Pemilik Reklame Ajakan Pesta Miras di Malang Didenda Rp10 Juta

Kamis, 01 September 2022 21:24
Pemilik Reklame Ajakan Pesta Miras di Malang Didenda Rp10 Juta
Credit Foto:KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Pemilik reklame berisi ajakan pesta minuman keras (Miras) di Kota Malang divonis denda Rp10 Juta. Pemilik reklame atas nama Suharto dinyatakan bersalah dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring) yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang.

"Pemkot Malang berusaha menjaga ketertiban reklame di Kota Malang. Karena itu, kami juga memohon kepada semua pihak agar mematuhi aturan yang berlaku," kata Heru Mulyono, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Kamis (1/9).

1. 44 Orang di Sidang Pelanggaran Perda

Heru menguraikan sebanyak 44 orang di sidang dalam pelanggaran atas Perda Nomor 2 Tahun 2012. Sidang perkara tersebut merupakan hasil penyidikan pelanggaran Peraturan Daerah (perda) sepanjang Agustus 2022.

Dari jumlah 44 pelanggaran tersebut, 37 orang divonis melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Reklame, dan 7 orang pelanggar Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan.

"Pelanggarannya macam-macam, ada terkait reklame dan trantib," tegasnya.

2. Putusan Hakim

Hakim Pengadilan Negeri Malang menjatuhkan putusan kepada para pelanggar, termasuk pemilik bangunan reklame ajakan minum alkohol di Jalan Semeru tersebut.

Sebuah poster ajakan pesta minuman beralkohol sebelumnya mendadak menjadi sorotan warga Kota Malang. Poster yang terpasang di Kawasan Stadion Gajayana itu pun diturunkan Satpol PP.

3. Tulisan Dalam Poster

Poster tersebut menampilkan gambar perempuan bertuliskan Womens Day Private Party, Khusus Wanita Dewasa 18+. Selain itu juga memuat jargon 'Say No To Drugs, Say Yes To Alcohol. Poster dilengkapi akun media pemasangnya, @New_Twentylounge.

Sementara itu dalam sidangnya, hakim menyatakan masa berlaku Izin Mendirikan Bangunan (IMB) reklame telah mati sejak 26 April 2022 dan belum dilakukan perpanjangan. Hakim juga menilai isi konten ajakan minuman beralkohol meresahkan masyarakat luas dan bertentangan dengan norma agama, norma masyarakat dan undang-undang.

(kpl/dar/dyn)



MORE STORIES




REKOMENDASI