Sesalkan Kasus Audrey, KPAI Tekankan UU SPPA Dalam Penuntasannya

Rabu, 10 April 2019 11:06 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati
Sesalkan Kasus Audrey, KPAI Tekankan UU SPPA Dalam Penuntasannya
Ilustrasi Perundungan (Credit: Shutterstock)


Kapanlagi Plus - Siapa nggak terhenyak dengan kasus pengeroyokan dan pelecehan yang dialami Audrey, gadis SMP asal Pontianak. Sejumlah seleb sudah menyatakan dukungan. Sementara itu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sesalkan kejadian ini.

"KPAI menyesalkan adanya kasus pengeroyokan terhadap anak dengan pelaku anak juga," kata Rita Pranawati, Wakil Ketua KPAI pada Liputan6.com kemarin (9/4).

Lebih lanjut, Rita nyatakan bahwa penyelesaian kasus Audrey ini harus dilandaskan pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) yang menyebutkan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) adalah anak pelaku, korban dan saksi.

Komisioner KPAI jelaskan, UU SPPA ini merupakan Undang-Undang yang berlandaskan pada prinsip 'Restorative Justice' atau pemulihan situasi anak pada kondisi semula.

1. Serahkan Pada KPPAD Kalbar

Selanjutnya, KPAI serahkan proses penanganan kasus ini pada KPPAD Kalbar. "Kepada korban, proses perlindungan dan rehabilitasinya harus dipastikan dan ini yang dilakukan saat ini oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar," kata Rita seperti dilansir Antara.

Nggak cuma berfokus pada korban, KPAI juga tegaskan bahwa UU SPPA juga harus digunakan untuk menindak pelakunya. Ya, seperti yang KLovers tahu para pelaku dalam kasus ini juga merupakan anak-anak yang masih di bawah umur.

2. Perhatikan Kesehatan Korban

Dilansir dari Liputan6.com, selain tegaskan soal UU SPPA, pihak KPAI juga meminta kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Retno Listyarti selaku Komisioner KPAI Bidang Pendidikan juga nyatakan kesehatan korban juga menjadi perhatian.

Menurutnya KPAI/KPPAD Pontianak akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pontianak untuk merehabilitasi kesehatan korban.

(kpl/tdr)



MORE STORIES




REKOMENDASI