Aksi Nyata Tiga SMK di Kabupaten Kudus Memecahkan Permasalahan Saat Pandemi Covid-19

Kamis, 07 Mei 2020 15:00 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Aksi Nyata Tiga SMK di Kabupaten Kudus Memecahkan Permasalahan Saat Pandemi Covid-19
Istimewa


Kapanlagi Plus - Covid-19 muncul sebagai ujian baru di sektor pendidikan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Kebijakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menginstruksikan bahwa siswa diharuskan belajar di rumah telah berimplikasi pada pola pendidikan SMK.

Lebih jauh lagi wabah Covid-19 pun membuat pemerintah resmi membatalkan Ujian Nasional. Dengan demikian, pendidikan SMK saat ini diharapkan dapat menciptakan strategi belajar yang tepat sasaran demi menjawab tantangan pendidikan saat wabah Covid 19.

Berangkat dari kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit di seluruh Indonesia. Siswa SMKN 3 dan SMKN 1 Kudus berinisiatif dan mendapat bimbingan guru untuk memproduksi APD. Siswa jurusan Tata Busana di kedua sekolah tersebut berpartisipasi dan mempraktekkan langsung pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membuat pola APD.

Proses produksi tetap menjaga kualitas material dan pola APD yang sesuai dengan standar rumah sakit. Produksi APD dilakukan oleh siswa-siswi dengan kondisi tubuh yang fit dan sehat. Prosedur dan anjuran menjaga kesehatan selama pandemi Covid 19 juga tetap diberlakukan. Siswa mengenakan masker higienis, menjaga kebersihan, dan menerapkan physical distancing demi keamanan bersama ketika memproduksi APD di lingkungan sekolah. Mereka berhasil memproduksi 400 set APD hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

 

1. Problem Kelangkaan Antiseptik

Permasalahan lain yang timbul berkaitan dengan pandemi Covid-19 adalah kelangkaan cairan antiseptic pencuci tangan (hand sanitizer) di pasaran. Hal tersebut juga menjadi dasar gerakan pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa di SMK Duta Karya Kudus. Sekolah vokasi yang berfokus pada kimia industri ini membuat hand sanitizer yang dibagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma.

Produksi hand sanitizer dilakukan oleh siswa yang dilengkapi dengan standar laboratorium kimia industri. Mereka berhasil memproduksi 1500 botol hand sanitizer yang siap beredar memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

Pada 4 Mei 2020, ketiga kepala sekolah SMK tersebut, yaitu Drs. Saiful Hadi, M.Pd (Kepala Sekolah SMKN 1 Kudus), Budi Susanto, M.Pd (Kepala Sekolah SMKN 3 Kudus), serta Muhammad Thoat, M.Kes (Kepala Sekolah SMK Duta Karya Kudus), menyumbangkan hasil produksi APD dan hand sanitizer tersebut kepada Dr. Achmad Syaifudin, M. Kes, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di kantor IDI Kabupaten Kudus. Bantuan tersebut kemudian didistribusikan kepada rumah sakit dan masyarakat yang membutuhkan. Produksi akan tetap dilanjutkan dengan target 1000 set APD selesai pada akhir Mei 2020.

2. Siap Terjun

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma menyampaikan bahwa partisipasi aktif dalam penanggulangan Covid-19 menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya siap terjun ke lapangan berbekal keterampilan yang dimiliki. Namun menjadi kontribusi kaum muda untuk memecahkan permasalahan yang terjadi, dalam hal ini membantu Indonesia berperang melawan Covid-19.

“Dengan kejadian luar biasa selama pandemi, siswa SMK sanggup menjadi problem solver dalam mengatasi kelangkaan APD dan hand sanitizer di lingkungan di sekitarnya. Mereka melakukan aksi nyata sebagai hasil pembelajaran mereka dengan pendampingan dan pembinaan yang tepat di lingkup pendidikan mereka,” ujar Galuh Paskamagma.

Lebih lanjut, Galuh juga menambahkan bahwa aksi ketiga SMK binaan Djarum Foundation ini dapatmenginspirasi SMK di seluruh daerah untuk bersama-sama ikut bergerak meningkatkan maknapendidikan, makna belajar dan nilai kemanusiaan melawan pandemi Covid-19.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI