang kebanyakan berdiameter kurang dari ¼ inci. Umumnya tahi lalat muncul pada usia belia dan akan berkembang mengikuti pertumbuhan tubuh. Meski disebabkan oleh sel melanosiit yang berkumpul. Pertumbuhan tahi lalat baru dapat muncul dengan penyebab tertentu baik faktor usia ataupun kondisi medis.

Namun perlu diketahui bahwa beberapa jenis tahi lalat mungkin dapat bersifat kanker kulit melanoma. Hal inilah yang perlu diwaspadai apabila memiliki tahi lalat dengan ciri dan jenis tertentu. Adapun penyebab tahi lalat di tubuh beserta ciri dan jenisnya dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini. Berikut penyebab tahi lalat telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.

1. Paparan Sinar Matahari

Penyebab tahi lalat yang pertama dapat terjadi karena paparan sinar matahari. Melansir dari merdeka.com, paparan sinar matahari dapat memicu pertumbuhan tahi lalat. Sebab ketika sering terpapar sinar matahari dapat menyebabkan kulit lebih banyak memproduksi melanocytes yang menumpuk atau berkumpul. Inilah yang memicu terbentuknya tahi lalat pada pada permukaan kulit.

Sedangkan melansir dari healthline.com, paparan sinar matahari terutama ultraviolet dapat berperan terhadap pembentukan tahi lalat secara alami. Bahkan pada beberapa kejadian, paparan berlebih sinar matahari bisa menyebabkan risiko kanker kulit.

2. Mutasi Genetik

Penyebab tahi lalat selanjutnya dapat terjadi karena mutasi genetik. Mutasi genetik diketahui dapat menjadi kemungkinan tumbuhnya tahi lalat di tubuh. Melansir dari healthline.com, bersumber dari penelitian 2015 melaporkan bahwa mutasi genetik dari gen BRAF berperan terhadap pembentukan tahi lalat. Setidaknya ada sekitar 78 persen pada pertumbuhan tahi lalat jinak berasal dari mutasi genetik gen BRAF.

3. Efek Obat Tertentu

Penyebab tahi lalat selanjutnya dapat terjadi karena efek samping dari jenis obat tertentu. Seperti diketahui sejumlah obat-obatan seringkali dapat menimbulkan efek samping setelah dikonsumsi. Misalnya saja merasakan mual, pusing, berkeringat, ataupun gangguan pencernaan.

Namun ternyata sejenis obat tertentu juga dapat memicu pertumbuhan tahi lalat baru. Melansir dari merdeka.com, beberapa jenis obat seperti antibiotik, hormonal, dan antidepresan bisa berpengaruh terhadap sistem imun tubuh. Ini berdampak pada kondisi kulit yang mudah terpapar sinar matahari. Akibatnya kulit menjadi lebih sensitif hingga memicu pertumbuhan tahi lalat di tubuh.

4. Sel Melanosit Tidak Menyebar

Seperti ulasan sebelumnya penyebab utama tahi lalat karena sel melanosit yang berkumpul atau menumpuk di permukaan kulit. Sebab sel melanosit yang tidak menyebar atau tidak merata hanya pada satu titik permukaan kulit bisa memicu bertumbuhnya tahi lalat. Ketika sel melanosit tidak menyebar, ini dapat membentuk tahi lalat dengan pigmen warna kulit tertentu baik hitam, coklat, hitam kecoklatan ataupun merah coklat. Melansir dari webmd.com, warna tahi lalat akan menjadi lebih gelap apabila terpapar sinar matahari dan pengaruh hormonal.

5. Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga juga memiliki peran terhadap pertumbuhan tahi lalat di tubuh. Melansir dari healthline.com, tahi lalat baru mungkin dapat tumbuh karena faktor riwayat keluarga. Misalnya saja memiliki keluarga dengan riwayat tahi lalat atipikal. Apabila terdapat keluarga dengan tahi lalat atipikal maka risikonya mungkin lebih tinggi terkena melanoma.

Tahi lalat atipikal adalah tahi lalat yang memiliki bentuk tidak beraturan, permukaan kasar bahkan ukurannya lebih besar dibandingkan tahi lalat normal. Tahi lalat jenis ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit melanoma yang diperoleh dari riwayat keluarga.

6. Pengaruh Hormon

Penyebab tahi lalat selanjutnya dapat terjadi karena pengaruhi hormon seseorang. Misalnya saja pada perempuan pengaruh hormon cenderung terjadi pada masa-masa tertentu meliputi menopause, pubertas, ataupun kehamilan. Melansir dari molemap.net.au, pada usia tersebut pengaruh hormonal berperan terhadap pembentukan tahi lalat baru di tubuh dan memicu perkembangan tahi lalat seiring berjalannya waktu.

7. Jenis Tahi Lalat

Setelah memahami beberapa penyebab tahi lalat, penting juga mengenali jenis tahi lalat yang normal ataupun tidak. Ini dilakukan untuk mencegah tingkat risiko lebih lanjut apabila mengalami tahi lalat yang bersifat kanker atau dikenal dengan melanoma. Adapun jenis tahi lalat yang perlu dikenali meliputi:

1. Tahi lalat biasa: tahi lalat biasa adalah tahi lalat yang tumbuh di tubuh dengan warna pigmentasi merata. Tahi lalat tersebut memiliki ciri halus, berbentuk seperti kubah atau bulat, permukaan rata, ukuran kecil tidak berubah, terdiri satu warna saja. Tahi lalat ini bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari ataupun didapat setelah lahir. Tahi lalat biasa diketahui jarang berubah menjadi melanoma atau kanker kulit seperti melansir dari molemap.net.au.

2. Tahi lalat atipikal: tahi lalat ini termasuk tahi lalat yang perlu diwaspadai dan cenderung abnormal. Sebab jenis ini dapat berkembang menjadi melanoma atau bersifat kanker kulit dengan cirinya seperti bentuk tidak beraturan, ukuran lebih besar, warna bervariasi, ataupun permukaan kasar.

3. Tahi lalat bawaan atau kongenital: tahi lalat ini cenderung diperoleh saat lahir atau bawaan. Cirinya memiliki ukuran kecil, bentuk bulat, bisa rata ataupun timbul, dan memiliki variasi warna. Tahi lalat tersebut memiliki risiko dapat berkembang menjadi melanoma. Sehingga perlu mewaspadainya jika menunjukkan ciri atau tanda tahi lalat yang abnormal.

8. Ciri Tahi Lalat Yang Perlu Diwaspadai

Adapun ciri-ciri tahi lalat yang perlu diwaspadai dapat kalian simak melalui ulasan berikut. Beberapa poin di bawah ini mungkin bisa memicu berkembang tahi lalat menjadi melanoma. Berikut ciri tahi lalat yang dapat berkembang menjadi melanoma atau bersifat kanker kulit dilansir dari healthline.com:

- Memiliki bentuk asimetris atau tidak beraturan.

- Warna tahi lalat berubah yakni memiliki banyak campuran warna.

- Ukuran tahi lalat cenderung besar lebih dari ¼ inci.

- Tahi lalat terus berubah ukuran, warna, dan bentuk.

Nah itulah penyebab tahi lalat di tubuh dengan ciri dan jenisnya yang perlu diwaspadai. Konsultasi dan pemeriksaan bisa dipertimbangkan untuk mengatasi tahi lalat yang cenderung abnormal agar mencegah tingkat risiko lebih lanjut.

 

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI