Kisah Mahasiswi Indonesia Yang Meninggal di Jerman, Harusnya Nikah Desember Nanti

Kisah Mahasiswi Indonesia Yang Meninggal di Jerman, Harusnya Nikah Desember Nanti
Shinta Putri © merdeka.com

Kapanlagi.com - Beberapa hari terakhir ini ramai di media sosial soal kisah tragis dari salah satu mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jerman. Dia adalah Shinta Putri Dina Pertiwi (26 tahun) yang berasal dari Malang, Jawa Timur.

Shinta meninggal dunia akibat tenggelam setelah berenang di Danau Trebgas Badesse, Bayreuth, Bavaria, Jerman. Kabar duka ini jadi perbincangan di media sosial setelah penggalangan dana untuk memulangkan jenazah Shinta banyak mendapat banyak retweet di Twitter.

Untungnya pihak perwakilan pemerintah Indonesia, KJRI Frankfurt, cepat tanggap dengan kejadian naas ini. Menurut pernyataan tertulis KJRI Frankfurst, mereka sudah mendatangi Bayreuth untuk menemui pihak Kepolisian dan aparat lokal serta melakukan koordinasi dengan Kantor Catatan Sipil setempat untuk memperlancar proses penerbitan surat kematian.

"Pada Senin, 13 Agustus, proses autopsi tengah dilakukan oleh otoritas setempat. Selanjutnya, KJRI Frankfurt tengah menunggu hasil autopsi dimaksud. Pemulangan jenazah termasuk dalam hal pembiayaan pemulangan jenazah akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tulis pihak KJRI, seperti dilansir dari merdeka.com.

1. Berita Meninggalnya Shinta

© merdeka.com

Shinta kuliah di Universitas Bayreuth, Jerman dan dikabarkan meninggal dunia Kamis (9/8). Korban bersama-sama temannya berenang di danau yang berada di kawasan kompleks kampus.

Saat itu seorang teman mengabarkan tentang korban yang mandi dan tenggelam. Saksi yang tidak ikut berenang, begitu khawatir setelah dua jam menunggu dan korban tidak kunjung keluar.

Akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas sebelum kemudian melapor pada kepolisian setempat.

Rabu (8/8) pukul 16.30 waktu setempat, kepolisian mulai melakukan pencarian hingga pukul 01.30 dini hari tersebut tidak membuahkan hasil. Jenazah ditemukan keesokan harinya, Kamis (9/8) sekitar pukul 5 sore.

(Irma Darmawangsa Resmi Menikah dengan Irfan Sebastian, Maharnya 50 Gram Emas)

2. Kuliah Shinta di Jerman

Almarhumah Shinta kelahiran 1 November 1993. Dia adalah alumni SMAN 7 Malang yang memutiskan untuk menempuh pendidikan jurusan kedokteran di Universitas Leipzig. Setelah itu dia melanjutkan konsentrasi pendidikan spesialis forensik di Universitas Bayreuth.

Setelah kabar meninggalnya tersebar, rumah Shinta di Malang pun ramai didatangi media. Sang ibu, Ummi Salamah, juga bersedia menerima wawancara di rumahnya, Jalan Raya Bandulan Gang 12, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dari sang ibunda diketahui kalau sang putri ini sebentar lagi wisuda dan berencana lanjut kuliah program doktor. Yang membuat banyak orang ikut sedih adalah almarhumah Shinta juga akan menikah pada Desember mendatang.

3. Kisah Shinta dan Calon Suami

© merdeka.com

Menurut sang ibunda, Shinta berencana menikah dengan sang kekasih yang sama-sama orang Malang dan sedang menempuh pendidikan S3 di Jerman. Calon suami Shinta adalah lulusan ITB yang bertemu dengan mendiang saat sedang survei tempat kuliah di Jerman.

"Sama-sama Arema, sama-sama cocok akhirnya. Sudah suka-sama suka. Saya juga sudah setuju, selama ini saya demokratis, Anak belajar di mana saya persilakan, mau menikah juga karena sudah waktunya," jelas ibu Ummi Salamah.

Pernikahan Shinta rencananya akan digelar di Kota Malang. Shinta yang berencana melanjutkan kuliah ke jenjang doktor setelah wisuda pendidikan spesialisnya ini juga berniat langsung kembali ke Jerman setelah menikah untuk kuliah lagi. Sayangnya semuanya itu tinggal harapan.

4. Keluarga Minta Penggalangan Dana Dihentikan

Keluarga Shinta rupanya tahu kalau ada penggalangan dana agar jenazah putrinya bisa segera dipulangkan. Mereka lalu meminta agar donasi tersebut dihentikan karena semua biaya pemulangan jenazah akan ditanggung pihak Kementerian Luar Negeri hingga sampai ke Jakarta. Selanjutnya dari Jakarta ke Malang akan diambil alih oleh keluarga.

"Ketua PPI (Perstuan Pelajar Indonesia) sempat telepon meminta izin penggalangan dana. Saya minta tidak usah saja, karena sudah ditanggung oleh Kemenlu, dari mana-mana juga minta izin tetapi saya bilang tidak usah," kata Ummi Salamah.

Keluarga pun tidak berniat mengambil uang yang sudah dikumpulkan oleh sejumlah pihak tersebut. Kalaupun nanti diserahkan akan langsung disumbangkan ke panti asuhan atau lembaga sosial lainnya.

"Akan kita sumbangkan ke sekolah-sekolah dhuafa, yatim piatu, yayasan pendidikan untuk orang miskin. Shinta juga peduli dengan kegiatan seperti itu, kalau disumbangkan mungkin dia akan ikut senang," katanya.

5. Jenazah Shinta Akan Dipulangkan Besok (16/8/2018)

Akhirnya ada kepastian kapan jenazah Shinta akan dipulangkan ke Indonesia pada Kamis (16/8/2018) setelah urusan administrasi selesai. Saat ini mendiang tengah disemayamkan di sebuah rumah duka.

Pemulangan jenazah Shinta memerlukan waktu karena proses autopsi yang memang prosedurnya cukup ketat. Proses ini harus dilalui, karena dikhawatirkan adanya indikasi tindak kriminal.

"Kalau sampai ke situ (kriminal) mungkin pulangnya tidak jadi Jumat. Makanya saya berdoa semoga ini bukan tindak kriminal, mudah-mudahan hanya kecelakaan sehingga jenazah bisa segera pulang ke Indonesia. Kasihan juga jasadnya," katanya.

Untungnya hasil autopsi yang dikeluarkan oleh pihak keamanan setempat, korban dinyatakan meninggal murni karena kecelakaan. Hasil autopsi disampaikan Selasa (14/8) pukul 15.00 WIB melalui teman-teman korban.

Rest in peace, Shinta!

(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)

(mdk/pit)

Rekomendasi

Trending