Kronologi di Balik Hilangnya Nining Sunarsih Selama 1,5 Tahun Yang Ternyata Rekayasa

Sabtu, 07 Juli 2018 13:44 Penulis: Mita Anandayu
Kronologi di Balik Hilangnya Nining Sunarsih Selama 1,5 Tahun Yang Ternyata Rekayasa
Nining © Liputan6.com/Mulvi Muhammad

Kapanlagi Plus - Selama seminggu ini, publik dibuat geger dengan ditemukannya Nining (53) di Pelabuhanratu oleh pihak keluarga. Awal mulanya perempuan yang bernama panjang Nining Sunarsih itu dikabarkan hilang tenggelam pada 8 Januari 2017 lalu. Selama 1,5 tahun berlalu keluarga akhirnya menemukan Nining setelah sang ayah mendapatkan mimpi secara terus-menerus.

Polisi pun mengungkap misteri hilangnya Nining selama 1,5 tahun itu. Banyak fakta yang terungkap setelah polisi memeriksa beberapa saksi dari pihak keluarga Nining. Berikut kronologi hilangnya Nining selama 1,5 tahun.

1. Terungkap Hilangnya Nining Selama 1,5 Tahun Adalah Rekayasa

Setelah memeriksa beberapa saksi dari pihak keluarga Nining, polisi pun memastikan kabar hilangnya Nining selama 1,5 tahun karena tenggelam di Pelabuhanratu, Sukabumi, adalah rekayasa.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota AKP Ana Ratnadewi mengatakan, hasil pemeriksaan didapati bahwa saudara J mendapat telepon yang mengaku bernama saudara H untuk menjemput Nining di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

"Namun sesuai arahan Saudara H untuk diberitahukan kepada keluarganya melalui mimpi," kata Ana dalam keterangannya di Polresta Sukabumi, Jumat (6/7/2018).

"Bahwa sesuai keterangan saudara D adik saudari Nining, bahwa Nining tidak tenggelam di laut Palabuhanratu, melainkan pergi dengan sendirinya pada saat berekreasi di pantai Palabuhanratu," imbuh Ana.

2. Nining Alami Depresi Berat

Nining alami depresi berat © Liputan6.com/Mulvi MuhammadNining alami depresi berat © Liputan6.com/Mulvi Muhammad

Tim medis RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi telah memeriksa kejiwaan Nining Sunarsih (53). Keluarga mengklaim, Nining linglung setelah tenggelam di Pelabuhan Ratu dan hilang selama 1,5 tahun.

Dokter Kejiwaan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Tommy Hermansyah, mengungkap hasil diagnosis, sementara Nining mengalami depresi berat. Diagnosa itu didasarkan pada beberapa gejala, yakni kendala komunikasi, keluarnya air mata, dan gerakan mulut.

"Setelah saya periksa, status fisiknya normal. Setelah itu jiwanya dari status psiatrikus atau mentalisnya, Beliau mengalami depresi berat dengan ciri psikotik atau psikosis. Saya lihat tadi, terkadang mulutnya seperti bicara sendiri," ujar Tommy dalam jumpa pers di RSUD R Syamsudin SH, Rabu (4/7/2018).

Untuk penanganan medis lanjutan, kata Tommy, Nining akan dipindahkan ke Ruang Kemuning rumah sakit itu. Dokter akan mengobservasi lebih dalam kondisi kejiwaannya, serta memberikan obat antidepresan dan antipsikosis.

"Sementara itu masih kami pasang infus, karena si ibunya masih sulit jika disuapi makan," ujar Tommy.

Biasanya, kata Tommy, kondisi psikis pasien dengan gejala serupa berkembang lebih baik dalam perawatan selama dua hingga tiga minggu. Namun, juga ditentukan dari kondisi pribadi pasien sendiri.

"Mudah-mudahan bisa seperti pasien lain, bisa sembuh," ucap Tommy.

3. Motif Rekayasa Nining Tenggelam

Barang Bukti rekayasa Nining tenggelam © Liputan6.com/Mulvi Muhammad Barang Bukti rekayasa Nining tenggelam © Liputan6.com/Mulvi Muhammad

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa sembilan orang saksi. Tiga diantaranya dianggap sebagai saksi kunci, salah satunya adik Nining berinisial D.

Susatyo menjelaskan skenario menghilangnya Nining didalangi oleh Nining sendiri bersama seseorang. Nining menginisiasi skenario ini karena terbelit hutang. Nining dikenal sebagai orang yang mengumpulkan tabungan warga. Uangnya terpakai, Nining pun terpaksa meminjam ke bank.

"Untuk menutup bank itu lah dibuat skenario seolah-olah Nining hilang tenggelam dalam kegiatan piknik bersama keluarga," tutur Susatyo.

Dari masalah itulah akhirnya disambut dengan membuat skenario bahwa saat rekreasi Nining dikabarkan hilang tenggelam. Drama hilangnya Nining ini pun dimulai dari Januari 2017 dan berakhir pada Juni 2018. Keluarga menjemput Nining di Pantai Pelabuhanratu. Hal ini disampaikan oleh Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota AKP Ana Ratnadewi di Sukabumi, Jumat (6/7/2018).

Namun, proses penjemputan Nining dibumbui drama. Salah seorang sanak saudara Nining meminta mengabarkan ke pihak keluarga bahwa Nining minta dijemput melalui pesan di mimpi.

"Bahwa sesuai keterangan saudara D adik saudari Nining, bahwa Nining tidak tenggelam di laut Palabuhanratu, melainkan pergi dengan sendirinya pada saat berekreasi di pantai Palabuhanratu," ujar Ana.

(kpl/lip/mit)

Editor:

Mita Anandayu



MORE STORIES




REKOMENDASI