Selain Jadi Makanan Terenak Dunia, Ini 5 Fakta Rumah Makan Padang

Agista Rully | Rabu, 08 Februari 2017 17:18
Selain Jadi Makanan Terenak Dunia, Ini 5 Fakta Rumah Makan Padang
masirul.com

Kapanlagi.com - Ketika mendengar istilah Rumah Makan Padang, pasti akan muncul hidangan Rendang di benakmu. Sebab Rumah Makan Padang memang identik dengan masakan Rendang, hidangan yang pernah mendapat gelar makanan terenak se-dunia. Namun ada beberapa hal menarik yang patut kamu ketahui dari penyaji Rendang lho, yakni Rumah Makan Padang.

Rupanya di balik ketenaran Rumah Makan Padang, terdapat beberapa sejarah yang jarang diketahui orang. Dan ada juga fakta yang menjawab pertanyaan, "Kenapa porsi nasi padang lebih banyak bila dibungkus daripada dimakan di restoran?". Penasaran seperti apa jawabannya? Simak penjelasan berikut ya.

1. Hampir selalu ada foto kakek berkopiah hitam di RM Padang

Ungku Saliah, sosok paling disegani oleh masyarakat Minang dan sering muncul di Rumah Makan Padang  Merdeka.comUngku Saliah, sosok paling disegani oleh masyarakat Minang dan sering muncul di Rumah Makan Padang Merdeka.com

Mungkin kamu tak memperhatikan tapi di beberapa restoran masakan Padang, terdapat foto kakek berkopiah hitam. Kakek ini bernama Ungku Saliah, orang-orang Padang khususnya Pariaman mengenal dengan baik kakek satu ini. Ungku Saliah merupakan sosok yang disegani oleh warga Pariaman karena memiliki keistimewaan tertentu. Bahkan kakek yang lahir pada tahun 1887 ini, disebut-sebut seperti Wali Songo di Sumatera.

2. Misteri banyaknya nasi yang dibungkus

Terjawab sudah pertanyaan kenapa porsi nasi Padang bungkus lebih banyak  Sari Bundo Nasi PadangTerjawab sudah pertanyaan kenapa porsi nasi Padang bungkus lebih banyak Sari Bundo Nasi Padang

Ada beberapa cerita dari mulut ke mulut yang menjelaskan fenomena misterius, yakni jumlah nasi Padang yang dibungkus lebih banyak daripada yang disantap di restoran. Konon dulunya orang yang mampu memakan hidangan di restoran hanyalah orang-orang yang berada alias kaya, saudagar, dan juga kolonial Belanda. Sementara orang-orang yang
kurang beruntung atau pribumi hanya bisa membeli nasi bungkus. Oleh sebab itu pemilik restoran memberikan porsi nasi yang lebih banyak pada pembeli yang memilih take away daripada dine-in. Benar atau tidak? Mari tanyakan langsung pada pemilik Rumah Makan Padang.

3. Di Padang, tidak ada nama 'Rumah Makan Padang'

Di Padang, warung masakan tidak menggunakan embel-embel 'Padang'  brilio.netDi Padang, warung masakan tidak menggunakan embel-embel 'Padang' brilio.net

Tidak ada warung yang bertuliskan 'Rumah Makan Padang' di Sumatera Barat. Mungkin karena warung tersebut memang sudah berada di 'rumah' mereka sendiri, jadi tak perlu ada predikat tambahan yang memperjelas kedudukan mereka sebagai Rumah Makan Padang. Berbeda dengan daerah lain yang ditambahkan keterangan 'Padang' sebagai pembeda dengan warung lokal. Masuk akal kan?

4. Daun singkong dan Gulai Nangka

Gulai Nangka dan daun singkong bukanlah 'pasangan' favorit warga Sumatera  kitabmasakan.comGulai Nangka dan daun singkong bukanlah 'pasangan' favorit warga Sumatera kitabmasakan.com

Di Pulau Jawa, sajian lengkap nasi padang berisikan lauk pauk, nasi, gulai nangka atau jangan tewel (menurut orang Jawa), dan daun singkong. Gulai nangka dan daun singkong ini seolah tak bisa terpisahkan ketika menyantap hidangan dari Rumah Makan Padang. Namun berbeda dengan di tempat asal masakan ini, daun singkong jarang sekali dipasangkan dengan gulai nangka. Mungkin karena berbeda selera ya?

5. Rendang jadi makanan terlezat dunia

Rendang pernah menjadi masakan paling enak se-dunia berdasarkan voting CNN  masirul.comRendang pernah menjadi masakan paling enak se-dunia berdasarkan voting CNN masirul.com

Kalau fakta yang satu ini sih sudah pasti diketahui. Sebab menurut survei yang dilakukan oleh CNN, Rendang menjadi masakan terlezat dunia setelah merebut hati 35.000 traveller di seluruh dunia. Wah, selamat! (kpl/agt)




Happy 14th Birthday KapanLagi.com!

PLUS TERKAIT

LATEST UPDATE




REKOMENDASI