Diperbarui: Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Setiap orangtua pasti punya gaya mendidik anak masing-masing. Tapi sebenarnya cara mendidik yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan karakter dari sang anak. Misalnya, dalam mendidik anak pemalu, orangtua sebaiknya menemukan cara yang tepat meskipun anak tersebut susah bergaul.
Sifat pemalu sebenarnya bisa dimiliki oleh siapa saja, baik anak-anak maupun juga orang dewasa. Tapi sifat pemalu pada anak sebaiknya dikurangi. Sebab jika tidak, kelak bisa berdampak pada pertumbuhan anak terutama berkaitan dengan kehidupan sosial.
Seperti yang kita tahu, kebanyakan anak pemalu akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Selain itu, anak pemalu juga relatif tidak mempunyai keberanian untuk tampil dan menyampaikan gagasan di muka umum.
Advertisement
Tapi jangan khawatir, ada kok beberapa cara mendidik anak pendiam agar berani berpendapat. Nah, berikut cara-cara mendidik anak pemalu agar lebih percaya diri.
Karakter atau sifat pemalu pada anak pasti ada pemicunya. Pemicu tersebut bisa berupa kejadian yang mengakibatkan trauma. Sehingga anak tidak lagi berani dan percaya diri untuk memulai atau melakukan sesuatu.
Oleh sebab itu, untuk membuat anak kembali bisa percaya diri, sebaiknya orangtua tahu apa pemicunya. Setelah itu tugas orangtua selanjutnya adalah bagaimana agar membuat trauma pada anaknya tersebut bisa menghilang.
Misalnya, orangtua bisa menjelaskan pada anak, bahwa kesalahan anak yang mengakibatkan trauma di masa lalu itu sebenarnya merupakan hal yang bisa saja dialami oleh siapa saja. Sehingga, sudah tidak perlu dipikirkan lagi.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(credit: pixabay)
Cara mendidik anak pemalu selanjutnya adalah dengan membimbing anak agar bisa lebih bersosialisasi. Meski sulit, sebaiknya anak pemalu memang tetap harus dibiasakan untuk bersosialisasi. Paling tidak, buat anak mengenal dan berteman dengan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Selain itu, sesekali orang tua juga bisa menciptakan keadaan yang membuat anak berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, dengan mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah. Lalu, mengundang beberapa anak di lingkungan tempat tinggal.
Dengan begitu anak interaksi dengan orang lain, dimulai dari dengan anak-anak seusianya.
Advertisement
Dengan menyebut anak pemalu justru akan membuat anak semakin merasa dirinya begitu. Jadi sebaiknya, mulai sekarang biasakan untuk tidak menyebut anak pemalu. Selain orang tua dan keluarga sendiri, sebaiknya kita juga menjelaskan hal ini kepada orang terdekat yang biasa berinteraksi dengan anak.
(credit: pixabay)
Untuk membangkitkan rasa percaya diri pada anak, kita juga bisa lakukan dengan memberikan pujian atas apa yang telah dilakukan anak. Terdengar sepele, tapi hal ini terbukti dapat membuat anak lebih percaya diri dengan kemampuan dan pekerjaan yang telah ia lakukan.
Sebaliknya, jangan sekalipun menghakimi dan menilai buruk hasil pekerjaan anak. Sebab, hal ini justru bisa menimbulkan trauma dan rasa tidak percaya diri di kemudian hari.
(credit: pixabay)
Masih berkaitan dengan cara mendidik anak yang sebelumnya, sebisa mungkin jangan pernah memarahi anak. Terlebih, terkait dengan hasil pekerjaannya yang barangkali kurang memuaskan.
Orangtua tetap berhak untuk mengajak anaknya melakukan evaluasi terkait pekerjaan atau kesalahan yang dilakukan anak. Namun orangtua harus melakukannya dengan sabar dan sebisa mungkin menjaga perasaan anak. Jangan sampai anak merasa kecewa, apalagi trauma dan tidak mau mencoba lagi.
Cara mendidik anak pemalu berikutnya yang bisa dicoba dengan melibatkan anak pada dialog atau diskusi. Dialog atau diskusi tidak perlu dilakukan dengan terlalu serius. Tapi, sebisa mungkin dilakukan dalam kurun waktu yang panjang.
Diskusi atau dialog antara orangtua dan anak ini bisa dilakukan dengan tema-tema yang sederhana tapi sangat dekat dengan keseharian anak. Misalnya tentang sekolah atau cita-cita anak di masa depan.
Usahakan diskusi atau dialog ini berlangsung secara dua arah. Pancing anak agar bisa menyampaikan gagasan dan perasaannya. Hal ini juga akan bermanfaat dalam melatih kemampuan berkomunikasi anak.
(credit: pixabay)
Setiap anak pasti mempunyai bakat yang berbeda-beda. Nah, dengan mendukung bakat anak ternyata juga bisa menjadi salah satu jalan untuk membuat anak jadi lebih percaya diri.
Dukung dan sebisa mungkin fasilitasi apa pun bakat anak. Bimbinglah bakat tersebut agar bisa menjadi suatu kemampuan yang bisa dibanggakan. Kemampuan ini juga akan menjadi modal yang kuat bagi anak untuk lebih percaya diri.
Rasa percaya diri pada anak perlahan akan timbul ketika anak mendapatkan kepercayaan. Oleh karena itu, dengan memberikan tugas tertentu pada anak diyakini bisa membuat anak jadi lebih percaya diri. Dalam memberikan tugas tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan sang anak.
Karena bertujuan membuat anak pemalu jadi lebih percaya diri, maka sebaiknya tugas yang diberikan berupa pekerjaan yang berurusan dengan orang lain. Sebagai contoh, orangtua bisa meminta tolong anak membelikan sesuatu di warung, menanyakan tugas yang belum jelas pada guru, atau bisa juga memesan makanan sendiri saat di restoran.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/psp/gen)
Advertisement
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas
8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera