Pastry Display, Event Kuliner Seru yang Memadukan Budaya Batak

Senin, 04 November 2019 14:39 Penulis: Wuri Anggarini
Pastry Display, Event Kuliner Seru yang Memadukan Budaya Batak
©Kemenparekraf

Kapanlagi Plus - Bicara soal daya tarik wisata di tanah air, kuliner jadi salah satu hal yang nggak bisa dilepaskan dari daftar destinasi. Tiap daerah di Indonesia punya kuliner khas yang selalu menarik buat dicicipi. Besarnya potensi daya tarik wisata kuliner di tanah air, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan menggelas event seru Pastry Display. Gelaran ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata, khususnya di Danau Toba.

Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa semester 5 Prodi Manajemen Patiseri (MPI) dengan mengusung tema "Sweet Colour and Pastry World Festival, Culture Fusion and Art" yang berlangsung di Hotel Achmad Tahir, Medan, Kamis (31/10).

Kegiatan ini menonjolkan budaya Batak yang diaplikasikan dalam bentuk Rumah Bolon (rumah adat Batak) serta Patung Sigale Gale dari coklat.

Rama Indra, Kepala Prodi MPI Poltekpar Medan, mengatakan, 'Pastry Display' merupakan salah satu realisasi pembelajaran teori, praktik dan pengalaman mahasiswa setelah sebelumnya mereka kuliah dan melakukan praktik kerja nyata.

"Pastry Display ini merupakan media pembelajaran untuk mahasiswa dalam menunjukkan skill yang mereka miliki, attitude dalam memberikan ide dan kreatifitas serta pengetahuan yang mereka miliki dalam bidang patiseri," kata Rama Indra.

Dikatakan Indra, pada awalnya para mahasiswa menentukan terlebih dahulu kue apa saja yang akan dibuat, resep dan bagaimana cara membuatnya. Kemudian bagaimana mengemas kue tersebut agar terlihat menarik. Bagian terakhir adalah mahasiswa harus membuat display kue-kue dengan kreatif.

Anwari Masatip, Direktur Poltekpar Medan, menambahkan, suksesnya acara ini akan memberikan inspirasi bagi mahasiswa middle dan basic untuk tahun berikutnya.

"Hal ini akan menjadi motivasi bagi para mahasiswa yang lain untuk terus berkarya dan memberikan ide kreatif selama proses pembelajaran mereka di kampus," kata dia.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani memberikan apresiasi dan mengatakan bahwa unsur praktik akan menjadikan ilmu yang didapatkan mahasiswa selama kuliah menjadi sempurna.

"Pastry Display ini akan memberikan wawasan dan pengetahuan lebih banyak bagi para mahasiswa. Selain itu juga menjadi realisasi dari pengalaman mereka saat melakukan praktik kerja nyata," sahutnya.

Menurut Giri, Poltekpar Medan harus menghasilkan sumber daya manusia pariwisata yang mumpuni untuk mendukung Pengembangan Kawasan Pariwisata, terutama Danau Toba yang merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo.

"Mengingat mereka sangat dekat (dengan Danau Toba), langkah ini sangat tepat, mahasiswa akan belajar kuliner patiseri lokal dan kuliner patiseri mancanegara," ujar Giri.

Dalam kegiatan ini turut diundang Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Sekola SMK Pariwisata di Kota Medan serta para orang tua mahasiswa untuk dapat melihat langsung hasil pembelajaran anak-anak mereka di kampus.

Hadir juga Chef Tubagus dari Grand Aston Hotel Medan, Chef Edi dari Hotel Harper Medan, dan Chef Dika dari Nikoi Island Bintan yang menjadi evaluator hasil kerja mahasiswa.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI