Potret Kemiskinan Di Balik Indahnya Surga Wisata Raja Ampat

Selasa, 26 September 2017 08:59 Penulis: Tyssa Madelina
Potret Kemiskinan Di Balik Indahnya Surga Wisata Raja Ampat
Raja Ampat © The Jakarta Post

Kapanlagi Plus - Keindahan Raja Ampat seolah masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong di seluruh dunia. Mengunjunginya, mata seolah dimanjakan oleh hamparan pemandangan di ujung timur Indonesia. Indahnya hamparan pasir putih pantai yang dikelilingi lautan berwarna biru jernih dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya menjadi surga bagi penikmat keindahan alam.

Tak sedikit yang harus digelontorkan demi menikmatinya. Dolar demi dolar rela dikucurkan demi menyaksikan secara langsung keindahan semesta yang terletak di Papua ini. Namun, siapa sangka, dibalik popularitasnya ternyata masih ada warga miskin yang tak kena imbas atas hasil kekayaan Raja Ampat?

Jauh di Waisai sana, masih ada jerit tangis warga yang terpaksa dibekap oleh kemiskinan. Entah kemana hasil kekayaan Raja Ampat saat ini? Hingga akhirnya warga Waisai pun harus menangis, menggigit jari berselimut gelap setiap malam.

Potret kemiskinan di Papua © Tabloid JubiPotret kemiskinan di Papua © Tabloid Jubi

Waisai, hanya berjarak sekitar dua jam dari Raja Ampat. Namun ironisnya, tak ada sarana pendidikan yang memadai. Tak ada pasokan listrik yang mencukupi. Ketersediaan air bersih? Seolah hanya impian bagi mereka.

Kontras sekali dengan Raja Ampat yang menarik puluhan ribu turis setiap tahunnya. Pembangunan hotel yang kian digenjot. Serta pelabuhan-pelabuhan baru yang terbentang di kawasan seluas 67 kilometer persergi tersebut. Tak sepeser pun hasil kekayaan dari wisata bahari tersebut dinikmati oleh penduduk Waisai. Miris.

Merasa kecewa dan dikhianati. Mungkin itulah yang dirasakan para penduduk Waisai saat ini. Tanah, air, hutan mereka direnggut paksa. Bahkan lebih parahnya, beberapa terumbu karang pun rusak karena ditubruk oleh kapal asing.

"Itu tanah kami, laut kami, yang sekarang jadi tujuan wisata kelas dunia, tapi kami tidak mendapat apa-apa dari banyaknya turis yang datang," keluh Paul Mayor, kepala suku Byak Betew di Raja Ampat.

Tak selamanya apa yang terlihat indah di luar akan terlihat indah juga di dalam. Terkadang kita harus melihat sisi lain di balik setiap keindahan yang ada. Ah, warga Waisai! Doa kami disini menyertaimu selalu.

(mdk/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI