Resmi Jadi Decacorn, Grab Tingkatkan Teknologi Pemetaan di Indonesia

Sabtu, 16 Maret 2019 07:28 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Resmi Jadi Decacorn, Grab Tingkatkan Teknologi Pemetaan di Indonesia
(c) shutterstock

Kapanlagi Plus - Teknologi adalah keajaiban. Sebuah cara magis untuk mewujudkan hal-hal yang mustahil di masa lalu menjadi kenyataan di era sekarang. Beruntung, manusia zaman now punya kepandaian yang bisa memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan banyak orang. Beragam aktivitas yang dulunya seperti sulit untuk diwujudkan kini bisa kamu lakukan hanya dengan cara digital, menggunakan smartphone dan sentuhan tangan saja.

Misalnya, untuk mendapatkan jemputan transportasi. 10-15 tahun lalu, kamu harus berjalan menuju jalan raya untuk meraih angkutan-angkutan, seperti ojek atau mikrolet. Tapi dengan semakin berkembangnya teknologi, mendapatkan kendaraan pengantar semudah mengembangkan senyum. Cukup buka aplikasi Grab, lalu pesan dan tentukan pick-up point, maka sebuah kendaraan akan datang di titik tersebut untuk menjemputmu.

Ya, beberapa tahun silam, teknologi peta digital mungkin hanya bisa dimanfaatkan untuk menemukan jalan. Tapi mereka yang ingin peradaban manusia lebih maju kemudian berlomba untuk mengolah data-data yang ada untuk dijadikan sebagai sarana yang memudahkan kehidupan seperti Grab. Menyandang status sebagai decacorn nggak menyurutkan semangat aplikasi layanan transportasi online ini untuk berhenti berinovasi.

Suntikan dana yang membuat valuasi perusahaan ini mencapai USD 10 miliar bakal dimanfaatkan Grab untuk menambah titik-titik baru dalam aplikasi Grab. Disebutkan oleh Regional Operations Lead of Southeast Asia MapsOps Grab, Bayu Yanuargi, tim pemetaan Grab bakal bekerja keras untuk menambahkan titik jemput baru yang akurat demi kemudahan pengguna dan mitra-mitra Grab.

Dengan peningkatan teknologi pemetaan, diharapkan nggak ada lagi masalah yang merepotkan kedua pihak dalam menentukan titik jemput. Nantinya kamu bisa menandai lokasi penjemputan dengan lebih spesifik, misal, gerbang utara, pintu keluar selatan, dan lain-lain. Mitra pengendara Grab pun juga nggak perlu buang-buang waktu dan bensin demi menemukan lokasi penjemputan.

Bicara tentang MapOps, startup bikinan Bayu Yanuargi ini nggak hanya mengurusi titik jemput dan pemetaan lokasi di Indonesia saja. Tim ini bahkan sukses membangun dan mengembangkan sistem pemetaan Grab sebanyak 350.000 titik hijau yang tersebar di seluruh Asia Tenggara. Tapi diakui oleh Bayu bahwa Indonesia adalah negara pertama yang menjadi proyek pilot bagi tim MapsOps, sekaligus menjadi pasar terbesar dengan 250.000 titik hijau. Angka ini berarti 75% dari seluruh titik hijau yang tersebar di Asia Tenggara.

Semakin banyaknya titik hijau Grab menjadi alasan buat nggak lagi merasa khawatir jemputan lolos atau cancel gara-gara pengguna dan mitra pengendara gagal ketemuan. Sebuah langkah besar yang bakal menjadikan Grab lebih dari sekadar decacorn pertama dan terbesar di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

 

(kpl/xap)



MORE STORIES




REKOMENDASI