7 Tren Traveling yang Lagi Digemari, Sudah Coba Belum?

Rabu, 05 September 2018 03:00 Penulis: Dwi Ariyani
7 Tren Traveling yang Lagi Digemari, Sudah Coba Belum?
© shutterstock

Kapanlagi Plus - Di tengah perkembangan zaman yang semakin sibuk, traveling kini jadi kebutuhan hampir semua orang. Para pengusaha di bidang pariwisata terus berlomba-lomba meningkatkan kualitas. Pilihan traveling jadi makin beragam dan banyak jenisnya.

Dari ragam jenis traveling ini kemudian muncul istilah-istilah yang menjadi tren di kalangan traveler. Backpacker misalnya, sebutan untuk orang-orang yang berwisata dengan bujet minim. Mereka tak segan mencari tumpangan kendaraan hingga tinggal bersama penduduk sekitar.

Era kejayaan backpacker sudah lewat, kini 7 tren traveling di atas mulai menaiki tangga popularitas. Apakah kamu sudah mencoba salah satunya?

Babymoon

Jika honeymoon diperuntukkan bagi pasangan yang baru saja menikah, maka babymoon adalah kegiatan traveling yang dilakukan saat menyambut kelahiran anak. Jenis wisata ini lagi hype banget. Apalagi banyak artis yang melakukannya sehingga menginspirasi banyak orang.

Tujuan utama babymoon sebenarnya untuk memberi sensasi rileks dan menyenangkan bagi ibu hamil. Tapi gak jarang babymoon dijadikan ajang bulan madu kedua, sebelum bersibuk-sibuk ria mengurus si kecil.

Mancation

Jenis traveling kini banyak dikelompokkan sesuai pelaku dan aktivitasnya. Seperti mancation, kegiatan traveling yang kesemua pesertanya adalah laki-laki. Biasanya mereka melakukan wisata ekstrem seperti pendakian, berselancar, atau sekadar road trip.

Solo traveling

Nah, jenis traveling yang ini lagi populer banget nih! Di tengah kepadatan aktivitas sehari-hari, setiap orang seperti kehilangan momen menyendiri. Solo traveling atau berwisata seorang diri saja menjadi solusi yang cukup tepat.

Namun kegiatan ini banyak tantangannya, karena risiko apapun yang terjadi selama traveling harus ditanggung sendiri. Misal ketika tersesat atau gak mendapat penginapan, seorang solo traveler harus pintar-pintar putar otak.

Lost venture

Hampir sama konsepnya dengan solo traveling, lost venture adalah kegiatan berwisata sendirian ke tempat-tempat terpencil yang belum banyak dikunjungi orang. Lebih menantang lagi nih, medan yang ditempuh pasti gak mudah dan minim petunjuk jalan.

Jenis traveling ini cocok banget buat kamu yang berjiwa petualang. Mengambil jarak cukup jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota besar. Menenangkan pikiran sekaligus mencari pengalaman baru.

Flashpacker

Kalau backpacker mengusung konsep minim biaya, maka flashpacker adalah kebalikannya. Jenis wisata ini justru menggunakan biaya sebesar-besarnya, untuk menikmati fasilitas terbaik dari sebuah tempat wisata. Duh, harus nabung berapa lama nih?

Glamping

Jenis wisata yang satu ini juga sedang naik daun. Glamping diambil dari dua kata glam dan camping, atau bisa diartikan sebagai kemping dengan cara lebih mewah.
Pengunjungnya gak perlu lagi membawa dan mendirikan tenda. Gak usah mencari tanah lapang dan sumber air untuk mandi. Semua fasilitas sudah disediakan oleh pengelola, seperti penginapan biasa namun berada di luar ruangan.

Glamping banyak diminati sebagai wisata keluarga atau yang melibatkan rombongan besar. Di daerah-daerah hijau seperti bagian dataran tinggi Bandung dan Bogor sudah banyak berdiri arena glamping.

Staycation

Sekarang konsep liburan memang sudah banyak bergeser. Jika dulu diartikan sebagai aktivitas bepergian jauh, kini liburan bisa diwujudkan hanya dengan menginap seharian di sebuah hotel.

Bersantai-santai menikmati fasilitas mewah tanpa harus menjalankan rutinitas harian. Jenis liburan yang satu ini disebut sebagai staycation. Kegiatan ini banyak diminati generasi millenials dan kaum urban di kota besar.

Cukup dengan menyewa sebuah kamar hotel atau villa, rasanya sudah seperti berwisata. Berganti suasana dari padatnya pekerjaan ke satu hari penuh bersantai ria. Apalagi jika ada promo hotel murah bisa menekan bujet untuk menginap.

Dari ketujuh tren traveling di atas, mana nih yang paling menarik buatmu? Atau salah satunya sudah kamu coba?

 

(adv/aik)

Editor:

Dwi Ariyani



MORE STORIES




REKOMENDASI