Grab Resmi Jadi Decacorn, Apa Bedanya dengan Unicorn dan Hectocorn?

Rabu, 13 Maret 2019 06:08 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Grab Resmi Jadi Decacorn, Apa Bedanya dengan Unicorn dan Hectocorn?
(c) shutterstock

Kapanlagi Plus - Masyarakat Indonesia lagi ramai ngomongin soal decacorn. Bukan cemilan yang biasa kamu nikmati saat nonton bioskop, ya. Decacorn ini erat kaitannya dengan bisnis digital, yaitu ‘pangkat' elit yang disandang oleh startup yang valuasinya mampu mencapai USD 10 miliar.

Siapa yang punya pangkat ini? Siapa lagi kalau bukan Grab. Layanan ride-hailing ini sukses menjadi decacorn pertama, bukan cuma di negeri asalnya Malaysia, tapi juga Asia Tenggara.

Keberhasilan ini nggak lepas dari kerja keras dan strategi bisnis yang apik dari Grab. Khususnya usai mengakuisisi Uber untuk kawasan operasional Asia Tenggara. Dengan cara tersebut, Grab kini mampu menjalankan bisnisnya di delapan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Asal kamu tahu, startup level decacorn pastinya beda dengan unicorn yang saat ini sering kamu dengar dari berbagai media. Decacorn itu kesuksesannya 10 kali lebih besar dari unicorn yang valuasinya berkisar pada USD 1 miliar. Nggak heran kalau decacorn juga sering disebut sebagai super unicorn.

Lalu, adakah perusahaan dengan valuasi lebih tinggi dari decacorn? Ternyata ada, lho. Hanya segelintir perusahaan saja yang masuk di tahap hectocorn. Bahkan dalam setahun, cuma tercipta 1 atau 3 hectocorn baru saja. Ini karena valuasi yang dibutuhkan untuk mencapai level super elit ini adalah USD 100 miliar.

Tentunya, butuh perjuangan ekstra keras untuk mencapai tingkatan hectocorn. Bagaimana dengan Grab? Asalkan mampu menjaga kualitas pelayanan dan inovasi tanpa henti, nggak ada yang mustahil untuk menjadi startup super elit di jajaran hectocorn.

(kpl/zki)



MORE STORIES




REKOMENDASI