Mengetahui Keutamaan dan Niat Puasa Syawal, Berapa Hari Sebenarnya?

Penulis: M Rizal Ahba Ohorella

Diterbitkan:

Mengetahui Keutamaan dan Niat Puasa Syawal, Berapa Hari Sebenarnya?
Ilustrasi berdoa (credit: pexels.com)

Kapanlagi.com - Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri, puasa Syawal muncul sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Topik ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang penasaran tentang durasi puasa ini, tata cara niatnya, serta keutamaannya yang luar biasa.

Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, dimulai dari tanggal 2 hingga 7 Syawal. Perlu diingat, tanggal 1 Syawal adalah hari raya Idul Fitri, sehingga puasa pada hari itu dilarang. Siapa yang sebaiknya memahami hal ini? Tentu saja, semua umat Muslim yang ingin meraih pahala berlipat ganda dan menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan.

Bagi yang bertanya, "Berapa hari puasa Syawal?" jawabannya adalah enam hari. Namun, tidak ada kewajiban untuk melaksanakannya secara berturut-turut. Meskipun melaksanakan puasa secara berurutan di awal bulan Syawal dianggap lebih utama oleh sebagian ulama, menjalankannya secara terpisah di bulan Syawal tetap akan mendatangkan pahala.

Keutamaan puasa Syawal sangatlah besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa pahala puasa ini setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh! Oleh karena itu, memahami seluk-beluk puasa Syawal adalah hal yang penting bagi setiap Muslim.

Mengetahui durasi dan keutamaan puasa Syawal bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Puasa Syawal menjadi penyempurna ibadah Ramadhan dan merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Simak ulasan lengkapnya di Kapanlagi.com, Selasa (25/3/2025). Jangan lewatkan kesempatan berharga ini!

1. Berapa Hari Puasa Syawal?

Puasa Syawal yang berlangsung selama enam hari di bulan Syawal menjadi momen istimewa bagi umat Muslim, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan lalu melanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala setara dengan berpuasa selama setahun.

Meskipun idealnya puasa ini dilakukan secara berturut-turut, beberapa ulama, termasuk Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, mengizinkan pelaksanaannya secara terpisah, memberikan keleluasaan bagi umat yang mungkin memiliki kesibukan.

Para ulama Nahdlatul Ulama (NU) menyarankan agar puasa ini dilakukan antara tanggal 2 hingga 7 Syawal, tetapi tetap memberikan fleksibilitas selama masih dalam bulan tersebut.

Namun, penting untuk diingat bahwa bagi mereka yang memiliki hutang puasa Ramadhan, menyelesaikan qadha puasa adalah prioritas utama sebelum melaksanakan puasa Syawal, mengingat puasa qadha adalah kewajiban, sementara puasa Syawal bersifat sunnah.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Bacaan Niat Puasa Syawal dan Artinya

Sebelum memulai puasa Syawal, ada satu hal penting yang perlu kita perhatikan niat. Meskipun niat puasa cukup dilakukan dalam hati, melafalkannya dengan suara bisa menambah kekhusyukan dan keyakinan kita.

Niat ini sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum kita berpuasa atau di pagi hari sebelum matahari terbit. Berikut adalah bacaan niat puasa Syawal maupun artinya.

Untuk niat puasa malam hari, kita bisa mengucapkan: "Nawaitu shauma ghadin 'an ad'i sunnatis Syawwli lillhi ta'l," yang berarti "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Sementara itu, untuk niat di pagi hari, kita bisa mengucapkan: "Nawaitu shauma yawmi hadza 'an ad'i sunnatis Syawwli lillhi ta'l," yang artinya "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT."

Mari kita sambut bulan Syawal dengan niat yang tulus!

3. Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal, yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, bukan hanya sekadar melanjutkan tradisi setelah Ramadhan, tetapi juga merupakan jembatan untuk meraih pahala luar biasa, setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh!

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, kita diajak untuk mengisi enam hari di bulan Syawal dengan puasa, sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT selama bulan suci.

Selain menjadi penyempurna ibadah Ramadhan, puasa Syawal juga melatih kita untuk tetap disiplin dalam beribadah dan menjaga ketaqwaan.

Dengan niat yang tulus, setiap tetes peluh dalam puasa ini akan mendatangkan pahala berlipat ganda, sekaligus mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta.

Jadi, mari kita manfaatkan kesempatan berharga ini untuk meningkatkan kualitas spiritual kita dan meraih keberkahan yang tiada tara!

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rao)