Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Batuk berdahak menjadi salah satu keluhan batuk yang bisa menyerang siapa saja. Penyebab batuk berdahak ini terjadi karena berbagai faktor yang menyebabkan adanya lendir atau dahak pada area sekitar tenggorokan, dada ataupun paru-paru.
Lendir atau dahak tersebut memiliki tekstur yang serupa seperti lem, lengket dan kental. Namun ternyata lendir dalam tubuh memiliki peran penting untuk mencegah bakteri , virus yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut ataupun hidung. Selain itu lendir juga dapat berguna untuk menjaga kelembapan pada saluran pernapasan agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai iritasi.
Akan tetapi pada beberapa kondisi seseorang mungkin mengalami produksi lendir atau dahak yang berlebihan hingga menyebabkan terjadinya batuk berdahak. Kondisi ini membuat penderitanya merasakan beberapa gejala seperti terasa tidak nyaman pada tenggorokan serta terasa mengganjal.
Advertisement
Penyebab batuk berdahak sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor yang berasal dari kondisi umum dan kondisi medis. Hal inilah yang juga bisa menjadi salah satu penyebab perubahan warna lendir mulai dari putih, kehijauan atau bahkan kekuningan. Adapun penyebab batuk berdahak yang jarang disadari telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.
(credit: freepik.com)
Penyebab batuk berdahak yang pertama dapat terjadi karena mengalami pilek atau flu. Gangguan kesehatan seperti flu atau pilek dapat terjadi infeksi virus ataupun bakteri. Saat mengalami flu ataupun pilek biasanya seseorang akan merasakan hidung tersumbat, hidung yang berair, sering bersin serta sakit tenggorokan.
Dalam hal ini flu ataupun pilek dapat menjadi faktor pemicu seseorang mengalami batuk. Umumnya keluhan batuk ini juga disertai dengan dahak atau lendir yang terdapat pada tenggorokan ataupun saluran pernapasan.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(credit: freepik.com)
Penyebab batuk berdahak karena kondisi medis dapat terjadi akibat tubuh mengalami bronkitis. Bronkitis merupakan gangguan kesehatan yang terjadi karena peradangan pada saluran pernapasan tepatnya pada bronkus. Saat mengalami bronkitis dapat ditandai dengan terjadinya batuk yang dipicu oleh virus ataupun bakteri.
Melansir dari healhtline.com, bronkitis biasanya diawali dengan batuk kering yang akhirnya dapat menyebabkan terjadinya batuk berdahak. Dahak tersebut awalnya mungkin berwarna bening atau putih hingga seiring berjalan waktu berubah menjadi kuning bahkan kehijauan.
Advertisement
(credit: freepik.com)
Batuk berdahak juga dapat dipicu karena tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi menjadi kondisi tubuh yang mengalami kekurangan asupan cairan hingga sebabkan beberapa dampak kesehatan. Dalam hal ini kaitannya dengan batuk berdahak, ketika tubuh mengalami flu dan kekurangan cairan maka dahak akan sulit untuk dikeluarkan. Sebab melansir dari honesdocs.id, tercukupinya cairan dalam tubuh bisa membantu mengencerkan dahak yang tersimpan hingga memudahkan untuk dikeluarkan.
(credit: freepik.com)
Gangguan pada pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease atau GERD juga dapat memicu terjadinya batuk berdahak. Melansir dari healhltine.com, gangguan pencernaan ini bisa menyebabkan batuk berdahak berwarna putih dan memiliki tekstur kental. Konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi batuk berdahak secara tepat.
(credit: freepik.com)
Alergi dan asma juga bisa memicu seseorang mengalami batuk berdahak. Penyebab alergi sendiri dapat terjadi karena beberapa hal mulai dari alergi debu, makanan, serbuk bunga, ataupun udara yang menyebabkan beberapa gejala. Diantara gejala dari alergi tersebut meliputi hidung berair, bersin, serta gatal.
Melansir dari honesdocs.id, produksi lendir yang berlebih ketika mengalami hidung berair juga bisa memicu terjadinya batuk berdahak pada tubuh. Konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi batuk berdahak secara tepat.
(credit: freepik.com)
Gangguan pada jantung seperti gagal jantung kongestif bisa menjadi penyebab batuk berdahak. Gagal jantung kongestif ini merupakan kondisi yang terjadi karena jantung tidak secara maksimal memompa darah ke seluruh tubuh. Melansir dari healhtline.com, kondisi ini menyebabkan cairan menumpuk pada paru-paru dan dapat menyebabkan peningkatan lendir atau dahak putih.
Beberapa gejala yang dapat dirasakan ketika terjadi penumpukan dahak putih tersebut termasuk sesak napas. Pertolongan pertama dibutuhkan apabila mengalami gejala sesak napas untuk mencegah kondisi lebih lanjut.
Aktivitas merokok cukup banyak berdampak pada kondisi kesehatan tubuh termasuk menjadi faktor terjadinya batuk berdahak. Seperti diketahui merokok bisa menyebabkan infeksi saluran paru-paru termasuk menyebabkan batuk karena kandungan zat dalam rokok. Melansir dari healhtline.com, dahak yang dikeluarkan karena merokok biasanya berwarna hitam akibat paparan asap dari rokok. Untuk mencegahnya membatasi bahkan menghentikan kebiasaan merokok bisa dilakukan agar terhindar dari masalah kesehatan tertentu termasuk batuk berdahak.
Selain menyebabkan flu dan pilek, infeksi bakteri dan virus juga bisa membuat seseorang mengalami batuk berdahak. Kondisi ini menyebabkan batuk berdahak biasanya berwarna kekuningan bahkan kehijauan. Bahkan melansir dari healhtline.com, infeksi jamur yakni exophiala dermatitidis menyebabkan dahak berwarna hitam pada orang yang menderita fibrosis kistik.
Selain itu virus dan bakteri tersebut juga bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan lain seperti bronchitis serta pneumonia. Konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter dapat dipertimbangkan untuk mengatasi batuk berdahak karena infeksi bakteri, jamur dan virus.
(credit: freepik.com)
Jenis makanan tertentu bisa menyebabkan seseorang mungkin juga mengalami batuk berdahak. Melansir dari honestdocs.id, makanan seperti susu, mengandung gula refinasi, coklat, kedelai ataupun makanan asin bisa memicu peningkatan produksi lendir. Akibatnya tubuh mungkin juga mengalami batuk berdahak. Terlebih jika kalian sebelumnya juga mengalami batuk berdahak, maka menghindari jenis makanan tersebut dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan lendir atau dahak.
(credit: freepik.com)
Cara mengobati batuk berdahak dapat kalian simak melalui beberapa poin di bawah ini. Adapun cara mengobati batuk berdahak sebagai berikut bisa dijadikan referensi mudah dan sederhana untuk meringankan gejala batuk berdahak.
- Konsumsi jeruk nipis ditambah kecap ataupun madu untuk mengobati batuk berdahak secara alami.
- Konsumsi daun sirih dan jahe.
- Istirahat dengan cukup.
- Perbanyak minum air putih.
- Berkumur dengan air garam dan air biasa selama 60 detik untuk menghilangkan bakteri di tenggorokan.
Nah itulah 9 penyebab batuk berdahak dan cara mengobatinya berdasarkan warna dahaknya. Konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter dapat dipertimbangkan untuk mengatasi batuk berdahak secara mudah dan tepat.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Advertisement
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas
8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera