Pemkot Malang Tambah Tanah Makam, Antisipasi Penguburan Jenazah Covid-19

Kamis, 30 Juli 2020 20:49 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Pemkot Malang Tambah Tanah Makam, Antisipasi Penguburan Jenazah Covid-19
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menambah luasan tanah makam untuk jenazah Covid-19. Aset tanah miliki Pemkot sedang dipersiapkan sebagai lokasi pemakaman khusus Covid-19.

Walikota Malang Sutiaji mengaku telah memanggil Kepala Dinas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) guna mencari lahan pemakaman. Lahan aset milik Pemkot di kawasan Kedungkandang dipertimbangkan menjadi lokasi pemakaman tersebut.

"Itu tanah milik kita yang di bawah Sutet kan tidak bisa dibangun apa-apa. Itu nanti kita akan buat makam," kata Sutiaji, Sabtu (25/7).

Namun kata Sutiaji, masih harus menambah dan memperbaiki infrastruktur penunjang terutama akses jalan menuju lokasi. Karena lokasinya memang harus dapat dilalui mobil ambulan pembawa jenazah.

"Sementara kita pakai makam yang di Muharto itu ya. Di sana ada makam yang dulu kita siapkan untuk Mr X. Itu kapasitasnya antara 100-150 an," tegasnya.

Pemakaman seluruh jenazah PDP maupun positif Covid-19 selama ini dimakamkan di lokasi Mr X tersebut. Sehingga memang harus dipertimbangkan untuk menambah pemakaman baru.

"Seluruh PDP sudah masuk ke sana. Saya lihat tadi tingkat kematian di Kota Malang itu rata-rata, setahunnya itu antara 2.000 - 2.500 jiwa. Kita bagi 360 itu, rata-rata angka kematian antara 5 sampai 7 setiap hari. Cuma dulu tidak terfokus, lha sekarang terfokus," urainya.

 

 

1. Persoalan Teknis

Alasan lain dibuatnya pemakaman khusus lebih karena alasan persoalan teknis pemakaman. Sutiaji juga menegaskan kalau tidak pernah terjadi penolakan oleh warga.

"Tidak ada penolakan dari warga. Ini untuk mempermudah saudara-saudara yang memakamkan jenazah," terangnya.

Karena bagi tenaga pemakaman, lokasi yang sekarang agak kesulitan, apalagi kalau memakamkan malam hari. Ambulan pembawa jenazah tidak bisa langsung masuk ke lokasi pemakaman.

"Padahal proses pemakamannya bisa sampai malam hari. Akses masuk ke sanapun juga sulit," tegasnya.

Sementara untuk kapasitas pemakaman baru, dipastikan akan lebih luas dan memiliki akses yang lebih mudah. Tetapi memang masih dibutuhkan untuk memperbaiki akses ke lokasi agar ambulan dapat langsung membawa jenazahnya.

"Kapasitanya banyak itu, tapi mudah-mudahan tidak terpenuhi lah. Luasnya masih diukur," ungkapnya.

Sutiaji meminta kepada keluarga almarhum agar dapat menerima proses pemulasaraan dan pemakaman sesuai protokol Covid-19. Karena PDP yang notabenenya belum diketahui positif atau negatif, tetap harus dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

"Kami harapkan keluarga memaklumi. Jadi bisa tersentral di sana. Keluarga harus memaklumi, kalau penggalinya teman-teman," ungkapnya.

Walikota Sutiaji juga membantah kalau Rumah Sakit di Kota Malang penuh oleh pasien Covid-19. Data yang diterimanya, lebih dari 80 tempat tidur masih tersedia yang tersebar di sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Malang.

Sejumlah pasien juga sudah dinyatakan sembuh baik dari rumah sakit maupun rumah karantina yang disediakan Pemkot. Sehingga dipastikan pasien masih tertangani dengan baik di rumah sakit yang tersedia.

2. Pasien Melonjak

Sementara itu, data pasien Covid-19 di Kota Malang mengalami lonjakan cukup drastis, yakni 48 kasus positif pada 24 Juli 2020. Penambahan tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah kasus Covid-19 di Kota Malang.

Angka tersebut berasal dari hasil tes 31 PDP, 5 orang PDP (meninggal dunia), 6 OTG, 4 ODR dan 2 ODP. Saat ini tercatat 47 orang dalam posisi dirawat di Rumah Sakit, sementara satu orang menjalani perawatan di rumah.

Penambahan 48 positif menjadikan total kasus di Kota Malang menjadi 492 kasus. Dari jumlah tersebut, 40 orang meninggal dunia, 139 orang dinyatakan sembuh dan 313 sedang dalam perawatan.

Sementara jumlah ODR sebanyak 4.818 orang, 1.485 OTG dan ODP sebanyak 1.084 dengan 72 masih dalam pemantauan, 1.010 selesai dipantau dan 2 orang meninggal dunia.

Total jumlah PDP sebanyak 586 dengan rincian 59 orang meninggal dunia, 252 orang dalam pengawasan (sehat) dan 275 orang dalam perawatan.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI