Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Siapkan 40 Tenaga Medis Khusus Untuk Tangani Pasien Suspect Corona

Selasa, 28 Januari 2020 10:08 Penulis: Louvina Gita
Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Siapkan 40 Tenaga Medis Khusus Untuk Tangani Pasien Suspect Corona
Tenaga medis disiapkan khusus untuk tangani pasien suspect corona. (credit: Kapanlagi.com/Darmadi Sasongko)


Kapanlagi Plus - Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang ditunjuk sebagai salah satu penerima rujukan pasien suspect (terduga) corona. Rumah sakit telah menyiapkan tim dokter dengan berbagai disiplin ilmu, termasuk fasilitas medis yang dibutuhkan.

"Kita sebagai tim sudah dibentuk melalui SK (surat keputusan) Direktur. Kita sudah menyiapkan. Kita punya ruangan yang dulu pernah digunakan untuk flu burung, itu ada 5 ruangan untuk menampung 5 pasien," kata dr Rezki Tantular, Sektretaris Tim Penyakit Infeksi Emergency dan Re-Emergency Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (27/1).

Tetapi, jelas Reski, jika rujukan pasien suspect melebihi dari ruangan tersebut, maka disiapkan ruang isolasi lain. Sementara akan menggunakan ruang 29 untuk menampung para pasien.

1. Ruang Isolasi Kapasitas 23 Orang

RSSA memiliki ruangan berkapasitas 23 tempat tidur yang dapat digunakan. Jumlah tersebut termasuk ruang isolasi jika nanti ditemukan pasien yang dinyatakan positif.

"Ruangan terdiri dari ruang isolasi, karena untuk menunggu pasien dinyatakan positif butuh waktu 2-3 hari yang dikirimkan ke BBLK. Di situ ada ruangan suspect, ruangan probable, ruang positif, yang kalau ditemukan gagal nafas ada ICU, untuk virus positif," jelasnya.

Tim secara keseluruhan berjumlah 30-40 orang tenaga medis, termasuk tenaga dokter. Dokter terdiri dari berbagai disiplin ilmu kedokteran dan selama di ruangan harus memakai pakaian khusus ala astronot.

"Kalau timnya sekitar 30 orang dokter, dengan multidisiplin, dari sepesialis paru, spealis anak, penyakit dalam, anastesi, mikrobiologi, radiologi, pantologi klinik, farmasi, gizi dan lain-lain. Kita satu tim termasuk perawat, 30-40 orang," jelasnya.

2. Gelar Simulasi

Anggota tim secara keseluruhan telah menggelar simulasi dari penerimaan pasien hingga penanganannya. Simulasi guna menyiapkan sebuah perlakuan khusus penanganan bagi pasien efeksi khusus.

RSSA akan melakukan pengambilan sample darah dari pasien suspect yang dirujuk dan selanjutnya pemeriksaan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Surabaya. Butuh waktu 2-3 hari untuk memastikan pasien suspect dinyatakan positif.

Namun sejak pasien diterima hingga dinyatakan positif dan penanganan akan dilakukan isolasi dengan fasilitas khusus. RSSA sendiri ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan suspect corona di Jawa Timur, selain Rumah Sakit dr Soedono Madiun dan RS dr Soetomo Surabaya.

(kpl/dar/lou)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI