10 Ciri-Ciri Hamil Anggur, Tingkatkan Waspada Komplikasi Kehamilan dan Penyebabnya

Sabtu, 03 Juli 2021 10:11 Penulis: Anik Setiyaningrum
10 Ciri-Ciri Hamil Anggur, Tingkatkan Waspada Komplikasi Kehamilan dan Penyebabnya
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Ciri-ciri hamil anggur bisa terlihat setelah terjadi proses pembuahan yang tidak normal. Biasanya, sel manusia mengandung 23 pasang kromosom. Satu kromosom di setiap pasangan berasal dari ayah dan ibu.

Kehamilan anggur dikatakan tidak normal karena sel telur yang dibuahi oleh satu atau dua sperma dan semua materi genetik dari ayah merupakan sel telur kosong. Pada kondisi ini, kromosom dari sel telur ibu tidak aktif dan kromosom ayah diduplikasi.

Ciri-ciri hamil anggur ini menunjukkan bahwa plasenta atau ari-ari yang terbentuk menjadi seperti sekumpulan anggur. Biasanya, janin sama sekali tak terbentuk dan yang ada hanya jaringan plasenta abnormal. Karena ini merupakan kondisi yang bisa dialami siapa saja, kalian perlu mewaspadai ciri-ciri hamil anggur yang juga disebut penyakit trofoblastik gestasional dalam beberapa informasi berikut ini.

1. Ciri-Ciri Hamil Anggur

Pada awalnya, hamil anggur sulit terdeteksi karena gejalanya tak beda dengan kehamilan normal. Ciri-ciri hamil anggur secara detail akan terdeteksi oleh dokter saat pemeriksaan rutin. Namun, ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan sejak awal kehamilan yang mungkin bisa mengarah pada ciri-ciri hamil anggur seperti berikut ini.

1. Nyeri Pada Tulang Panggul

Nyeri punggung pada perempuan sering dikaitkan dengan kondisi organ reproduksi. Oleh karena itu, kalian perlu berhati-hati saat mengalami nyeri punggung di awal kehamilan. Konsultasi ke dokter bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengetahui penyebab tersebut, mengarah ke ciri-ciri hamil anggur atau tidak.

2. Kista Berbentuk Anggur

Keluarnya cairan atau gumpalan seperti anggur yang berwarna kecoklatan dari dalam vagina merupakan hal yang perlu kalian perhatikan di awal kehamilan karena ini merupakan salah satu ciri-ciri hamil anggur.

3. Mual dan Muntah Parah

Gejala ini memang sering dialami ibu hamil, tapi kalian perlu waspada jika mual dan muntah terjadi lebih parah. Apalagi jika frekuensinya menjadi lebih sering. Kondisi ini bisa berlanjut menjadi hiperemesis gravidarum.

4. Pendarahan Vagina

Ciri-ciri hamil anggur paling khas yaitu terjadi pendarahan pada trimester pertama atau sekitar minggu ke delapan. Warna darah yang keluar bisa berwarna merah terang hingga cokelat gelap.

5. Ovarium Membesar

Membesarnya ovarium yang disebabkan oleh hamil anggur terjadi karena kadar HCG terlalu tinggi. Walau biasanya tak terasa sebab terletak di bagian perut kanan dan kiri, desakan dan rasa penuh pada bagian tersebut bisa kalian rasakan.

6. Anemia

Anemia merupakan kondisi di mana seseorang mempunyai kadar hemoglobin yang rendah. Pada perempuan hemoglobin dikatakan normal bila nilainya 12-16 gr/dl. Saat mengalami hamil anggur sekaligus anemia, kalian akan terlihat lebih pucat dan lemas.

7. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme bisa terjadi pada usia 20-40 tahun. Hipertiroidisme membuat kadar hormon tiroksin di dalam tubuh menjadi lebih tinggi dan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Gejala penyakit ini, yaitu detak jantung tidak teratur, keringat berlebihan, kelelahan, dan gugup.

8. HCG Meningkat

Ciri-ciri hamil anggur selanjutnya, yaitu meningkatnya kadar HCG yang membuat gejala kehamilan terasa lebih berat. Bahkan, biasanya ukuran kandungan bisa lebih besar daripada yang seharusnya.

9. Preeklamsia

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kerusakan organ. Walaupun tak selalu muncul, tekanan darah tinggi di trimester pertama atau di awal trimester kedua bisa menjadi ciri-ciri hamil anggur yang harus diwaspadai. Jangan lupa rutin periksa tensi darah di awal kehamilan.

10. Pertumbuhan Uterus yang Cepat

Pertumbuhan rahim atau uterus yang lebih cepat merupakan ciri-ciri hamil anggur yang paling bisa dikenali. Hal ini menyebabkan ukuran uterus cenderung tak sesuai dengan usia kehamilan. Ukuran perut jadi tampak lebih besar dibandingkan dengan kehamilan normal.

2. Penyebab Hamil Anggur

1. Sperma Tidak Membuahi Sel Telur dengan Benar

Jika hal ini terjadi, sekumpulan sel yang seharusnya membentuk plasenta berubah menjadi jaringan abnormal. Alih-alih janin, justru jaringan berisi cairan yang akan tumbuh memenuhi ruang di dalam rahim. Sel-sel berisi cairan itu disebut trofoblas.

Meskipun awalnya sama-sama melewati proses pembuahan, kehamilan normal berlanjut dengan pertumbuhan bayi, sedangkan hamil anggur berlanjut dengan pertumbuhan tumor. Pertumbuhan tumor jinak ini tetap bisa menimbulkan gejala kehamilan. Oleh karena itu, banyak perempuan yang mengira dirinya sedang hamil padahal sebenarnya tidak.

2. Kelainan Kromosom

Ciri-ciri hamil anggur juga bisa terjadi saat ada kelainan kromosom pasca pembuahan. Kelainan ini terjadi ketika jumlah materi genetik dalam sel telur yang dibuahi tidak tepat, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Struktur genetik kromosom ini membawa informasi yang berfungsi memberi tahu sel-sel tubuh mengenai hal apa yang harus dilakukan. Pada hamil anggur, ada satu sel kromosom tambahan yang berasal dari ayah. Hal itu menyebabkan sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup sampai beberapa minggu setelah kehamilan.

3. Faktor Risiko dan Komplikasi Hamil Anggur

Selain ciri-ciri hamil anggur, sebaiknya kalian juga menyimak faktor yang meningkatkan risiko seorang perempuan mengalami hal anggur seperti berikut ini.

1. Usia

Perencanaan kehamilan perlu memperhatikan usia calon ibu. Pasalnya, hamil anggur lebih sering terjadi pada perempuan yang hamil di bawah usia 20 tahun atau di atas 35 tahun.

2. Etnisitas

Hamil anggur juga dilaporkan dua kali lebih sering terjadi pada perempuan Asia.

3. Pernah Mengalami Hamil Anggur Sebelumnya

Jika seorang perempuan pernah mengalami hamil anggur, maka hal ini meningkatkan risiko kondisi tersebut terulang.

4. Pernah Keguguran

Keguguran yang sebelumnya dialami oleh seorang perempuan, bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko dirinya mengalami hamil anggur.

5. Masalah Infertilitas

Pasangan yang mengalami masalah infertilitas memiliki faktor risiko lebih besar mengalami kondisi ini.

Komplikasi Hamil Anggur

Setelah mengetahui ciri-ciri hamil anggur, kalian juga perlu mewaspadai komplikasi yang mungkin terjadi seperti berikut ini.

Ada beberapa komplikasi yang dapat timbul setelah mengalami hamil anggur (mola hydatidosa), antara lain:

1. Gestational trophoblastic neoplasia

Seperti yang sudah disinggung di atas, komplikasi ini lebih banyak terjadi pada penderita hamil anggur lengkap, yang ditandai dengan HCG yang tetap tinggi setelah kuret. Gestational trophoblastic neoplasia terjadi ketika sel abnormal masuk ke bagian tengah dinding rahim.

2. Choricarcinoma

Choriocarcinoma merupakan bentuk kanker dari gestational trophoblastic neoplasia. Meski jarang terjadi, kanker ini lebih sering dialami penderita hamil anggur lengkap.

3. Mengalami hamil anggur kembali

Penderita hamil anggur berisiko mengalami hamil anggur kembali pada kehamilan berikutnya. Risiko ini lebih tinggi jika dialami penderita yang sudah mengalami beberapa kali hamil anggur atau mereka yang pernah keguguran.

4. Pengobatan Hamil Anggur

Meski perasaan kalian sedih karena mengalami hamil yang tak sesungguhnya, tetap ada beberapa pengobatan yang bisa ditempuh, antara lain sebagai berikut.

1. Kuret

Jika hamil anggur tak berlanjut pada keguguran, dokter akan menyarankan untuk melakukan kuret. Dalam melakukan kuret, dokter akan melebarkan serviks dan mengangkat jaringan abornmal dengan alat khusus. Prosedur ini merupakan pilihan paling baik jika penderita berencana untuk hamil kembali.

2. Histerektomi

Histerektomi dilakukan pada seseorang yang sudah tak berencana hamil lagi atau berisiko mengalami penyakit berbahaya seperti gestational trophoblastic neoplasia. Hal itu dilakukan karena histerektomi merupakan tindakan pengangkatan rahim.

3. Pemulihan

Setelah kuret, masih ada kemungkinan tertinggalnya sel abnormal dalam rahim. Sel tersebut biasanya akan menghilang dalam beberapa bulan. Namun pada beberapa kasus, dibutuhkan penanganan lebih lanjut untuk menghilangkannya.

Untuk memastikan sel abnormal sudah hilang, penderita perlu menjalani pemeriksaan kadar HCG, melalui tes darah dan urine. Kadar hormon tersebut seharusnya kembali normal setelah pengangkatan jaringan abnormal.

Namun, jika kadar hormon tetap tinggi, itu bisa jadi tanda bahwa masih ada sel yang abnormal di dalam rahim.

KLovers itulah ciri-ciri hamil anggur beserta penjelasan tentang komplikasi yang mungkin terjadi. Hal tersebut bisa meningkatkan kewaspadaan kalian terhadap faktor yang menyebabkan peningkatan risiko hamil anggur yang berpotensi dialami siapa saja.

(Sumber: Liputan6.com, Alodokter.com)

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI