Terciduk! Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi Tertangkap di Rumahnya

Rabu, 13 September 2017 16:41 Penulis: Tyssa Madelina
Terciduk! Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi Tertangkap di Rumahnya
Sumber: Technologue.id

Kapanlagi Plus - Dalam menggunakan media sosialnya, ada baiknya kita harus berhati-hati. Kebebasan berpendapat boleh dipergunakan asal tidak kelewat batas dengan tetap memperhatikan norma kesopanan dan jauhkan diri dari segala komentar berujar kebencian kalau tidak mau bernasib seperti laki-laki satu ini.

Adalah DI, lulusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) ini ditangkap di rumah orangtuanya yang berada di Palembang. Diketahui bahwa akun instagram milik DI, @warga_biasa menjadi viral di kalangan warganet usai membuat postingan yang memuat gambar yang menghina istri Presiden Jokowi, yakni Iriana Jokowi.

Akun tersebut mengunggah foto Iriana Joko Widodo yang mengenakan hijab, kemudian disertai tulisan ujaran kebencian. Unggahan tersebut mengundang banyak kecaman dari ribuan netizen. Bahkan, akun tersebut sempat berganti nama dan akhirnya tidak aktif.

Pelaku dibekuk di rumahnya. (istimewa)Pelaku dibekuk di rumahnya. (istimewa)

Namun, hal berbeda justru ditunjukkan oleh sikap Kaesang Pangarep, putra Presiden Jokowi dalam menanggapi hal ini. Melalui akun Twitternya, bukannya tersulut emosi @kaesangp menyatakan, tidak mempersoalkan akun @warga_biasa yang mengunggah ujaran kebencian tersebut. "Yo orapopo mas. Maafkan wae," tulis Kaesang menanggapi retweet salah satu netizen, 6 September 2017 lalu. Namun sayang beribu sayang, meskipun sudah dimaafkan oleh Kaesang, hukum tetap harus berjalan.

Dengan kejadian ini, pihak Polsri Palembang akan mengkaji ulang, apakah kasus ini akan merugikan civitas kampus atau tidak. Bahkan, Polsri Palembang akan berkoordinasi dengan ikatan alumni kampus untuk mengambil keputusan yang tepat.

Seperti dilansir dari berbagai media, Direktur Polsri Dr Ahmad Taqwa mengungkapkan bahwa seluruh mahasiswa Polsri Palembang selama masa perkuliahan selalu mendapatkan pendidikan karakter dan moral. Pihaknya pun menyayangkan kasus ini ujaran kebencian menimpa salah satu alumninya. "Ini terjadi di luar lingkungan kita, berkaitan dengan individu yang bersangkutan. Silakan kalau memang harus berjalan sesuai prosedur hukum," ujarnya.

Semoga hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua ya, KLovers agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini? Share di kolom komentar ya.

(kpl/TMD)



LATEST UPDATE




REKOMENDASI