6 Wisata Kuliner Khas Bali yang Lezat, Pastinya Halal

Senin, 29 Juli 2019 02:43 Penulis: Editor KapanLagi.com
6 Wisata Kuliner Khas Bali yang Lezat, Pastinya Halal
Foto : Instagram.com/balifoodies, Diambil 29 Juli 2019


Kapanlagi Plus - Bali menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia yang menjadi favorit wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Bali begitu populer dengan keindahan wisata dan ragam budayanya. Liburan kemanapun pasti nggak akan lengkap kalau belum mencoba kuliner khas daerah tersebut. Sama halnya dengan Bali, liburanmu masih akan terasa kurang jika belum mencicipi kuliner khas Bali. Seperti diketahui, Bali memiliki penduduk yang mayoritas menganut agama Hindu. Sehingga banyak kuliner khas Bali yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi wisatawan yang beragama Islam. Bagi kamu wisatawan muslim jangan takut mencoba masakan di sana, karena Bali juga memiliki banyak kuliner yang lezat dan pastinya halal.

Masakan kuliner di Bali mempunyai rasa yang lezat karena diracik dengan bumbu rempah-rempah yang kuat dan tentunya selalu menggugah selera untuk mencobanya. Jadi, jika kamu berada di Bali jangan lewatkan kesempatan untuk memanjakan lidah dan selera makanmu. Tapi kalau kamu belum tahu beberapa kuliner di Bali yang halal, lebih baik untuk menyimak artikel ini karena akan membahas beberapa makanan halal khas Bali seperti yang telah dilansir Liputan6.com.

 

 

1. Ayam Betutu

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang ayam betutu? Ayam betutu adalah salah satu ikon makanan khas Bali. Menu yang satu ini nggak boleh terlewat dari daftar wisata kuliner yang harus dicoba selama di Bali.  Dengan cita rasa pedas dicampur berbagai rempah, membuat ayam betutu akan menjadi favorit bagi penyuka pedas.

Hal yang unik dari makanan ini adalah bumbu yang dimasukan ke bagian dalam perut ayam kampung. Lantas dagingnya dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang menggunakan bara api sekam yang memakan waktu hingga 24 jam, agar bisa menghasilkan rasa gurih, lembut dan pedas.

Bumbu rempah komplit khas Bali dengan tekstur rasa pedas dijamin bikin kamu ketagihan. Satu paket ayam betutu biasanya dihidangkan bersama dengan sambal matah, kacang dan sayur.

Ayam betutu memiliki harga yang cukup terjangkau dan berbeda. Harga untuk ¼ porsi ayam betutu sebesar Rp 26.000. Sedangkan untuk ½ porsi ayam betutu sebesar Rp 43.500 dan untuk 1 ekor utuh ayam betutu dibandrol Rp 76.500. Sekarang ayam betutu ini sudah menjadi menu wajib yang selalu ada di setiap restoran di Bali, jadi kamu akan mudah menjumpainya.

2. Nasi Jinggo

Nasi Jinggo merupakan salah satu wisata kuliner Bali yang halal. Nasi Jinggo ini merupakan makanan khas Bali yang hampir mirip dengan nasi kucing. Dibungkus dengan daun pisang, nasinya disajikan hanya sekepalan tangan orang dewasa, daging ayam suwir, mie goreng, tempe goreng dan sambal yang pedas.

Kamu bisa menemukan makanan khas Bali satu ini di pinggir-pinggir jalan Bali. Dengan konsep yang murah meriah, kamu bisa menghemat pengeluaranmu selama berwisata ke Bali dengan Nasi Jinggo ini.

Nama nasi jinggo ini didapat dari bahasa Hokkien yang berarti “seribu lima ratus”. Memang pada tahun 1997, ketika nasi ini mulai popular, satu porsi nasi jingo di bandrol dengan harga Rp 1.500, tapi sekarang rata-rata dijual di kisaran Rp 3,000 – Rp 5,000 per porsi.

3. Sate Lilit

Sate lilit mungkin merupakan salah satu makanan khas Bali yang kepopulerannya tak jauh beda dengan ayam betutu. Sate ini dibuat menggunakan daging ayam, daging babi, atau ikan tenggiri. Tentunya buat kamu yang ingin menikmati sate lilit yang halal, kamu bisa memilih sate lilit daging ayam atau ikan tenggiri.

Sedikit berbeda dengan sate pada umumnya yang dagingnya ditusuk, sate lilit justru dibuat dengan cara dililit. Pertama, daging akan dicincang halus terlebih dahulu dan diracik dengan bumbu Bali. Kemudian, di lilitkan di batang daun serai atau tangkai bambu. Rasanya di jamin empuk dan gurih. Terlebih sate lilit menggunakan batang daun serai, kamu akan mencium bau wangi yang sedap.

Sate ini juga sudah banyak dijual di restoran atau rumah makan di Bali. Untuk menikmati sate lilit ini, kamu perlu merogoh kantong sekitar Rp 27.000/porsi.

4. Rujak Kuah Pindang

Mungkin biasanya kamu menjumpai rujak dengan sambal gula merah yang melipah dengan irisan buah-buahan, maka kamu akan menjumpai penampilan berbeda rujak kuah pindang khas Bali.

Seperti namanya, rujak kuah pindang ini memiliki kuah yang diolah dari ikan pindang yang direbus  dan dicampur dengan gula merah atau pasir serta terasi. Kamu nggak perlu khawatir dengan rasa kuahnya, meskipun diolah dari rebusan ikan pindang, kuah ini sama sekali tidak amis karena terdapat daun salam dan serai saat merebus ikan pindangnya.

Rujak kuah pindang merupakan makanan khas Bali yang terbuat dari irisan mangga muda dengan kuah yang sangat pedas. Tentu saja kamu juga bisa menikmati rujak kuah pindang dengan berbagai macam buah lainnya seperti bengkuang, kedondong, serta rumput laut. Di Bali, rujak rumput laut yang menggunakan bumbu kuah pindang ini dikenal dengan nama Rujak Bulung

Rujak kuah pindang cukup mudah ditemui di warung-warung yang ada di Bali, harganya pun cukup terjangkau hanya dengan Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per porsi, kamu sudah bisa menikmati rujak kuah pindang yang unik ini.

5. Lawar Kuwir

Lawar merupakan makanan khas Bali yang terbuat dari sayur-sayuran seperti kacang panjang, nangka, dan parutan kelapa yang nantinya akan dicampurkan dengan bumbu khas bali. Biasanya lawar menjadi teman setia segala lauk pauk khas Bali.

Memang pada umumnya lawar diolah dengan menggunakan campuran daging babi dan arah binatang atau yang biasa disebut Lawar Merah. Namun sekarang, banyak yang menggunakan bebek sebagai daging alternatif yang di favoritkan oleh masyarakat Bali. Biasanya daging bebek yang sudah dicincang akan dicampur dengan potongan sayur kacang panjang dan parutan kelapa serta dilumuri bumbu Bali.

Jadi, para wisatawan muslim tetap bisa menikmati kuliner lawar ini secara halal. Lawar halal biasa disebut dengan Lawar Putih atau Lawar Kuwir karena tidak menggunakan darah binatang dan daging babi. Jika kamu ingin memesan makan ini, alangkah lebih baik tanyakan dulu kepada penjualnya untuk memastikan tidak ada daging babi yang digunakan.

Lawar kuwir ini akan lebih nikmat jika disantap dengan nasi putih hangat bersama sate lilit, kacang tanah, suwiran ayam betutu, dan semangkok sayur batang pisang.Untuk mencicipi nasi khas Bali ini, kamu nggak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak. Biasanya, seporsi nasi lawar kuwir, bisa diperoleh dengan harga berkisar antara Rp 12.000 sampai Rp20.000 per porsi.

6. Nasi Campur Ayam Bali

Nasi campur ayam Bali adalah makanan khas Bali yang dibuat dari nasi putih, sate lilit, kacang goreng, lawar, pepes ikan, ayam sisit, sayur urap, telur, udang bumbu bali, sayur batang pisang dan sambel spesial khas Bali yaitu sambal matah. Sambal Matah sendiri adalah sambal yang dibuat dari potongan cabe rawit merah yang diberi garam lalu digoreng dengan minyak sayur sehingga menghasilkan cabai yang tampak layu, namun terasa segar saat digigit.

Nasi campur ayam Bali ini biasanya disajikan dengan lauk bervariasi tergantung dari rumah makan yang menjual seperti lauk ayam betutu, telur sambal tomat, kulita ayam goreng, maupun ikan pindang. Nasi campur ayam Bali ini dapat kamu jumpai di warung makan yang ada di sekitar jalan. Untuk mencicipi makanan ini, kamu cukup menyiapkan uang sekitar Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per porsi.

Itulah beberapa makanan halal yang bisa kamu coba saat berada di Bali. Rasanya yang lezat akan membuatmu ketagihan dan harganya juga cukup terjangkau. Dengan mencoba kuliner di Bali akan membuat liburanmu di sana terasa lebih lengkap. Namun sekali lagi, sebelum memesan pastikan dulu bahan yang digunakan dengan bertanya kepada pelayan atau penjualnya. Tertarik mencoba? Selamat berburu kuliner.

Penulis : Ririn Sri Wasida

(kpl/mag)



MORE STORIES




REKOMENDASI