LMK KCI Bagikan Royalti Sebesar Rp 5,3 Miliar Untuk Para Pencipta Lagu

Rabu, 28 Agustus 2019 13:00 Penulis: Guntur Merdekawan
LMK KCI Bagikan Royalti Sebesar Rp 5,3 Miliar Untuk Para Pencipta Lagu
Lembaga Manajemen Kolektif Karya Cipta Indonesia © Dokumentasi Pribadi


Kapanlagi Plus - Sekitar 3000 pencipta lagu di Tanah Air, entah itu pemilik hak cipta maupun ahli warisnya baru-baru ini mendapatkan hak royalti dari Lembaga Manajemen Kolektif Karya Cipta Indonesia (LMK KCI). Jumlah royalti yang didistribusikan untuk tahun ini mencapai angka Rp 5,3 miliar.

Angka tersebut mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang jumlahnya sekitar Rp 4,6 miliar. Seperti diketahui, dana tersebut didapat dari pengumpulan royalti sepanjang  tahun 2018, yang lantas dibagikan tahun ini. Jumlah ini juga sudah termasuk pajak pendapatan di dalamnya.

"Walaupun royalti mereka khusus di bidang performing right, ini masih sangatlah kecil jika dibanding dengan negara sesama ASEAN. Namun kami tetap menaruh optimis, sebab pemerintah juga menaruh perhatian akan hal ini. Hal itu juga dibuktikan dengan merevisi UU Hak Cipta yang lama menjadi UU nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta," jelas Ketua Umum KCI, Dharma Oratmangun saat bertemu para media di kantor KCI, kawasan Cipete Jakarta Selatan,  pada Selasa (26/8/19).

"Tidak itu saja, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri yang berhubungan dengan izin operasional LMK dan revisi tentang besaran tarif. Bahkan, nantinya akan ada juga Peraturan Menteri tentang distribusi Royalti melalui LMK dan LMKN maka kondisi kegiatan Performing Rights di Indonesia diyakini semakin membaik dan mendekati azas-azas keadilan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh semua pihak, baik itu pencipta lagu, penyanyi maupun para musisi," tambah Dharma.

1. \'SATU PINTU\'

Belum lama ini, LMK juga telah menjalin sebuah kesepatakan bersama Lembaga Manajemen Kolekting Nasional (LMKN) terkait manajemen bernama 'SATU PINTU'. Kerjasama ini bahkan sudah diakui dan disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.

"Dalam pertemuan LMK dan LMKN di Bali beberapa waktu lalu, telah disepakati bahwa penyelenggaraan kolekting dilakukan melalui Manajemen 'SATU PINTU' yang dikoordinasikan oleh LMKN (Lembaga Manajemen Kolekting Nasional) yang telah dibentuk dan dilantik oleh Menteri Hukum dan HAM," jelas Enteng tanamal.

"Sesuai dengan tagline KCI, yaitu 'Pertama dan Terpercaya', maka sebagai LMK pertama yang telah berpengalaman selama 26 tahun melaksanakan kegiatan manajemen kolektif di Indonesia bersedia memberikan advice baik berbentuk teknis maupun pendistribusian kepada manajemen 'SATU PINTU' ini bersama-sama dengan LMK lainnya dan dikoordinasikan dengan LMKN," tambah Enteng.

2. Mempermudah Pembayaran Loyalti

Lisa A Riyanto, putri dari almarhum Aloysius Riyanto mendukung penuh dihadirkannya manajemen bernama 'SATU PINTU' tersebut. Seperti diketahui, Lisa juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris di KCI.

"Saya berharap dengan manajemen 'SATU PINTU' ini nantinya bisa mempermudah bagi para pengguna untuk membayar royalti, mereka cukup membayar ke LMKN saja. Sementara untuk penggunanan lagu atau lisensi, mereka tetap harus meminta izin kepada LMK, kemudian LMK berkoordinasi dengan LMKN," tutup Lisa.

(kpl/far/gtr)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi



MORE STORIES




REKOMENDASI