Hanya Meninggalkan Payung, Balita di Malang Terbawa Arus Selokan Yang Sangat Deras dan Belum Ditemukan

Selasa, 11 Februari 2020 13:40 Penulis: Canda Dian Permana
Hanya Meninggalkan Payung, Balita di Malang Terbawa Arus Selokan Yang Sangat Deras dan Belum Ditemukan
Balita terbawa arus selokan © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Balita di Kabupaten Malang diduga terbawa arus air hujan di selokan depan rumahnya. Rafa Alfarisi (3,5) hanya meninggalkan sebuah payung di lokasi kejadian, sementara korban hingga saat ini belum ditemukan.

Kapolsek Karangploso Polres Malang, AKP Efendy Budi Wibowo mengatakan, saat kejadian hujan lebat hingga membuat aliran air sekitar rumah korban cukup deras. Selokannya memang kecil tetapi cukup dalam untuk ukuran bocah 3,5 tahun.

Korban yang saat itu bersama neneknya, berhasil keluar rumah dengan membawa payung. Korban mencari Pak Dhenya, sementara neneknya mematikan kompor ke dapur.

"Pagarnya sudah ditutup, tapi masih ada celah atau belum seluruhnya tertutup. Kemudian keluar sambil membawa payung, dia bilang mencari Pak Dhenya. Sementara nenek ini mematikan kompor," kata AKP Efendy Budi Wibowo di Balaidesa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (11/2).

1. Korban Tak Ditemukan Lagi

Begitu sang nenek keluar dari dapur, korban sudah tidak ditemukan di lokasi dan diduga terbawa arus selokan. Hanya ditemukan payung yang sebelumnya digunakan untuk bermain di sekitar selokan.

"Kita hanya menduga anak ini terpeleset kemudian terbawa arus. Setelah kejadian, sepanjang selokan sudah kering, korban tidak ditemukan," katanya.

Korban tinggal di Perumahan Griya Permata Alam Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Lokasi selokan dengan sungai Bodo berjarak sekitar 100 meter, sehingga diduga korban sudah terbawa arus sungai. Sudah dilakukan penyisiran sepanjang selokan, namun tidak juga ditemukan.

Komandan Tim Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Ainul Makhdin mengatakan, tiga SRU (Search and Rescue Unit) menyisir aliran sungai Bodo. Tim pertama menyusuri sepanjang 1,5 Km dari lokasi kejadian, Tim II sampai jembatan Telaga 3 dan tim lain menyusuri dari telaga sampai jembatan babakan yang berjarak sekitar 2 Km.

"Modelnya penyisiran atau penyelaman. Semalam sudah melihat lokasinya. Medannya jeram, kalau dam kita sisir manual pakai tubing atau ban. Pencarian maksimal 7 hari ke depan," katanya.

2. Pencarian Melibatkan Tim SAR Gabungan

SRU pertama melakukan penyisiran sejauh 1,5 kilometer hingga sampai di daerah jembatan Pertamanan. SRU kedua dan ketiga melanjutkan penyisiran sejauh satu kilometer hingga sampai di daerah jembatan Bukit Palem dan daerah Lowoksari.

Pencarian terjauh kurang lebih 5,5 Km dari TKP sampai ke posisi terakhir. Pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan dengan personil sekitar 60 orang dan bekerja secara shift sejak semalam.

Upaya pencarian Rafa di sungai Bodo ini melibatkan banyak pihak, di antaranya tim Kantor SAR Surabaya, Koramil Karangploso, Koramil Karangploso, SAR Mahameru, PMI kabupaten Malang, Satria Rescue, Relawan Malang Raya, PSC 119, SAR MTA Malang, SAR Penanggungan dan organisasi relawan SAR lain di Malang.

(kpl/dar/nda)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI