Derita Penyakit Saraf Selama 50 Tahun, Hidup Stephen Hawking Lampaui Prediksi Dokter

Rabu, 14 Maret 2018 13:50 Penulis: Wulan Noviarina
Derita Penyakit Saraf Selama 50 Tahun, Hidup Stephen Hawking Lampaui Prediksi Dokter
Stephen Hawkings ©AFP

Kapanlagi Plus - Hari ini dunia berduka atas berpulangnya Fisikawan dunia, Stephen Hawking. Ia meninggal dunia di usia 76 tahun, lebih dari 50 tahun dari prediksi umurnya seperti perkiraan dokter.

Prediksi ini diumumkan dokter setelah Hawking divonis menderita penyakit saraf Amyotropical Lateral Sceloris (ALS). Peneliti ternama ini mulai menderita penyakit saraf yang membuatnya lumpuh itu sejak ia berusia 21 tahun.

Kala itu, dokter memperkirakan bahwa kemungkinan Hawking bertahan hidup hanya selama dua tahun saja. Namun ternyata prediksi dokter meleset jauh. Hawking bertahan hingga lebih dari 50 tahun, dan ia meninggal dunia di usia senja.

Dilansir dari Liputan6.com, penyakit saraf yang diderita Hawking terjadi pada tahun 1963 dan membuatnya mengalami degenerasi progresif pada sel dan jaringan. Selain itu penyakit ini juga membuat sel saraf pengendali gerakan otot untuk mengunyah, berjalan, bicara dan bernapas mengalami kematian. Sejak saat itulah, Hawking lumpuh dan ke mana-mana harus menggunakan kursi roda yang didorong oleh orang lain.

Stephen Hawking bertahan selama 50 tahun dari penyakit ALS ©splashnewsStephen Hawking bertahan selama 50 tahun dari penyakit ALS ©splashnews


Tidak ada yang tahu pasti bagaimana Hawking bisa bertahan dari ALS selama puluhan tahun. Namun sebagian peneliti mengamati bahwa perkembangan penyakit ALS ini tergantung pada masing-masing individu.

Rata-rata penderita memiliki harapan hidup selama maksimal 3 tahun. Namun pada 20 persen penderita ternyata bisa bertahan selama 5 tahun. Sepuluh persen penderita bisa bertahan 10 tahun, dan 5 persen penderita bertahan selama 20 tahun atau lebih.

Kasus Hawking sendiri sangat istimewa bila dibandingkan dengan penderita ALS lainnya. Karena ia bertahan selama lebih dari 50 tahun. Jauh melampaui para penderita ALS yang pernah ada.

(kpl/lip/phi)

Editor:

Wulan Noviarina



MORE STORIES




REKOMENDASI