Kwame Akoto-Bamfo, Gambarkan Derita Human Trafficking Afrika Lewat Seni Ukir Patung

Rabu, 16 Mei 2018 16:03 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Kwame Akoto-Bamfo, Gambarkan Derita Human Trafficking Afrika Lewat Seni Ukir Patung
(credit : instagram.com/artselects)

Kapanlagi Plus - Seni selalu punya acara unik untuk mengungkapkan pesannya. Baik melalui bentuk 2D ataupun 3D. Dimana salah satu contohnya adalah patung.

Seperti yang kita tahu bahwa patung adalah bentuk seni 3D yang memiliki volume. Dengan kata lain kita bisa menyentuhnya. Bahkan merasakan bentuknya dengan sangat jelas. 

(credit : instagram.com/artselects)(credit : instagram.com/artselects)

(credit : instagram.com/artselects)(credit : instagram.com/artselects)

Mulai dari patung berbentuk monumen hingga manusia pastilah memiliki makna dibalik pembuatannya. Sebut saja patung momumen. Patung monumen dibangun sedemikian rupa dengan maksud untuk memperingati suatu kejadian atau sebagai wujud penghargaan untuk seseorang.

Sama halnya dengan patung manusia. Patung manusia kerap kali dibuat dalam bentuk menyerupai aslinya. Dan tak menutup kemungkinan bahwa patung manusia dibuat sebagai bentuk penghormatan, apresiasi, atau bahkan belas kasihan. Contohnya saja patung-patung berikut ini!

Sebuah akun Instagram bernama @artselects merupakan sebuah akun yang merangkum berbagai macam karya seni di dunia, termasuk patung. Kemarin akun ini mengunggah sebuah post seperti biasa. Namun ada yang berbeda dari postnya kali ini. Jika biasanya akun ini mengunggah foto karya seni yang terkesan ceria atau lucu, kemarin kesan penderitaan justru terasa begitu kental.

Adalah sebuah multiple post yang terdiri dari 6 buah foto bergambar patung yang menjadi sumber dari kesan penderitaan tersebut. Pada 6 buah foto tersebut kalian akan melihat sejumlah patung manusia laki-laki dan perempuan, bahkan anak kecil yang menyedihkan.   

(credit : instagram.com/artselects)(credit : instagram.com/artselects)

(credit : instagram.com/artselects)(credit : instagram.com/artselects)

Semua foto tersebut merupakan bentuk rasa iba terhadap suatu kejadian masa lalu bernama Transatlantic Slave Trade. Transatlantic Slave Trade merupakan suatu kejadian dimana 10 sampai 12 juta rakyat Afrika dibawa pergi dari negerinya dan diperdagangkan secara paksa. Kejadian di abad ke-16 sampai abad ke-19 itu menjadikan Amerika sebagai lokasi tujuan para rakyat Afrika tersebut diperjual-belikan. Dimana mereka akan dibawa dengan sebuah kapal besar melewati Samudra Atlantic untuk menuju Amerika. Karena itulah peristiwa ini disebut Transatlantic Slave Trade.

Jika diperhatikan patung-patung ini dibuat dari tanah liat yang dicat dengan warna hitam. Pada bagian leher, tangan, dan kakinya diberi rantai yang dibiarkan berkarat dengan sendirinya karena diterpa panas dan hujan.

Mereka juga digambarkan tak mengenakan busana lain, selain sehelai kain yang menutupi organ vital bagian bawahnya saja. Lihat pula ekspresi wajah mereka yang lesu, sedih, dan tak berdaya. Parahnya lagi ada sebuah patung wanita yang menggendong seorang bayi laki-laki yang menangis. 

(credit : instagram.com/artselects)(credit : instagram.com/artselects)

(credit : instagram.com/artselects)(credit : instagram.com/artselects)

Dilihat dari jarak yang lebih jauh, sosok patung wanita itu terlihat mengarahkan tangannya ke arah patung lelaki di depannya. Seolah-olah ia sedang minta tolong. Sedangkan patung laki-laki ini sendiri juga 'dikunci' dengan sejumlah rantai di tubuhnya.

Adapun patung laki-laki dan wanita di atas yang terlihat duduk berjongkok. Dilihat dari ekspresi wajahnya mereka sudah pasrah dan tak tahu bagaimana caranya untuk menyelamatkan diri. Seakan mereka dipaksa dan diancam sehingga tak berani berbuat apa-apa.

Ialah Kwame Akoto-Bamfo, seniman patung di baik kesedihan ini. Ia adalah seorang pematung asal Afrika, tepatnya dari Ghana. Menurut info yang tertulis, Bamfo mendedikasikan patung-patungnya ini untuk mengenang kejadian perdagangan manusia yang terjadi ratusan tahun yang lalu itu. Kini hasil karyanya sedang dipamerkan di Museum National Memorial for Peace and Justice yang terletak di Montgomery, Alabama. 

(kpl/ren)



MORE STORIES




REKOMENDASI