Insiden Terorisme di London di Abad ke-21, Ada Yang Digagalkan

Kamis, 23 Maret 2017 10:18 Penulis: Agista Rully
Insiden Terorisme di London di Abad ke-21, Ada Yang Digagalkan
© istimewa

Kapanlagi Plus - Tindakan terorisme merupakan salah satu kriminal skala besar. Terorisme sendiri berarti adalah tindak kekerasan yang disengaja untuk menciptakan rasa takut di dalam masyarakat demi mencapai tujuan politik atau ideologi tertentu. Namun di era modern arti terorisme bergeser menjadi tindakan kriminal skala besar yang mengancam keselamatan masyarakat.

Kemarin (22/03) telah terjadi insiden terorisme di depan gedung Parlemen London. Dalam aksi tersebut, pelaku teror menabrakkan kendaraan ke trotoar dan melakukan penusukan pada seorang anggota polisi hingga meninggal. Pelaku teror ini diberitakan meninggal setelah mendapatkan tembakan dari aparat keamanan.

Aksi terorisme yang terjadi di depan gedung Parlemen London kemarin (22/03) © metro.co.ukAksi terorisme yang terjadi di depan gedung Parlemen London kemarin (22/03) © metro.co.uk

Aksi terorisme di London ini rupanya bukan yang pertama kalinya terjadi. Kota London sering menjadi langganan aksi terorisme sejak abad ke-18 tepatnya pada tahun 1800-an. Sebagian besar aksi terorisme terjadi karena perbedaan kepentingan politik. Di abad ke-21 sendiri, telah terjadi setidaknya 8 aksi kriminal yang dikategorikan sebagai terorisme. Apa saja dan dimana saja? Simak penjelasan berikut.

1. Pengeboman di Tahun 2005

Terjadi serangkaian aksi pengeboman pada tahun 2005 di kota London © Global ResearchTerjadi serangkaian aksi pengeboman pada tahun 2005 di kota London © Global Research

Pada tahun 2005, terjadi dua aksi pengeboman di London. Yang pertama terjadi pada 7 Juli 2005, terdapat serangkaian bom bunuh diri yang terjadi di stasiun kereta bawah tanah Liverpool, Russell Square, Stasiun Kings's Cross, dan stasiun Paddington. Pengeboman pertama ini dilakukan oleh 4 orang Inggris mualaf. Jumlah korban pada aksi ini mencapai 700 orang termasuk 52 orang meninggal.

Tak berselang lama sebuah aksi pengeboman terjadi lagi pada tanggal 21 Juli 2005. Meski demikian aksi terorisme satu ini tidak berhubungan dengan aksi teror yang terjadi dua minggu sebelumnya. Beruntung aksi pengeboman yang terjadi ini tidak menyebabkan ledakan super besar yang menimbulkan korban.

2. Dua mobil mencurigakan di tahun 2007

Dua tahun setelah teror Bom bunuh diri, ditemukan dua bom yang terletak di dalam mobil. Bom ini disertai dengan gas canister dan paku. Beruntung dua bom yang ditemukan oleh polisi Kota London ini tidak meledak dan menimbulkan korban. Diduga aksi percobaan terorisme ini berkaitan dengan serangan yang terjadi di Bandar Udara Glasgow beberapa hari berikutnya.

3. Pembunuhan Lee Rigby

Lee Rigby, seorang tentara Inggris yang meninggal terbunuh setelah diserang dua orang pria © wikipedia.comLee Rigby, seorang tentara Inggris yang meninggal terbunuh setelah diserang dua orang pria © wikipedia.com

Seorang tentara Inggris bernama Lee Rigby, diserang oleh dua orang Michael Adebolajo dan Michael Adebowale di bagian tenggara Kota London pada tahun 2013. Diketahui bahwa dua penyerang ini membunuh sang tentara dengan senjata tajam hingga meninggal. Motif aksi penyerangan yang menewaskan satu orang dan melukai dua orang ini diduga adalah pembalasan terhadap keberadaan tentara Inggris di negara Islam.

4. Penyerangan untuk membela Suriah

Tahun 2015 terdapat seorang pria yang melakukan serangan membabi buta di Leytonstone Station dan berteriak Tahun 2015 terdapat seorang pria yang melakukan serangan membabi buta di Leytonstone Station dan berteriak "Untuk Suriah!" © express.co.uk

Selang dua tahun dari kematian Lee Rigby, seorang pria melukai sejumlah orang di Leytonstone tube station. Pria yang membawa senjata tajam tersebut menyerang sambil berteriak, "Ini untuk Suriah!". Insiden ini lalu dilaporkan sebagai salah satu tindakan terorisme.

5. Penggagalan Aksi Terorisme

Oktober 2016 lalu, polisi Inggris berhasil menggagalkan aksi terorisme di Greenwich Utara © express.co.ukOktober 2016 lalu, polisi Inggris berhasil menggagalkan aksi terorisme di Greenwich Utara © express.co.uk

Tidak semua peristiwa terorisme berhasil terjadi di London, ada salah satu aksi yang berhasil digagalkan. Kurang dari satu tahun yang lalu, tepatnya pada Oktober 2016 polisi Kota London berhasil mencegah aksi bom bunuh diri di Greenwich Utara. Percobaan terorisme ini dilakukan oleh seorang penumpang mencurigakan yang membawa sebuah tas yang penuh dengan kabel dan jam alarm. Bila tidak digagalkan bisa jadi aksi ini menelan banyak korban.

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI