Migrain Bukan Sekadar Pusing Biasa! Holywings Peduli Ajak Warga Bandung Lebih Peduli Kesehatan

Migrain Bukan Sekadar Pusing Biasa! Holywings Peduli Ajak Warga Bandung Lebih Peduli Kesehatan
Holywings Peduli gelar seminar dan cek kesehatan gratis di Bandung (Credit: Dok Pribadi)

Kapanlagi.com - Migrain sering dianggap cuma sakit kepala biasa yang bakal hilang sendiri setelah istirahat. Padahal, kondisi ini bisa berdampak cukup besar terhadap aktivitas dan kualitas hidup sehari-hari. Berangkat dari kepedulian tersebut, Holywings Peduli menggelar cek kesehatan massal gratis dan seminar kesehatan bertema 'Kenali Migrain, Kendalikan Gejalanya untuk Hidup Lebih Berkualitas' di Superhouse Paskal, Bandung, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Migrain Sedunia ini diikuti ratusan warga Kelurahan Pasir Kaliki dari berbagai usia. Sejak pagi, peserta tampak antusias mengikuti seminar edukasi sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia.

1. Migrain Ternyata Bisa Ganggu Produktivitas Sehari-hari

Selain mendapatkan edukasi seputar migrain, peserta juga bisa menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi langsung dengan tenaga medis.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Holywings Peduli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya terkait migrain yang masih sering dianggap sepele.

"Migrain seringkali dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas sehari-hari. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sekaligus mendorong deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan melalui pemeriksaan gratis," ujar Andrew Susanto.

Dalam sesi seminar, Ivana Lola, dokter narasumber dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta menjelaskan bahwa migrain merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan nyeri kepala berdenyut, umumnya pada satu sisi kepala. Kondisi ini juga bisa disertai mual, muntah, hingga sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Migrain bahkan dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Pemicunya pun beragam, mulai dari stres, kurang tidur, perubahan hormon, hingga pola makan yang tidak teratur.

"Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan neurologis yang paling sering menyebabkan penurunan kualitas hidup. Dengan menjaga pola tidur, mengelola stres, berolahraga secara rutin, dan menghindari faktor pemicu, risiko kekambuhan migrain dapat ditekan secara signifikan," jelas dr Ivana Lola, Minggu (14/6).

(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)

2. Banyak Dialami Usia Produktif, Migrain Perlu Diwaspadai

Migrain menjadi salah satu jenis sakit kepala yang paling umum terjadi di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa gangguan sakit kepala memengaruhi sekitar 40 persen populasi global, sementara migrain menjadi salah satu penyebab utama disabilitas neurologis.

Di Indonesia sendiri, prevalensi migrain diperkirakan mencapai sekitar 11–12 persen populasi. Menariknya, kondisi ini lebih sering dialami perempuan dibanding laki-laki dan banyak terjadi pada kelompok usia produktif 25–55 tahun. Tak heran jika migrain kerap berdampak pada performa kerja maupun aktivitas sehari-hari.

Salah satu peserta seminar, Wati (39), mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

"Saya baru mengetahui bahwa kurang tidur dan stres bisa menjadi pemicu utama migrain. Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan pemeriksaan kesehatan gratis ini juga sangat membantu masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya," ujar Wati.

3. Tak Hanya Edukasi, Warga Juga Diajak Seru-seruan Lewat Pesta Rakyat

Keseruan acara tidak berhenti di sesi kesehatan saja. Holywings Peduli juga menghadirkan berbagai aktivitas hiburan yang dikemas dalam konsep Pesta Rakyat bekerja sama dengan Superhouse dan Tembak Langit Paskal.

Warga Pasir Kaliki diajak mengikuti berbagai perlombaan seru, mulai dari permainan ketangkasan melempar bola berhadiah ponsel dan paket sembako, lomba estafet gelas yang menguji kekompakan tim, hingga karaoke bersama yang sukses mencairkan suasana.

Lewat kombinasi seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, dan hiburan yang menyenangkan, Holywings Peduli ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial bisa hadir dengan cara yang dekat dan mudah diterima masyarakat. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa langkah sederhana dalam edukasi kesehatan dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup masyarakat ke depannya.

(Nycta Gina panen kritikan dari netizen karena postingan Instagram Story-nya.)

(kpl/gtr)

Rekomendasi

Trending