Tak Hanya Donor Darah, PMI Yogyakarta Mulai Siapkan Pelayanan Plasma Konvalesen Covid-19

Minggu, 10 Januari 2021 13:11 Penulis: Nurul Wahida
Tak Hanya Donor Darah, PMI Yogyakarta Mulai Siapkan Pelayanan Plasma Konvalesen Covid-19
PMI Kota Yogyakarta (credit: Reporter/Nurul Wahida/)


Kapanlagi Plus - Sempat mengalami penurunan drastis, kegiatan donor darah PMI kota Yogyakarta mulai stabil kembali. Hingga kini jumlah pendonor darah rata-rata terhitung sekitar 100 orang dalam sehari. Menariknya baru-baru ini, PMI tak sekedar melayani kegiatan donor darah melainkan juga beberapa program lain termasuk mulai melakukan pelayanan plasma konvalesen pasien covid-19.

Kekhawatiran dan ketakutan untuk donor darah selama pandemi covid-19 menjadi salah satu alasan penurunan tersebut terjadi. Namun tak seperti yang dikhawatirkan masyarakat, menurut keterangan Wakabid IV Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik, Komunikasi dan Humas PMI Kota Yogyakarta, Munif Tauchid menyebutkan bahwa donor darah selama pandemi terbilang sangat aman justru menyehatkan selama pendonor tidak berpotensi memiliki gejala virus covid-19.

"Sangat aman donor darah saat pandemi, selama orang tersebut tidak punya potensi misalnya tidak dari luar kota. Kita ada screening juga darimana, selama sebelum donor sekian hari kemarin kemana aja itu ada, jadi kita nggak asal donor terus dilayani. Discreening untuk menjaga, insyaallah aman," terang Munif Tauchid, Wakabid IV bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik, Komunikasi dan Humas PMI Kota Yogyakarta, Sabtu, (12/12/2020).

Selain itu sejumlah kegiatan lain seperti layanan donor darah menggunakan mobil unit, kegiatan relawan, ataupun pelayanan pasien ke luar kota belum dapat dilakukan secara maksimal bahkan terhenti sementara.  Meski begitu menurut keterangan Munif Tauchid, dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, PMI Kota Yogyakarta masih terbilang cukup aman untuk stok darah yang dibutuhkan masyarakat.

"Penurunan lebih dari 50 persen, kita hanya paling ya tinggal 30 persen. Tapi Alhamdulillah untuk kota Jogja ini termasuk stok yang paling aman dibanding kabupaten lain di DIY. Kalo di nasional secara keseluruhan memang turun. Cuma ya intinya ada penurunan lebih dari 50 persen selama pandemi tapi sekarang alhamdulillah nggak lama, kita sudah mulai ada recovery," lanjutnya. 

 

1. Terapkan Protokol Kesehatan Donor Darah

Sejumlah protokol kesehatan seperti pengecekan suhu, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak diterapkan PMI Kota Yogyakarta bagi pendonor darah yang berniat melakukan transfusi darah. Sebab selama pandemi covid-19, PMI Kota Yogyakarta menghentikan sementara kegiatan donor darah menggunakan mobil unit. Kondisi ini berbeda dari sebelum pandemi yang justru lebih banyak mengandalkan mobil unit untuk melakukan kegiatan donor darah baik melalui instansi ataupun tempat publik lainnya.

"Begitu pandemi otomatis itu berhenti, maka kami hanya mengandalkan dari yang mau ke PMI. Di awal pandemi yang mau ke PMI agak sedikit sekali karena masih takut. Tapi, Alhamdulillah dengan kita melakukan protokol kesehatan, kita mencoba untuk tetep bisa menjaga banyak hal ya termasuk pengecekan suhu, dan sebagainya," sambung Munif Tauchid.

Pemanfaatan aula yang lebih luas untuk ruang tunggu pendonor dilakukan PMI Kota Yogyakarta agar sesuai dengan protokol kesehatan. Selain itu PMI Kota Yogyakarta juga memiliki rapid tes covid-19, untuk mengecek  ketika didapati pendonor memiliki gejala.

"Prosedur transfusi darah sama cuma ada pengecekan suhu, tetap sama cuma kita memposisikannya mereka yang nggak pakai masker kita kasih masker. Jaga jarak, protokol kesehatan, suhu tinggi kita tolak. Kalo kita nilai nanti ada gejala ya di rapid, karena kebetulan kita juga punya rapid di rapid," ungkapnya.

 

 

2. Mulai Persiapkan Donor Plasma Konvalesen Pasien Covid-19

Adanya pandemi corona covid-19 juga berdampak pada sejumlah kegiatan PMI kota Yogyakarta untuk melaksanakan donor darah. Namun beberapa kegiatan dan program lainnya justru dilakukan PMI sebagai upaya kontribusi pada situasi saat ini. Diantara kegiatan tersebut meliputi pengadaan dekontaminasi serta mulai mencoba donor plasma konvalesen untuk pasien covid-19.

Untuk melakukan pelayanan donor plasma konvalesen pasien covid-19, PMI kota Yogyakarta melakukan kerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19. Bentuk kerjasama tersebut dilakukan dengan cara pengambilan data dari Gugus Tugas Covid-19 untuk mengetahui nama-nama pasien yang telah sembuh. Sehingga PMI Kota Yogyakarta bisa melayani donor plasma berdasarkan data yang terlampir dari Gugus Tugas Covid-19.

Seperti diketahui plasma konvalesen pasien covid-19 ini merupakan salah satu terapi penyembuhan pasien covid-19. Plasma konvalesen tersebut diambil dari pasien yang telah sembuh dari covid-19 lalu dilakukan transfusi kepada pasien positif. Nantinya setelah tranfusi dilakukan donor plasma dapat menjadi pendukung penyembuhan pasien.

"Jadi selama ini sudah ada teknologi kemarin sudah ada yang ditraining via zoom di Jakarta bahwa untuk salah satu terapi penanganan covid-19 itu adalah mengambil plasma darah dari orang yang sudah kena covid-19 tapi dia sembuh itu ambil plasmanya dan nanti plasmanya disuntikan pada orang yang kena covid itu sembuh," ucap Munif Tauchid

PMI kota Yogyakarta juga mengungkapkan bahwa pihaknya mulai menerima permintaan plasma konvalesen bagi pasien covid-19. Sejumlah persiapan dilakukan seperti peralatan dan berbagai perangkat lainnya untuk donor plasma karena beberapa alat tersebut berbeda dibanding dengan donor darah pada umumnya. Hal inilah yang menjadikan donor plasma konvalesen cukup memakan biaya tinggi.

"Jadi produksinya mahallah untuk plasma, karena kantongnya beda, alatnya beda, reagen dan sebagainya juga kita perlukan semua. Nanti permintaan rumah sakit, jadi kami ini diminta rumah sakit untuk donor plasma konvalesen covid-19," lanjutnya.

 

 

3. Kegiatan Dekontasimnasi PMI Kota Yogyakarta Selama Pandemi

Selain melayani donor plasma konvalesen covid-19, PMI kota Yogyakarta juga mengadakan program dekontaminasi. Program dekontaminasi merupakan kegiatan untuk membersihkan mobil-mobil kesehatan, ambulans, ataupun angkutan kesehatan lainnya yang dipakai untuk evakuasi pasien covid-19.

"Kegiatannya banyak sekali, ada dekontaminasi. Jadi dari pemerintah kota melalui BPBD titip program namanya dekontaminasi yaitu kegiatan di mana mobil-mobil untuk kesehatan, ambulans, dan angkutan kesehatan lain setelah melakukan evakuasi pasien itu dilakukan dekon namanya," kata Munif Tauchid

Dekontaminasi tersebut juga meliputi evakuasi jenazah pasien covid-19. Nantinya setelah mobil tersebut digunakan untuk evakuasi, harus dilakukan penyemprotan dan istirahat selama 2 jam untuk mencegah kemungkinan bakteri menempel pada permukaan mobil.

"Dekon, adalah mobilnya. Misalnya rumah sakit A melakukan pengantaran jenazah atau pengambilan evakuasi pasien covid. Nanti ambulans ini harus dibawa ke sini, nanti disemprot harus istirahat sekitar 2 jam baru bisa diambil. Untuk menghindari bakteri-bakteri atau kemungkinan virus covid nempel di mobil," ungkap Munif Tauchid lagi.

Selain itu PMI Kota Yogyakarta juga melayani penyemprotan tempat instansi serta pelayanan UGD seperti kecelakaan. Bahkan berdasarkan keterangan Munif Tauchid, PMI Kota Yogyakarta juga menerima permintaan penjemputan dan penguburan jenazah dengan membentuk tim tersendiri. Namun selama pandemi ini, PMI Kota Yogyakarta hanya menyediakan dua unit mobil ambulans dari total lima ambulans yang diaktifkan. 

"Terus layanan UGD, masih layani misalnya kecelakaan. Termasuk kami melayani penjemputan jenazah covid. Karena kami juga dititipi program dekon kaitannya dengan pengambilan jenazah itu ada timnya. Penguburan juga sama," sambungnya.

 

 

4. Tips Donor Darah Selama Pandemi

Upaya PMI kota Yogyakarta mengajak masyarakat melakukan kegiatan donor darah dilakukan dengan sosialisasi rutin. Sosialisasi tersebut memanfaatkan media sosial dengan cara memposting dan membagikan beragam kegiatan yang diselenggarakan. Respon baik dari masyarakat bahkan diungkapkan pihak PMI kota Yogyakarta atas sosialisasi yang dilakukan.

"Ya kita sosialisasi, karena kebetulan yang donor di PMI sudah terdaftar semua ada kartunya kemudian ada wa grup, kita broadcast rutin nanti diingatkan sudah waktunya donor darah. Termasuk nanti kalo ada program-program, misalnya, donor dengan hadiah kita berikan informasi kepada mereka," terang Wakabid IV bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik, Komunikasi dan Humas PMI Kota Yogyakarta.

Sejumlah tips donor darah di tengah pandemi covid-19 juga penting diperhatikan bagi pendonor meliputi menjaga tekanan darah, menerapkan gaya hidup sehat, mencukupi asupan makanan dan minuman sehat, ataupun menjaga pikiran tetap tenang dan rileks.

"Asupannya harus dijaga dengan bagus, pikirannya harus tenang, insyaallah itu malah menjadi salah satu shadaqoh banyak pahalanya. Apalagi di tengah pandemi seperti ini juga itu menyehatkan," ungkap Munif Tauchid.

Selain itu menurut keterangan Wakabid IV bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik, Komunikasi dan Humas PMI Kota Yogyakarta, pihaknya berharap agar pandemi covid-19 segera berakhir dan kegiatan PMI dapat berjalan seperti sediakala. Pasalnya PMI kota Yogyakarta diketahui mengandalkan pendanaan mandiri untuk beragam kegiatan yang dijalankan.

"Maka otomatis kami berharap pandemi ini segera berakhir agar kami dapat segera usaha. Apotek jalan, klinik jalan, donor darah jalan, layanan ambulans jalan, semua jalan sehingga kami dapat pemasukan. Pemasukannya ini digunakan untuk untuk operasional semuanya termasuk juga untuk kegiatan kemanusiaan," tutupnya.

 

 

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI