10 Makanan Lebaran Khas Betawi yang Melegenda, Punya Cita Rasa Lezat dan Penuh Cerita

Penulis: Ricka Milla Suatin

Diterbitkan:

10 Makanan Lebaran Khas Betawi yang Melegenda, Punya Cita Rasa Lezat dan Penuh Cerita
Ilustrasi sayur asem bening (credit: flickr)
Kapanlagi.com -

Lebaran di Betawi bukan hanya sekadar waktu untuk bersilaturahmi, tetapi juga merupakan perayaan kuliner yang sarat dengan tradisi dan rasa yang khas. Setiap rumah di Betawi menyajikan hidangan yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga penuh makna budaya yang diwariskan turun-temurun.

Dari setup tape yang menyegarkan, sayur asem yang kaya rasa, hingga dodol Betawi yang sudah sangat terkenal, setiap hidangan tersebut punya cerita dan nilai tersendiri dalam tradisi Betawi. Selain memanjakan lidah, makanan-makanan ini juga menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan di hari kemenangan.

Berikut adalah daftar makanan khas Betawi yang tak boleh dilewatkan saat Lebaran, yang dirangkum dari berbagai sumber oleh Kapanlagi.com, Senin (31/3).

1. Setup Tape, Minuman Penyegar yang Manis

Setup tape merupakan minuman khas Betawi yang terbuat dari tape singkong yang difermentasi, disajikan dengan kuah manis yang diberi bumbu gula, kayu manis, dan cengkeh.

Rasanya yang manis dan sedikit asam menjadikan setup tape sebagai minuman yang sangat cocok untuk menyegarkan tenggorokan setelah menyantap hidangan berat seperti opor atau rendang. Biasanya, minuman ini disajikan dingin dengan es batu, menjadi pilihan favorit saat Lebaran.

Selain menyegarkan, setup tape juga dikenal memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan, membuatnya sempurna sebagai penutup setelah makan besar di hari Idul Fitri.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Bubur Jali Betawi, Hangat dan Mengenyangkan

Bubur jali adalah makanan khas Betawi yang terbuat dari biji jali yang dimasak dengan santan dan gula aren, menghasilkan bubur lembut dengan rasa manis yang khas.

Hidangan ini biasanya disajikan hangat pada pagi hari sebelum keluarga bersilaturahmi, memberikan energi yang cukup untuk menjalani kegiatan Lebaran. Selain rasanya yang enak, bubur jali juga kaya serat yang baik untuk pencernaan.

Bubur jali sendiri merupakan makanan yang memiliki sejarah panjang di Betawi, menjadi salah satu makanan pokok sebelum beras mudah ditemukan.

3. Kue Kembang Goyang, Camilan Renyah dan Tradisional

Kue kembang goyang adalah camilan khas Betawi yang memiliki bentuk menyerupai bunga. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula, lalu digoreng hingga renyah.

Nama "kembang goyang" diambil dari cara pembuatan kue ini, di mana adonan dicetak menggunakan cetakan khusus dan digoyangkan dalam minyak panas sampai terlepas. Rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah membuat kue ini menjadi hidangan yang selalu hadir di meja tamu saat Lebaran.

Kue kembang goyang bukan hanya camilan, tetapi juga simbol keberkahan dan kebahagiaan. Bentuknya yang menyerupai bunga mekar menggambarkan kemakmuran yang datang di hari Lebaran.

4. Kue Satu, Kue Kering yang Penuh Makna

Kue satu adalah kue tradisional Betawi yang terbuat dari tepung kacang hijau dan gula, dengan tekstur yang rapuh dan rasa manis lembut. Dalam budaya Betawi, kue ini melambangkan kesederhanaan dan keikhlasan, karena meski terbuat dari bahan-bahan sederhana, kue satu memiliki rasa yang sangat menggugah selera.

Pembuatan kue satu juga cukup unik, di mana adonan dipanggang dalam cetakan kayu hingga mengeras dan mengeluarkan aroma khas yang menggoda selera.

5. Manisan Kolang-Kaling, Camilan Segar yang Disukai Anak-Anak

Manisan kolang-kaling, atau yang lebih dikenal dengan nama bruluk di Betawi, adalah salah satu hidangan Lebaran yang sangat digemari anak-anak. Kolang-kaling yang direndam dalam sirup gula merah atau sirup warna-warni ini memiliki tekstur kenyal yang menyegarkan, terutama ketika disajikan dingin.

Manisan kolang-kaling tidak hanya menjadi camilan, tetapi sering juga digunakan sebagai campuran dalam es buah atau es campur, menambah kesegaran di tengah suasana Lebaran yang panas.

6. Dodol Betawi, Kue Tradisional yang Penuh Filosofi

Dodol Betawi adalah camilan wajib yang selalu hadir di setiap rumah saat Lebaran. Terbuat dari ketan, gula merah, dan santan yang dimasak berjam-jam hingga mengental dan lengket, dodol Betawi memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang khas.

Proses pembuatannya yang membutuhkan kerja sama banyak orang melambangkan semangat kebersamaan dan gotong royong, nilai yang sangat dihargai dalam masyarakat Betawi.

Dodol Betawi tetap menjadi favorit, meski banyak camilan modern bermunculan. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang khas menjadikannya tak tergantikan.

7. Sayur Asem Betawi, Menu Penyegar di Hari Kedua Lebaran

Di Betawi, tradisi berbeda dengan daerah lain yang biasanya menyajikan ketupat sayur di hari pertama Lebaran. Masyarakat Betawi justru menyajikan sayur asem di hari kedua Lebaran.

Sayur asem Betawi terbuat dari bahan-bahan seperti melinjo, kacang panjang, labu siam, dan jagung, dengan kuah asam yang segar dari asam jawa. Hidangan ini sering disajikan bersama lauk-pauk seperti ikan asin, tempe, dan sambal terasi.

Sayur asem memberikan sensasi penyegar setelah sehari sebelumnya menikmati hidangan bersantan, membantu menetralisir rasa enek dan meningkatkan selera makan.

8. Kue Akar Kelapa, Camilan Renyah yang Tahan Lama

Kue akar kelapa memiliki bentuk yang unik, menyerupai akar pohon kelapa. Kue ini terbuat dari campuran tepung ketan, telur, margarin, dan gula yang digoreng hingga renyah dan berwarna keemasan.

Rasanya yang manis gurih menjadikannya camilan favorit saat berkumpul bersama keluarga di Hari Raya. Karena daya tahannya yang lama, kue akar kelapa sering disiapkan dalam jumlah banyak dan disimpan untuk dinikmati setelah Lebaran.

9. Sayur Sambel Godok, Hidangan Khas Betawi yang Gurih

Sayur sambel godok adalah hidangan khas Betawi yang terdiri dari nangka muda, kacang panjang, dan labu siam, dimasak dengan kuah santan dan bumbu khas. Sayur ini sering disajikan dengan ketupat atau lontong, menjadi menu utama yang selalu ada di rumah-rumah Betawi saat Lebaran. Rasanya yang gurih dan sedikit pedas sangat cocok disantap dengan lauk pelengkap seperti rendang atau semur.

10. Tape Uli, Kombinasi Manis dan Gurih yang Legendaris

Tape uli adalah kombinasi unik antara tape ketan yang manis dan uli yang gurih. Tape ketan dibuat melalui fermentasi beras ketan hitam, sementara uli terbuat dari beras ketan putih yang ditumbuk, dipadatkan, dan dibakar hingga permukaannya renyah.

Tape uli bukan hanya camilan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam, melambangkan persatuan dan kebersamaan karena proses pembuatannya yang melibatkan kerja sama.

11. FAQ

1. Apa saja makanan khas Betawi yang wajib ada saat Lebaran?

Beberapa makanan khas Betawi saat Lebaran antara lain tape uli, dodol Betawi, sayur asem, kue kembang goyang, dan manisan kolang-kaling.

2. Mengapa dodol Betawi selalu hadir saat Lebaran?

Dodol Betawi melambangkan gotong royong dan kebersamaan, karena proses pembuatannya yang panjang dan dilakukan bersama-sama.

3. Apa keunikan tape uli sebagai makanan Lebaran khas Betawi?

Tape uli memiliki perpaduan rasa manis dari tape ketan dan gurih dari uli, menciptakan kombinasi yang lezat dan khas.

4. Apa perbedaan sayur sambel godok dengan sayur asem Betawi?

Sayur sambel godok menggunakan santan dan bumbu khas, sedangkan sayur asem Betawi memiliki kuah bening dengan rasa asam segar.

5. Mengapa kue kembang goyang disebut demikian?

Nama kembang goyang berasal dari cara memasaknya, yaitu menggoyangkan cetakan di minyak panas agar adonan terlepas.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rmt)