Ebola Adalah Penyakit Akibat Virus Mematikan, Ketahui Gejala dan Cara Penularannya

Penulis: Puput Saputro

Diterbitkan:

Ebola Adalah Penyakit Akibat Virus Mematikan, Ketahui Gejala dan Cara Penularannya
Ilustrasi (credit: freepik)

Kapanlagi.com - Sejak akhir tahun 2019 lalu, dunia dilanda wabah penyakit yang disebabkan serangan virus corona covid-19. Hingga sampai saat ini, persebaran virus ini pun masih belum bisa terkendali. Covid-19 bukanlah satu-satunya wabah penyakit yang disebabkan virus. Sebelumnya, penyakit ebola yang juga disebabkan infeksi virus. Ebola adalah penyakit berbahaya yang bisa mengancam keselamatan manusia.

Persebaran wabah ebola ditemukan di beberapa wilayah di benua Afrika. Virus penyebab ebola tergolong mematikan. Bahkan dilansir dari liputan6.com, data WHO menunjukkan bahwa persentase kematian penyakit ebola rata-rata mencapai 50%. Sama halnya penyakit disebabkan virus lainnnya, ebola adalah penyakit yang bisa menyebar dan menular dengan mudah.

Meski tidak menyebar sampai ke luar benua Afrika, rasanya tetap penting untuk mengetahui seluk beluk penyakit yang satu ini. Selain sebagai pengetahuan tambahan, tentu saja bisa sebagai langkah antisipasi. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan mengenai ebola adalah penyakit yang mematikan.

1. Apa Itu Virus Ebola?

Seperti yang disinggung sebelumnya, ebola merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Adapun virus yang menyebabkan penyakit ebola adalah jenis keluarga Ebolavirus dan Filoviridae. Lebih mendetail, keluarga dari virus Filoviridae mencakup tiga genera, yaitu Cuevavirus, Marburgvirus, dan Ebolavirus. Kemudian dalam genus Ebolavirus terdapat enam spesies, yaitu Zaire, Bundibugyo, Sudan, Hutan Tai, Reston, dan Bombali.

Menurut data WHO, virus Ebola ditemukan pada hewan primata Afrika, seperti monyet, gorila, dan simpanse. Kasus infeksi virus ebola pertama kali ditemukan pada 1976 di dekat Sungai Ebola yang sekarang menjadi Republik Demokratik Kongo. Setelah itu, virus menular dari satu orang ke orang lainnya hingga akhirnya menyebabkan terjadinya wabah di beberapa bagian negara di Afrika.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Gejala Ebola

Setelah mengetahui apa itu virus ebola, kalian juga perlu tahu gejala-gejala dari inveksi virus mematikan ini. Gejala infeksi virus ebola bisa muncul dalam rentang waktu yang relatif panjang, yaitu antara 2 hingga 21 hari sejak terakhir kali kontak dengan virus. Selama rentang waktu itulah, penderita bisa mengalami berbagai gejala yang dapat muncul satu per satu atau bisa juga secara sekaligus.

Adapun beberapa gejala yang dialami penderita ebola adalah sebagai berikut.

1. Merasakan nyeri di bagian otot, sendi, dan perut.

2. Sakit kepala parah.

3. Demam tinggi.

4. Sakit perut.

5. Muncul gejala gastrointestinal termasuk diare dan muntah.

6. Tiba-tiba mengalami pendarahan atau memar tanpa penyebab yang jelas.

3. Cara Penularan Virus Ebola

Selain pengertian dan gejala-gejalanya, informasi yang tak kalah penting mengenai ebola adalah cara penularannya. Sebab, dengan mengetahui cara penularan inilah kalian bisa lebih berjaga-jaga atau berantisipasi jika hal-hal buruk terjadi.

Secara umum cara penularan virus ebola adalah melalui kontak langsung, khususnya antara manusia dengan hewan yang terjangkit virus. Adapun hewan-hewan yang berpotensi bisa menjadi medium dari virus antara lain yaitu monyet, kera, simpanse, kelelawar, dan sejenisnya.

Selain melalui kontak langsung antara manusia dan hewan, ternyata ebola juga bisa menular antar manusia. Namun, tak serta merta setiap kontak langsung antarmanusia yang bisa menyebabkan tertular ebola. Untuk memahami cara penularan virus ebola, simak ulasan berikut ini:

1. Secara langsung bersentuhan dengan cairan tubuh (darah, air seni, air liur, keringat, feses, muntahan, ASI, dan ari mani) dari seseorang yang terinfeksi virus Ebola.

2. Secara langsung bersentuhan dengan cairan tubuh yang dikeluarkan oleh hewan pembawa virus Ebola.

3. Secara langsung bersentuhan dengan benda atau peralatan medis yang terkontaminasi oleh virus Ebola, misal lewat cairan tubuh dari pasien penderita atau orang yang meninggal akibat virus Ebola.

4. Kontak dengan air mani pria yang telah sembuh dari penyakit virus Ebola, yaitu melalui aktivitas seksual. Pasalnya, virus ebola akan masih berada pada cairan tubuh pasien meskipun telah dinyatakan sembuh dari penyakit ebola.

4. Cara Mencegah Virus Ebola

Untuk terhindar dari virus ebola, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Cara ini bisa diterapkan di keseharian sebagai langkah antisipasi. Adapun cara mencegah virus ebola adalah sebagai berikut.

1. Menghindari kontak dengan darah dan cairan tubuh hewan yang berpotensi membawa virus ebola secara langsung.

2. Menghindari kontak dengan darah dan cairan tubuh orang lain, khususnya yang baru saja berpergian ke daerah wabah ebola.

3. Menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan tubuh.

4. Tidak menghadiri pemakaman orang yang meninggal karena Ebola

Itulah di antaranya ulasan mengenai ebola adalah salah satu penyakit karena virus yang mematikan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)