Arti Return Saham Beserta Jenis dan Faktor yang Mempengaruhinya dalam Investasi

Sabtu, 03 Desember 2022 13:22
Arti Return Saham Beserta Jenis dan Faktor yang Mempengaruhinya dalam Investasi
Ilustrasi (Credit: Unsplash)


Kapanlagi Plus - Bagi kalian yang tertarik menjadi investor, memahami arti return saham tentu menjadi hal penting. Selain itu, kalian juga perlu mengetahui jenis beserta faktor yang mempengaruhi.

Secara singkat, arti return dapat dipahami sebagai imbal hasil atau keuntungan yang diperoleh investor. Oleh karena itu, kalian perlu melakukan analisis terhadap faktor yang mempengaruhinya.

Jika kalian ingin bisa memaksimalkan capital gain menghindari capital loss, yuk simak penjelasan mengenai arti return beserta jenis dan faktor yang mempengaruhinya dalam investasi.

 

 

1. Apa Arti Return Saham?

Arti return dapat dipahami sebagai imbal. Dalam konteks saham, return dapat dipahami sebagai uang yang dihasilkan atau hilang dari aktivitas investasi selama beberapa periode waktu. Bisa dikatakan bahwa return merupakan keuntungan yang didapat investor atas investasi yang dilakukan. Hasil yang didapatkan bisa dipresentasikan dalam bentuk nilai uang atau bentuk presentase dalam periode tertentu.

Pernah mendengar istilah "high risk, high return"? Ya, istilah ini umum dikenal dalam dunia investasi dan bisnis secara umum. Mengacu pada hal tersebut, return juga bisa dikatakan sebagai imbalan yang bisa didapatkan oleh investor atas risiko yang dia tanggung. Pasalnya, return yang didapat oleh investor tidak selalu positif. Jika return bergerak ke arah negatif, berarti modal yang diinvestasikan mengalami kerugian.

Selain memahami arti return, dalam investasi kalian juga perlu mengetahui komponen return. Komponen return terbagi menjadi dua, yaitu Yield dan Capital Gain. Yield bisa dikatakan sebagai presentase kas yang diterima investor secara periodik terhadap suatu investasi. Contoh Yield yang umum diketahui antara lain bunga deposito, bunga obligasi, dan dividen.

Sementara Capital Gain adalah keuntungan yang akan diperoleh dari selisih nilai investasi sekarang dengan nilai investasi yang ditanamkan pada harga periode lalu. Misalnya, saat kalian sebagai investor menjual saham, obligasi, reksa dana atau exchange trade fund (ETF), lebih dari modal yang dikeluarkan untuk membelinya, investor akan mendapatkan return berupa capital gain atau keuntungan modal.

Namun, saat nilainya ternyata lebih kecil dari modal yang digunakan untuk membelinya, maka kalian mengalami capital loss.

 

 

2. Jenis Return

Setelah mengetahui arti return, kalian juga perlu memahami jenisnya. Sebelum melakukan investasi, kalian perlu memahami dua jenis return terlebih dahulu, yakni return ekspektasi dan return realisasi.

1. Return Ekspektasi

Return ekspektasi adalah pengembalian yang diharapkan oleh investor di masa yang akan datang. Artinya, imbal hasil belum diterima. Keuntungan biasanya berasal dari penanaman modal pada perusahaan atau emiten di masa mendatang. Dengan begitu, tingkat pengembalian sangat dipengaruhi oleh prospek perusahaan di masa depan.

2. Return Realisasi

Return realisasi berbeda dengan return ekspektasi. Kebalikannya, jenis return ini bisa disebut sebagai pengembalian yang telah terjadi. Pengembalian yang sudah terealisasi dan sudah dibukukan oleh sebuah perusahaan bisa menjadi acuan bagi kalian sebelum berinvestasi. Melalui hal ini, kalian dapat mengukur kinerja perusahaan untuk menjadi tolok ukur return ekspektasi di masa mendatang.

 

 

3. Return dalam Investasi

Tak hanya arti return dan jenisnya, penting pula bagi kalian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi return dalam investasi. Pasalnya, besaran return yang didapatkan, secara langsung berhubungan dengan kinerja aset atau perusahaan tempat kalian menanamkan dana. Berikut ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja aset yang kemudian akan mempengaruhi return.

- Suku bunga

Suku bunga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi return karena meningkatnya suku bunga akan menurunkan nilai investasi saat ini dari return yang akan didapatkan di masa depan. Selanjutnya, kondisi ini juga akan menurunkan harga saham di pasar modal.

- Nilai tukar

Faktor selanjutnya adalah nilai tukar. Hal ini berkaitan dengan menguat dan melemahnya nilai mata uang suatu negara dengan nilai mata uang asing. Perlu kalian ketahui bahwa semakin kuat nilai mata uang, maka return investasi yang didapat juga semakin besar, begitu juga sebaliknya.

- Inflasi

Tingginya inflasi akan meningkatkan jumlah modal yang diperlukan dalam berinvestasi. Pasalnya, hal ini juga berdampak pada kenaikan berbagai harga.

- Risiko Likuiditas

Selanjutnya, ada risiko likuiditas sebagai faktor yang mempengaruhi return dalam investasi. Risiko likuiditas berkaitan dengan pasar sekunder dalam perdagangan saham. Aset investasi yang memiliki likuiditas tinggi jika saat dijual atau dibeli dengan cepat tidak mengalami perubahan harga.

- Risiko pasar

Risiko pasar juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi return. Saat kondisi pasar modal sedang tinggi, return yang akan didapat juga semakin tinggi. Sementara ketika kondisi pasar modal menurun, maka return yang didapat juga akan mengalami penurunan.

Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai arti return beserta jenis dan faktor yang mempengaruhinya. Hal ini perlu kalian pahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

 

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI