Facebook Bohong Soal Data Iklan Video dan Menutupi Masalah Ini Dari Klien?

Kamis, 18 Oktober 2018 08:45 Penulis: Rahmi Safitri
Facebook Bohong Soal Data Iklan Video dan Menutupi Masalah Ini Dari Klien?
Mark Zuckerberg © AFP


Kapanlagi Plus - Iklan adalah salah satu pendapatan tersebar buat orang-orang yang bekerja di bidang internet dan sejenisnya. Iklan bisa dalam bentuk apapun termasuk video. Facebook pun juga mengandalkan pemasang iklan video sebagai salah satu pendapatan mereka.

Banyak hal pastinya yang membuat orang-orang memasang iklan dalam bentuk video. Facebook punya banyak pengguna di seluruh dunia sehingga kesempatan sebuah iklan untuk dilihat users-nya semakin besar. Tak heran kalau banyak orang yang memasang iklan mereka di media sosial satu ini. Tapi sayangnya nih Facebook sempat membuat pemasang iklan kecewa.

Tahun 2016 lalu, Facebook bilang kalau rata-rata waktu pengguna menonton video iklan mendadak meningkat dengan sendirinya karena ada kesalahan dalam sistem metrik yang mereka pakai. Kata Facebook, metrik yang mereka pakai cuma bisa mendeteksi tampilan video yang dilihat lebih dari tiga detik.

Intinya gara-gara kesalahan metrik ini, mereka jadi melebih-lebihkan rata-rata waktu pengguna menonton video iklan hingga 60 - 80% dan kejadian ini berlangsung selama dua tahun. Banyak pemasang iklan yang kecewa dan meminta Facebook untuk memberikan penjelasan lebih detail, karena merasa dirugikan dan artinya iklan mereka tak dilihat orang sebanyak itu di Facebook.

"Metrik harusnya menunjukkan total waktu yang dihabiskan pengguna untuk menonton video dibagi dengan jumlah total orang yang memutar video, tapi sayangnya metriknya tidak berfungsi dengan benar. Kami baru menemukan kesalahan dalam cara kami menghitung salah satu metrik video kami. Kesalahan ini telah diperbaiki dan tidak berdampak pada biaya, kami juga sudah mengabari partner," kata Facebook kala itu, seperti dilansir dari Wall Street Journal.

1. Dituntut

Kejadian tersebut ternyata tak membuat banyak orang tinggal diam. Beberapa agen sosial media bergabung untuk melaporkan kesalahan Facebook ini dengan melayangkan gugatan di pengadilan California pada Oktober 2016. Alasan mereka melaporkan karena Facebook dianggap tidak memberikan penjelasan detail tentang masalah ini.

Dua tahun setelah kejadian, ada kabar yang cukup membuat terkejut. Seperti yang disebutkan Facebook sebelumnya, kesalahan metrik menyebabkan perhitungan waktu rata-rata pengguna menonton video menjadi 60%-80% lebih besar dari seharusnya. Tapi menurut laporan terbaru seperti yang dilansir dari CNBC, kesalahan yang disebabkan metrik itu sebenarnya 150% sampai 900% (bukan 60% - 80% seperti yang disebutkan Facebook).

Tuntutan yang dilayangkan kepada Facebook juga menyebutkan sebenarnya kesalahan ini sudah terjadi sejak Januari 2015 tapi FB baru mengetahuinya Agustus 2016. Mereka pun menyelesaikan kesalahan ini dan baru meminta maaf kepada publik sebulan kemudian.

2. Tanggapan Facebook

Dalam pernyataan lewat email kepada CNBC Facebook menyatakan kalau gugatan ini tidak berdasar dan mereka telah mengajukan permohonan untuk menolak klaim ini.

"Anggapan kalau kami mencoba menyembunyikan masalah ini kepada klien kami adalah salah. Kami memberi tahu pelanggan soal masalah ini setelah menemukannya dan memberikan update di Help Center untuk menjelaskan masalahnya," kata pihak Facebook.

Well, stay tuned untuk kasus ini ya! Terutama buat KLovers yang rajin menggunakan Facebook.

(kpl/pit)

Editor:

Rahmi Safitri



MORE STORIES




REKOMENDASI