Prinsip Benci Tapi Cinta, Tips Menghadapi Bully-an Ala Pandji

Selasa, 28 Maret 2017 02:13 Penulis: Iwan Tantomi
Prinsip Benci Tapi Cinta, Tips Menghadapi Bully-an Ala Pandji
© instagram.com/pandji.pragiwaksono

Kapanlagi Plus - Bicara sosok Pandji Pragiwaksono, bukan saja aksinya sebagai komika yang dikenali. Pandji juga mulai melebarkan sayapnya di dunia akting. Terbukti, beberapa film yang diperankannya, seperti ‘COMIC 8' mampu meledak di pasaran.

Selain pada kedua bidang tersebut, belakangan Pandji juga acap muncul di ranah politik. Bukan sebagai calon pemimpin daerah dalam Pilkada, melainkan sebagai juru bicara. Tepatnya jubir Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Menariknya, Pandji melakukan sosialisasi juga di dunia maya. Baginya jejaring sosial, seperti Twitter dan Instagram adalah lahan subur untuk memikat pemilih pemula.

Meski tak sekali dua kali ia di-bully oleh netizen, tetapi hal tersebut ternyata bagian dari strategi lho. Pandji yang terkenal dengan gaya khasnya yang penuh canda dan kritis bakal melempar informasi singkat ke Twitter. Sementara bila ingin menyampaikan penjelasan secara visual, ia akan memilih menggunakan Instagram.

Walau tampak sengaja, nyatanya apa yang dilempar Pandji di media sosial dan berkaitan dengan kampanye sudah diatur oleh tim pemenangan Anies-Sandi. Termasuk apakah Pandji perlu bersikap aktif atau pasif dalam memberikan tanggapan juga sudah diatur.

Di sisi lain, Pandji punya pandangan berbeda dalam menyikapi bully-an netizen. Menurutnya bully  dan media sosial ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Ia pun tak pernah memblokir netizen yang bully dirinya.

Pandji menilai bully perlu diatasi dengan pendekatan, seperti diajak ngobrol. Selain itu ia meyakini bully  hanya sebatas berlalu di media sosial, sehingga Pandji menganggapnya biasa saja.

Trik itulah yang membuat Pandji berhasil menarik pemilih muda yang memang gemar bersosialisasi di dunia maya. Bahkan, dengan tips tersebut, Pandji juga tak pernah ada masalah dengan buzzer Ahok.

“Sampai kami merasa seperti ada hubungan benci tapi cinta,” pungkasnya.

(kpl/tmi)

Editor:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI