8 Rekomendasi Novel Fiksi Sejarah Indonesia yang Wajib Dibaca

Sabtu, 29 Oktober 2022 12:33
8 Rekomendasi Novel Fiksi Sejarah Indonesia yang Wajib Dibaca
Rekomendasi Novel Fiksi Sejarah Indonesia (Credit: goodreads.com)


Kapanlagi Plus - Setiap negara memiliki kisah masa lalu masing-masing. Kisah tersebut kerap diangkat menjadi karya sastra. Cukup banyak rekomendasi novel fiksi sejarah Indonesia yang bisa kalian baca.

Mulai dari kisah cinta, penjajahan, hingga perang di masa lampau diolah menjadi cerita yang menguras emosi pembaca. Berbagai sudut pandang yang unik juga bisa kalian temukan dalam daftar rekomendasi novel fiksi sejarah Indonesia kali ini.

Nah, jika kalian sedang mencari rekomendasi novel fiksi sejarah Indonesia dengan gaya penceritaan yang segar dan menarik, silakan simak ulasan di bawah ini.

 

1. Tanah Surga Merah - Arafat Nur

Jika kalian mencari rekomendasi novel fiksi sejarah Indonesia, Tanah Surga Merah bisa jadi salah satu jawabannya. Novel karya Arafat Nur ini memiliki latar konflik politik di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Dalam suasana politik lokal yang bergejolak, ada tokoh bernama Murad, seorang mantan tentara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan mantan anggota Partai Merah. Setelah lima tahun pergi, dia kembali ke kampung halaman dan menemukan berbagai kenyataan yang tak bisa dia terima.

Partai yang dulu dianggap bisa membawa perdamaian justru anggotanya kini banyak dibutakan oleh harta dan jabatan. Murad pun terganggu dan melakukan penyamaran karena diburu banyak orang. Selipan kisah cinta dalam serangan-serangan ini akan membuat cerita makin menarik.

 

2. Tiga Sandera Terakhir

Selanjutnya, ada rekomendasi novel fiksi sejarah tentang Papua yang berjudul Tiga Sandera Terakhir. Novel karya Brahmanto Anindito ini juga menyajikan konflik Operasi Papua Merdeka (OPM). Kisah mengenai sejarah Timur Indonesia dan militer Indonesia disuguhkan dengan cukup menegangkan.

Cerita ini dimulai dari proses penyanderaan dua orang Indonesia dan orang asing yang berasal dari Australia serta Prancis. Sebagai usaha untuk membebaskan sandera, militer menugaskan Satuan Anti Teror Kopassus di bawah komando Kolonel Larung Nusa.

 

3. Laut Bercerita - Leila S. Chudori

Peristiwa tahun 1998 di Indonesia yang mencekam tentu masih menguras emosi jika diceritakan kembali. Melalui Laut Bercerita, kalian bisa kembali merasakan emosi para aktivis pra-reformasi. Secara garis besar, novel ini terdiri dari dua bagian dan dua sudut pandang.

Tokohnya bernama Biru Laut. Lewat tokoh ini, kalian akan ikut merasakan kepedihan dan ketakutan sebagai aktivis kritis yang berani menyuarakan isu sosial pada medio 1991 sampai 1998.Sebagai kelompok yang dianggap berbahaya, Biru Laut dan teman-temannya ditangkap, dihukum secara fisik dan mental. Bagian kedua tak kalah menyiksa karena kalian akan mengetahui bagaimana perasaan keluarga yang kehilangan saudara, Asmara Jati. Rekomendasi novel fiksi sejarah kelam Indonesia ini jelas perlu kalian baca.

 

4. Novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil

Siapa yang tak kenal Pangeran Diponegoro? Ya, sosok pahlawan ini menjadi ide cerita dalam rekomendasi novel fiksi sejarah karya Remy Sylado. Saat membaca, kalian akan diajak untuk mengikuti kisah hidup Pangeran Dipononegoro mulai dari masa kanak-kanak hingga remaja.

Berbagai pengetahuan pun akan kalian dapatkan dan pelajari lebih lanjut setelah membaca novel ini. Pasalnya, Remy Sylado dikenal sebagai sastrawan yang rajin membuka dokumen sejarah. Gaya penulisan yang imajinatif berdasarkan data akan memudahkan kalian dalam menikmati suatu karya sejarah.

 

5. Max Havelaar - Multatuli

Bicara soal rekomendasi novel fiksi sejarah Indonesia, Max Havelaar tentu tak boleh dilewatkan. Buku ini ditulis oleh Multatuli atau Eduard Douwes Dekker yang merupakan anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda. Sebagai orang yang menolak tegas model pemerintahan Belanda, dia menaruh perhatian pada ketidakadilan, perampasan, serta penjajahan.

Perhatian itu diwujudkan dalam karya sekaligus menjadi kritik yang tajam. Gambaran mengenai kondisi ketertindasan yang dialami rakyat pribumi di Hindia-Belanda pada buku ini pun mampu membuka mata publik dunia.

 

6. Sang Keris - Panji Sukma

Penulis Panji Sukma menawarkan gaya cerita yang menarik melalui novel Sang Keris. Alih-alih berasal dari sudut pandang manusia, cerita dalam novel ini justru mengikuti perjalanan sebuah keris, Kanjeng Kyai Karonsih. Dengan begitu, kalian akan merasa nyaman dalam menjelajahi sejarah Indonesia yang panjang. Mengikuti keris tersebut, kalian akan diajak berpindah dari masa kerajaan, era kolonial, masa kemerdekaan, hingga ke abad 21 atau zaman modern.

Karena perjalanan dari waktu yang panjang, kalian pun akan menemukan banyak sekali tokoh dalam novel ini. Hal itu juga membuat berbagai cerita baru terus muncul dalam setiap bab. Sebagai saksi bisu perebutan harta, tahta, wanita, sekaligus fenomena politik, keris ini jadi ide yang unik untuk menghantarkan cerita kepada pembaca. Karya ini jelas layak masuk ke rekomendasi novel fiksi sejarah yang tak boleh kalian lewatkan.

 

7. Segala yang Diisap Langit - Pinto Anugerah

Perang Padri yang terjadi di tahun 1800-an menjadi salah satu sejarah Indonesia yang tak bisa dilupakan. Hal tersebut pun diangkat menjadi latar dalam rekomendasi novel fiksi sejarah yang berjudul Segala yang Diisap Langit. Novel karya Pinto Anugerah ini menceritakan tragedi yang menimpa keluarga-keluarga bangsawan Minangkabau. Mereka menjadi korban maupun pelaku perang Padri itu sendiri.

Tokoh utama di sini adalah Rabiah. Seseorang yang ingin mematahkan mitos mengenai garis keturunan keluarga bangsawan Minangkabau akan putus pada generasi ketujuh. Sayangnya, ada penghalang yang justru merupakan saudaranya sendiri yang bernama Magek. Cerita berdasarkan data dan ingatan memori kolektif ini seolah membuka sejarah politik, alegori menohok tentang kaum adat yang membawa ideologi kekerasan.

 

8. Amba - Laksmi Pamuntjak

Ketegangan politik dalam peristiwa G30S di tahun 1965 menjadi ide dalam rekomendasi novel fiksi sejarah karya Laksmi Pamuntjak ini. Novel berjudul Amba ini berkisah tentang cinta Amba dan Bhisma. Kisah cinta itu yang mengantar pembaca memasuki peristiwa kelam di tahun tersebut. Mereka berdua harus berpisah karena situasi politik.

Melalui kisah mereka, kalian akan diajak untuk melihat kehidupan tahanan politik yang diasingkan di Pulau Buru. Cerita makin menguras emosi saat mengetahui kesengsaraan dan penantian tokoh untuk bisa pulang. Kisah kelam Orba yang dibalut cinta ini jelas layak untuk dibaca.

Nah, KLovers, itulah beberapa rekomendasi novel fiksi sejarah Indonesia yang bisa kalian baca.

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI