Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Beserta Bacaan Niatnya, Pahami Urutan Pelaksanaannya

Senin, 19 April 2021 14:33 Penulis: Nurul Wahida
Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Beserta Bacaan Niatnya, Pahami Urutan Pelaksanaannya
Ilustrasi (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Sholat gerhana matahari adalah sholat sunnah yang dikerjakan saat terjadi fenomena gerhana matahari. Di mana fenomena ini dapat terjadi ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari. Akibatnya menyebabkan terjadinya gerhana matahari sebagian bahkan total. Dalam hal ini sebagai umat muslim, ketika terjadi fenomena gerhana maka dianjurkan melaksanakan sholat gerhana matahari ataupun gerhana bulan.

Fenomena gerhana baik matahari ataupun bulan adalah fenomena alam yang sering terjadi di bumi. Di mana fenomena gerhana matahari adalah tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT sebagai pemilik alam semesta beserta isinya. Sehingga sebagai umat muslim ada anjuran untuk melaksanakan sholat gerhana matahari sebagai peringatan kepada manusia akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

"Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya." (QS. Fushshilat: 37).

Tata cara sholat gerhana matahari pada dasarnya sama seperti halnya sholat wajib ataupun sunnah. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan urutan, bacaan dan tata cara sholat gerhana matahari.

Untuk selengkapnya mengenai tata cara sholat gerhana matahari dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini. Berikut ini tata cara sholat gerhana matahari beserta bacaan niat dan urutan pelaksanaannya telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.

 

1. Anjuran Sholat Gerhana Matahari

Sebelum membahas mengenai tata cara sholat gerhana matahari, penting mengetahui anjuran melaksanakan sholat gerhana matahari seperti tercantum dalam sejumlah hadis Nabi SAW. Di mana anjuran untuk melaksanakan sholat gerhana matahari tersebut terdapat dalam hadis yang berbunyi:

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah." (HR. Bukhari no. 1044).

Ada juga hadis lain yang menganjurkan umat muslim untuk melaksanakan sholat gerhana seperti terdapat dalam kitab Bulugul Maram no. 526 hadis dari Al-Muhirah:

"Pada zaman Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdoalah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula."

 

2. Bacaan Niat Sholat Gerhana Matahari

Niat sholat menjadi salah satu syarat sah yang perlu ditunaikan umat muslim sebelum melaksanakan ibadah sholat. Ini termasuk sholat gerhana matahari yang mana ada bacaan niat sholat gerhana matahari yang perlu diketahui. Adapun bacaan niat sholat gerhana matahari dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini.

"Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta'ala."

Artinya: "Saya niat sholat sunah gerhana matahari sebagai imam atau makmum karena Allah semata."

 

3. Tata Cara Sholat Gerhana Matahari

Sholat gerhana matahari juga dapat disebut dengan istilah sholat kusuf. Sholat gerhana matahari dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan dua kali rukuk dan sujud. Sholat gerhana matahari dianjurkan dikerjakan secara berjamaah. Untuk itulah setelah mengetahui bacaan niat sholat gerhana matahari, kalian dapat melaksanakan sholat gerhana matahari sesuai dengan tata caranya.

Sehingga mengetahui bagaimana tata cara sholat gerhana matahari seperti terdapat pada ulasan berikut ini bisa dijadikan referensi. Berikut tata cara sholat gerhana matahari.

- Membaca bacaan niat sholat gerhana matahari.

- Takbiratul ihram.

- Membaca doa iftitah.

- Membaca surat Al-Fatihah lalu surat dalam Al-Quran dengan bacaan ayat yang panjang.

- Rukuk sambil memanjangkan bacaannya.

- I'tidal.

- Dilanjutkan membaca kembali surat Al-Fatihah dan surat dalam Al-Quran dengan bacaan ayat lebih pendek dari bacaan surat sebelumnya.

- Rukuk kedua.

- I'tdal.

- Lalu sujud pertama yang lamanya seperti rukuk.

- Duduk di antara dua sujud.

- Sujud kedua lalu duduk di antara dua sujud.

- Bangkit dari sujud dan mengerjakan rakaat kedua.

- Pada rakaat kedua dapat dikerjakan sama dengan rakaat pertama namun lebih pendek dibandingkan pada rakaat pertama.

- Salam.

- Lalu imam disunnahkan untuk berkhotbah.

Khutbah tersebut berisi anjuran agar umat muslim memperbanyak istighfar, dzikir, doa saat fenomena gerhana matahari terjadi. Begitu juga dengan anjuran untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

 

4. Keutamaan Sholat Gerhana Matahari

Ada beragam keutamaan sholat gerhana matahari yang perlu diketahui umat muslim. Di mana keutamaan sholat gerhana matahari selain mengingat kekuasaan dan kebesaran Allah SWT ada sejumlah keutamaan lainnya yang perlu diketahui. Di antara keutamaan sholat gerhana matahari sebagai berikut.

- Keutamaan sholat gerhana matahari yang pertama adalah mengingat kekuasaan Allah SWT.

- Keutamaan sholat gerhana matahari sebagai peringatan kepada manusia akan kebesaran Allah SWT dan takut hanya kepada Allah SWT sebagai pemilik alam semesta.

- Keutamaan sholat gerhana matahari agar orang mukmin dapat membuktikan keimanannya dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT melalui kekuasaan dan kebesaran yang telah ditunjukkan-Nya.

Nah itulah tata cara sholat gerhana matahari beserta bacaan niatnya. Sehingga dengan mengetahui tata cara sholat gerhana matahari di atas dapat memudahkan kalian dalam melaksanakan sholat gerhana matahari.

Sumber: dream.co.id, merdeka.com, islam.nu.or.id

 

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI