Korsleting Listrik, Permainan Paris Swing di Malang Roboh dan Memakan Korban

Senin, 10 Juni 2019 10:50 Penulis: Ayu Srikhandi
Korsleting Listrik, Permainan Paris Swing di Malang Roboh dan Memakan Korban
ilustrasi © videoblocks.com


Kapanlagi Plus - Wahana permainan Paris Swing atau kursi gantung di arena pesta rakyat di Kabupaten Malang roboh saat sedang beroperasi dan banyak pengunjung. Akibat kejadian tersebut lima penumpangnya menjadi korban dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Robohnya permainan kursi gantung di arena pasar malam di Stadion Luar Kanjuruhan itu diduga dipicu korsleting listrik. Sejumlah saksi, baik dari pengelola maupun penumpang telah dimintai keterangan atas kejadian tersebut.

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djuariyah mengatakan, wahana pasar rakyat atau pasar malam beroperasi secara keliling dan milik pengusaha asal Kediri. Selama beroperasi di Stadion Kanjuruhan, memboyong sejumlah wahana dan beroperasi mulai pukul 17.00 WIB. Insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB.

 

 

1. Permainan Mendadak Berhenti

"Saat itu aliran listrik mati yang menyebabkan mesin penggerak wahana permainan terhenti pada saat kecepatan (melaju) sedang. Kursi terbang saat itu berisi sebanyak 12 penumpang," kata AKP Ainun Djuariyah, dalam keterangannya Senin (10/6).

Karena mesin penggeraknya mati atau mendadak berhenti, sebagian anak-anak atau penumpang yang menaiki wahana tersebut turun dari tempat duduknya. Mereka mengira permainan sudah selesai, kendati sebagian masih bertahan di tempat duduknya.

Namun ternyata aliran listriknya mati dan seorang teknisi spontan berusaha memperbaikinya. Petugas teknisi pun berhasil dan permainan kembali menyalakan dan berputar.

"Akibatnya wahana tersebut memutar kembali dalam keadaan kecepatan tinggi. Karena sebagian anak yang menaiki wahana sudah turun dan wahana berputar dalam kecepatan tinggi, menyebabkan wahana tersebut hilang keseimbangan dan roboh ke sebelah selatan," jelasnya.

2. Korban Luka-Luka

Saat kejadian 7 orang dari 12 penumpang sudah turun dari tempat duduknya. Tinggal 5 orang penumpang yang masih bertahan di tempat duduk.

Akibat kejadian tersebut lima orang menjadi korban masing-masing Yosifa Nesaa Fariska Dewi (12), Halatus Sakdiyah (20), Azarah Nursifa Nabila (10), Royana Billgis Anjani (12), Biola Dewi Sefitriya (19).

Korban Halatus Sakdiyah mengaku mengalami sesak di dada dan leher belakang bengkak. Korban harus melakukan rontgen untuk mengetahui kondisi dan perawatan lebih lanjut. Sedangkan Royana Billgis Anjani mengalami bengkak di bagian kaki kanan. Sedangkan 3 korban lainnya sudah diperbolehkan untuk pulang.

Pasar rakyat atau pasar malam kerap digelar secara berkeliling dengan mengambil lokasi di lapangan desa atau lokasi keramaian tertentu. Insiden kecelakaan kursi terbang tersebut terjadi Sabtu (8/6) pukul 20.30 WIB. Sejumlah netizen pun sempat mengupload videonya.

(kpl/dar/jje)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI