Berbagai Niat Puasa Bahasa Jawa dan Keutamaan yang Perlu Diketahui

Minggu, 09 Mei 2021 19:44 Penulis: Anik Setiyaningrum
Berbagai Niat Puasa Bahasa Jawa dan Keutamaan yang Perlu Diketahui
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Niat merupakan keinginan yang berasal dari hati untuk melakukan sesuatu. Misalnya, seorang muslim yang mengerjakan puasa Ramadan harus menunaikan dua rukun puasa, yaitu niat puasa dan menahan diri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Niat tersebut harus sungguh-sungguh.

Kewajiban niat ini tertera dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

"Sesungguhnya amal perbuatan disertai dengan niat-niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang telah mereka niatkan," (H.R. Bukhari).

Bagi orang Jawa yang memakai bahasa Jawa sebagai alat komunikasi sehari-hari, mengetahui niat puasa bahasa Jawa merupakan hal yang penting. Jika mengetahui artinya secara jelas dalam bahasa sehari-hari, seseorang akan lebih mantap menjalankan niatnya. Oleh karena itu, untuk mengetahui arti dari lafal Arab yang sering kalian ucapkan, silahkan pelajari niat puasa bahasa Jawa untuk mendapatkan kemantapan hati.

Jika kalian merupakan orang Jawa, maka sudah selayaknya kalian menyimak berbagai niat puasa bahasa Jawa yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

 

1. Niat Puasa Bahasa Jawa Bulan Ramadan

Bacaan niat puasa Ramadan dalam bahasa Arab latin

"Nawaitu shauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita'ala"

Bacaan niat puasa bahasa Jawa "Niat insun poso ing dina sesuk saking anekani fedhune wulan Romadhon taun iki, kerono Allah ta'aala."

Niat puasa Ramadan baik itu diucapkan dalam hati maupun dilafalkan dengan lisan, dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa. Ini berbeda dengan niat puasa sunnah yang dapat diucapkan pada pagi hari atau hari ketika berpuasa. Pembacaan niat puasa Ramadan sering kali dilakukan bersama-sama selepas tarawih. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Indonesia, sebagai langkah preventif untuk melakukan kewajiban meniatkan puasa, sebelum akhirnya melakukan puasa di keesokan harinya.

Menjalankan puasa Ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam yang mukallaf. Di balik kewajiban tersebut, terdapat berbagai manfaat terkait kedekatan seorang muslim terhadap Allah. Dalam Maqashidus Shaum, Izzudin bin Abdis Salam mengumpulkan banyak riwayat Nabi tentang manfaat dan hikmah ibadah puasa dan manfaat puasa, yaitu:

1. Meningkatkan ketakwaan.

2. Menghapus dosa.

3. Mengendalikan syahwat.

4. Memperbanyak sedekah.

5. Menyempurnakan ketaatan.

6. Meningkatkan rasa syukur.

7. Mencegah diri dari perbuatan maksiat.

 

2. Niat Puasa Bahasa Jawa Senin Kamis

Niat Puasa Hari Senin

Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa

Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta'ala."

Niat puasa bahasa Jawa: "Aku arep pasa dina Senen, sunnah amarga Allah ta'ala."

Niat Puasa Hari Kamis

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta'ala."

Niat puasa bahasa Jawa: "Aku arep pasa dina Kemis, sunnah amarga Allah ta'ala."

Berkaitan mengenai waktu membacanya, niat puasa pada hari Senin Kamis ini tidak wajib dilakukan pada malam sebelum menjalankan puasa tersebut. Setelah mengetahui lafal niat puasa bahasa Jawa, alangkah lebih baik jika kalian juga mengetahui keutamaan menjalani puasa Senin Kami.

Hadis riwayat Abu Hurairah menjelaskan tentang keutamaan puasa Senin dan Kamis:

"Bahwasanya Nabi saw lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Amalan-amalan manusia diajukan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang apabila amalan saya (pada hari tersebut) dan saya berpuasa pada hari tersebut." [HR. Ahmad dari Abu Hurairah]

Dari hadis tersebut jelas disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering melakukan puasa hari Senin dan Kamis. Rasulullah sering berpuasa Senin Kamis karena amalan-amalan manusia diajukan kepada Allah pada dua hari tersebut. Syekh Bujairimi dalam karyanya Attajrid Linaf'il Abid, Hasyiyah ala Fathil Wahhab mengatakan:

Ungkapan "Di saat aku sedang berpuasa" maksudnya, berdekatan dengan aktivitas puasa. Karena, amal perbuatan diperlihatkan selepas matahari terbenam saat orang sudah membatalkan puasanya. Syekh Bujairimi kemudian memberikan keterangan tambahan:

Pemberitahuan: amal perbuatan seseorang diperlihatkan di hadapan Allah SWT pada hari Senin dan hari Kamis. Di hadapan para nabi, ayah, dan ibu yang bersangkutan sendiri, amal diperlihatkan pada hari Jumat. Sementara di hadapan Rasulullah, amal seseorang diperlihatkan setiap hari. Dari hadis dan kitab tersebut jelaslah betapa istimewanya niat melakukan puasa Senin Kamis dan imbalan pahala ibadah sunnah yang akan didapatkan bagi siapa saja yang mengerjakannya.

 

3. Niat Puasa Bahasa Jawa Weton

Jenis puasa ini dibagi menjadi tiga, yaitu puasa satu hari penuh, puasa tiga hari, dan puasa tujuh hari tanpa putus atau dilakukan secara berturut-turut. Karena dipercaya sebagai salah satu tradisi Kejawen, niat puasa bahasa Jawa juga dipakai dalam puasa weton ini. Berikut ini niat puasa bahasa Jawa,

"Niat Ingsung pasa ing dina kelahiran tanpa mangan tanpa ngombe kangge (sebutkan hajat/keinginan) kerono Allah Ta'ala"

Artinya, "Aku niat berpuasa pada hari kelahiran untuk mendapatkan (sebutkan hajat) karena Allah Ta'ala."

Meskipun dianggap sebagai tradisi Kejawen, puasa ini banyak dijalankan oleh umat Islam untuk memperingati hari lahir.

Niat puasa weton ini tidak boleh diniatkan dengan "nawaitu shauma weton", sebab dalam syariah Islam belum ditemukan ijtihad semacam itu.

Namun, dia melanjutkan bahwa puasa weton juga bukan berarti diharamkan. Puasa weton masih bisa dikategorikan dalam puasa sunnah secara umum dengan memantapkan hati untuk niat puasa karena Allah di hari tersebut. Dari Sa'id RA, dia berkata,

"Aku pernah mendengar Nabi SAW bersabda:

"Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah SWT menjauhkan dirinya dari neraka selama tujuh puluh tahun." (Dalam Shahih al- Bukhari (2685) dan Shahih Muslim (1153).

Setelah mengetahui cara melafalkan niat puasa bahasa Jawa beserta ketentuan mengenai puasa weton, kalian juga perlu mengetahui keutamaan yang mengiringinya.

1. Meningkatkan kepekaan batin

Orang-orang yang melakukan puasa ini secara rutin dan dilakukan dengan tata cara yang baik dan benar dapat menajamkan kepekaan spiritual atau mata batin.

2. Tubuh menjadi lebih sehat

Puasa kelahiran juga dapat membuat tubuh lebih sehat. Pasalnya, durasi puasanya sama dengan puasa Ramadhan yaitu dimulai dari sahur dan diakhiri dengan berbuka.

3. Mental lebih kuat

Puasa ini dapat membangun mental yang kuat bagi mereka yang melaksanakannya. Tidak hanya dengan menahan nafsu, puasa ini juga menahan emosi serta harus senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki. Hal ini dapat membuat pikiran lebih jernih dan mental menjadi lebih kuat.

4. Menjauhkan diri dari kesialan

Orang-orang yang merasa mendapat kesialan karena lahir pada weton yang neptu-nya kurang baik dapat melakukan puasa lahiran karena dipercaya puasa ini dapat melindungi diri dari kesialan.

5. Mengabulkan doa dan harapan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, puasa lahiran dipercaya dapat mengabulkan doa dan harapan bila dilakukan dengan tata cara yang benar dan niat yang tulus.

Itulah beberapa niat puasa bahasa Jawa yang bisa kalian ketahui. Jika kalian orang Jawa, melafalkan niat dengan tahu artinya bisa mendatangkan kepuasan tersendiri. Dengan mengetahuinya, semoga bisa menambah kemantapan hati dalam melaksanakan ibadah puasa.

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI