Aksi Heroik Pemadam Kebakaran Sampai Kehilangan Nyawa Saat Bertugas

Rabu, 13 September 2017 15:58 Penulis: Tyssa Madelina
Aksi Heroik Pemadam Kebakaran Sampai Kehilangan Nyawa Saat Bertugas
Sumber: el Expresso

Kapanlagi Plus - Apa yang terbesit ketika mendengar kata "pemadam kebakaran"? Mungkin sebagian orang akan berpikir mengenai suatu profesi di mana mereka akan tampak gagah dengan balutan seragam dominan orange. Di sisi lain ada yang berpikir mengenai profesi yang membutuhkan stamina fisik yang tinggi. Apapun itu, profesi pemadam kebakaran merupakan salah satu profesi yang membawa banyak manfaat meskipun nyawa taruhan mereka.

Begitupun yang dialami oleh Trisna Supriatna. Petugas harian lepas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung, rela mengorbankan nyawanya saat memadamkan api dalam insiden kebakaran di salah satu pabrik tekstil di Jalan AH Nasution, Bandung, Senin (11/9/2017) sekitar pukul 01.35 WIB. Trisna saat itu bertugas sebagai operator atau sopir truk pemadam kebakaran. Tapi melihat temannya kelelahan, Trisna kemudian menggantikan tugas temannya.

Seperti yang dilansir dari berbagai media, pada saat laporan kejadian pukul 01.35 WIB, pusaran angin di titik kejadian sangat kencang hingga pagi hari. Kondisi itu mengakibatkan kobaran api yang semakin besar. Sekitar pukul 02.30 WIB, kondisi api sudah hampir padam.

Sayangnya, setelah api berhasil dipadamkan atap pabrik tersebut runtuh dan menimpa Trisna beserta 3 rekannya. Rekannya berusaha memberikan pertolongan, tapi Trisna sudah tidak tertolong. Trisna meninggalkan seorang istri dan dua anak, anaknya ada yang baru berusia 14 hari.

Insiden tersebut menimbulkan duka yang teramat mendalam. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melalui Facebook memberikan ucapan belasungkawa atas meninggalkan petugas pemadam kebakaran saat bertugas.

"Innalilahi wainnailaihi raji'un. Telah gugur dalam tugas, Kang Trisna Supriatna. Petugas teladan Dinas Kebakaran dan Bencana Kota Bandung. Almarhum gugur dalam tugas menyelamatkan nyawa dan memadamkan kebakaran besar di Sindanglaya.
Almarhum dimakamkan di Garut dan meninggalkan istri dan anak pertama, bayi yang baru lahir 14 hari lalu. Semoga Husnul Khatimah dan diterima iman islamnya.

Atas nama pemerintah Kota Bandung, kami turut berduka cita yang sangat mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.
Selamat jalan pahlawan kami. Terima kasih atas jasa dan dedikasimu.
Warga Bandung mohon kirimkan doa dan alfatihah.
Hatur Nuhun."

(kpl/TMD)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI