Kapanlagi.com - Mencegah gondongan sangat penting, karena penyakit ini tergolong menular dan disebabkan oleh virus paramyxovirus. Virus ini menyerang kelenjar ludah yang terletak di sekitar rahang dan leher. Gondongan lebih sering menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga tetap berisiko tertular. Penularannya terjadi melalui percikan air liur dari batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi.
Karena penyebarannya yang mudah, diperlukan langkah pencegahan yang tepat untuk memutus rantai penularan, terutama di lingkungan rumah atau sekolah. Salah satu cara paling efektif adalah dengan melakukan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Selain itu, menjaga kebersihan tangan dan mengisolasi penderita ketika terinfeksi juga sangat disarankan.
Berikut ini penjelasan tentang penyebab gondongan, gejala yang harus diwaspadai, langkah pencegahan, serta pengobatan yang dianjurkan.
Gondongan disebabkan oleh virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar ludah, terutama di bawah telinga dan rahang. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui:
Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. Selain itu, masa inkubasi virus yang mencapai 2 3 minggu membuat penularan sulit terdeteksi sejak dini. Karena itu, disiplin dalam menerapkan langkah pencegahan di rumah dan sekolah sangat penting.
Gondongan sering diawali dengan gejala ringan yang terkadang tidak disadari. Pembengkakan pada kelenjar ludah di sekitar rahang adalah gejala utama, sering kali disertai:
Pada beberapa kasus, gondongan juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Meskipun beberapa anak mungkin hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala, pemeriksaan ke dokter sangat disarankan jika tanda-tanda tersebut muncul. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
Langkah pencegahan gondongan yang paling efektif adalah dengan vaksinasi MMR, yang diberikan dalam dua dosis:
Vaksin ini mampu memberikan perlindungan hingga 88 95% setelah dosis kedua. Selain vaksinasi, langkah pencegahan lainnya meliputi:
Mengajarkan anak untuk menutup mulut saat batuk atau bersin juga penting dalam memutus rantai penularan.
Diagnosis gondongan dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan tes laboratorium, seperti tes air liur atau urine. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, penggunaan antibiotik tidak efektif. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala, seperti:
Obat seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat digunakan untuk menurunkan demam. Dengan penanganan yang tepat, pemulihan biasanya terjadi dalam waktu 7 10 hari.
Jika tidak ditangani dengan baik, gondongan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
Komplikasi ini dapat memengaruhi kesuburan atau menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Oleh karena itu, deteksi dini dan vaksinasi sangat penting untuk mencegah risiko ini.
Ya, gondongan biasanya sembuh sendiri dalam 7 10 hari, tetapi pengobatan tetap diperlukan untuk meredakan gejala.
Sangat efektif, dengan tingkat perlindungan mencapai 88 95% setelah dosis kedua.
Isolasi penderita, menjaga kebersihan tangan, dan mendisinfeksi benda-benda yang sering disentuh adalah langkah utama untuk mencegah penularan.