Marak Pungli Bantuan Sosial Tunai (BST), Aparat Siap Tindak Tegas Para Pelaku

Selasa, 10 Agustus 2021 08:00 Penulis: Iwan Tantomi
Marak Pungli Bantuan Sosial Tunai (BST), Aparat Siap Tindak Tegas Para Pelaku
credit via shutterstock.com

Kapanlagi Plus - Bantuan Sosial Tunai (BST) kembali diberikan oleh pemerintah untuk meringankan beban hidup masyarakat, terutama bagi yang mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi ini.

Sayangnya kabar kurang sedap turut mengikuti, di mana BST ini ternyata marak dijadikan ajang pungli oleh beberapa oknum. Pemerintah pun bakal menindak tegas para pelaku pungli BST.

Banyak Laporan Pemotongan BST di Sejumlah Daerah

credit via Shutterstock.com/Harris Hamdancredit via Shutterstock.com/Harris Hamdan

Tindakan tegas mulai dilakukan pemerintah, menyusul ditemukannya laporan terkait pemotongan BST di sejumlah daerah. Pemerintah akan menindak tegas oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan pungutan liar BST.

"Segera laporkan ke pihak berwajib jika penerima BST dimintakan imbalan atau dipungut biaya agar dapat menerima BST tersebut," tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Senin (9/8/2021).

BST yang Diterima Masyarakat Harus dalam Jumlah Penuh

credit via Shutterstock.com/Izlan Somaicredit via Shutterstock.com/Izlan Somai

Lebih lanjut, Menkominfo mengatakan, pada program BST, masyarakat seharusnya menerima bantuan secara utuh tanpa ada potongan dan biaya apapun. Jika ada oknum tidak bertanggung jawab yang memotong atau memungut biaya kepada penerima manfaat atas BST yang diterima, segera laporkan kepada aparat penegak hukum.

"Pemerintah pastikan akan menindak tegas oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menarik pungutan atau meminta imbalan kepada penerima manfaat BST atas bantuan yang diterimanya," ujarnya.

Penyaluran BST Akan Diawasi Lebih Ketat

credit via Shutterstock.com/Denis Moskvinovcredit via Shutterstock.com/Denis Moskvinov

Menkominfo juga memastikan, dalam pelaksanaan penyaluran BST, pemerintah akan mengawasinya dengan ketat agar masyarakat dapat menerima dan mendapatkan manfaatnya. Menurutnya, penyaluran BST kepada masyarakat oleh pemerintah tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi, khususnya pada masa PPKM.

Menteri Johnny juga menjelaskan, pemerintah telah menggelontorkan berbagai macam bantuan, salah satunya adalah BST, sebesar Rp300 ribu per bulan. Untuk periode Mei dan Juni 2021 akan dibagikan dua bulan sekaligus hingga total bantuan yang diterima 600 ribu rupiah per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Adapun rincian detailnya, lanjutnya, Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 10 juta KPM sebesar Rp300.000/bulan/KPM untuk bulan Mei dan Juni, dengan pencairan pada bulan Juli 2021. Anggaran BST mendapatkan tambahan dana bagi 5,9 juta KPM yang akan disalurkan selama 4 bulan, yakni Juli hingga Desember 2021.

"Dengan demikian, secara total, BST ditujukan bagi 15,9 juta KPM dengan anggaran Rp 24,54 triliun. Penyaluran BST ini dilakukan melalui PT Pos Indonesia," ujar Menkominfo Johnny.

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI