10 Penyebab Darah Rendah, Faktor Risiko dan Cara Mengatasinya

Jum'at, 27 November 2020 14:22 Penulis: Nurul Wahida
10 Penyebab Darah Rendah, Faktor Risiko dan Cara Mengatasinya
Penyebab darah rendah (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Terasa pusing setelah duduk lama lalu berdiri bisa jadi pertanda tubuh mengalami tekanan darah rendah. Penyebab darah rendah dapat terjadi karena beragam faktor termasuk riwayat penyakit tertentu. Darah rendah tersebut bisa dialami setiap orang apabila memiliki tekanan darah dalam kisaran di bawah ambang batas normal.

Seseorang dapat dikatakan memiliki darah rendah apabila mengalami tekanan darah tersebut berada di bawah 90/60 mmHg. Sebab normalnya tekanan darah berada pada kisaran angka antara 120/80 mmHg. Begitu pula apabila tekanan darah di atas angka normal maka bisa dikatakan mengalami tekanan darah tinggi.

Jika pada tekanan darah tinggi dikenal dengan hipertensi, maka darah rendah disebut sebagai hipotensi. Tekanan darah tersebut dapat berubah atau berbeda-beda pada setiap orang sesuai dengan kondisi tubuh mereka. Penyebab darah rendah sendiri bisa terjadi karena berbagai faktor termasuk riwayat penyakit tertentu.

Ada beragam gejala darah rendah yang bisa dikenali dengan mudah diantaranya seperti pusing, mual, penglihatan kabur, hilang kesadaran, pingsan bahkan kulit terlihat pucat. Kondisi ini tidak dapat dianggap sederhana karena bisa jadi merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Adapun penyebab darah rendah beserta faktor risiko dan cara mengatasinya dapat kalian kenali mudah seperti beberapa poin di bawah ini. Sebab sejumlah orang mungkin tidak menyadari berisiko rentan terhadap tekanan darah rendah.

 

1. Mengalami Dehidrasi

Penyebab darah rendah yang pertama dapat terjadi pada tubuh karena mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena beragam faktor seperti cuaca, olahraga berat, ataupun diare. Saat tubuh kekurangan cairan maka akan mengakibatkan mengalami dehidrasi yang memunculkan berbagai gejala. Adapun gejala saat dehidrasi yakni merasa lemah, lelah, dan pusing. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan tekanan darah menurun hingga mengalami darah rendah. Mencukupi kebutuhan cairan diperlukan untuk mencegah tekanan darah rendah karena efek dehidrasi.

 

2. Terjadi Pendarahan

Penyebab darah rendah selanjutnya dapat dialami karena terjadi pendarahan pada tubuh. Akibatnya tubuh mengalami kekurangan darah hingga sebabkan tekanan darah rendah. Pendarahan ini bisa terjadi karena beberapa kondisi diantaranya yakni mengalami komplikasi operasi, kelainan gastrointestinal ataupun terdapat tumor. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk membantu mengatasi darah rendah dan mencegah pendarahan. Sebab pendarahan tersebut dapat berisiko tinggi menyebabkan seseorang mengalami tubuh lemah hingga menurunkan tingkat kesadaran.

 

3. Efek Samping Obat Tertentu

Penyebab darah rendah juga bisa terjadi akibat efek samping obat tertentu. Sejumlah obat-obatan tertentu diketahui memiliki efek samping dapat menyebabkan darah rendah. Diantara jenis obat-obatan yang berpengaruh terhadap tekanan darah rendah tersebut sebagai berikut alpha bloker, beta bloker, serta antidepresan seperti melansir dari liputan6.com. Konsultasi dengan dokter disarankan apabila mengalami efek samping darah rendah setelah konsumsi beberapa obat tersebut.

 

4. Gangguan Kesehatan Jantung

Faktor risiko darah rendah rentan terhadap pengidap gangguan jantung. Kondisi ini juga menjadi penyebab darah rendah yang berpotensi menurunkan tekanan darah dari ambang batas normalnya. Melansir dari mayoclinic.org, beberapa masalah jantung diketahui dapat menyebabkan tekanan darah rendah seperti bradikardia, masalah katup jantung, serangan jantung hingga gagal jantung.

Kondisi tersebut rentan terjadi pada mereka yang memiliki masalah kesehatan jantung karena darah tidak dapat dipompa baik oleh jantung. Akibatnya terjadi penurunan darah hingga menyebabkan tekanan darah rendah.

 

5. Sedang Hamil

Penyebab darah rendah dapat berisiko terhadap ibu hamil. Salah satu faktor penyebabnya dapat dialami karena saat masa kehamilan seorang ibu hamil biasanya terjadi perubahan hormonal perubahan hormon ini juga berpengaruh terhadap peredaran darah dalam hal ini rentan terkena darah rendah.

Melansir dari mayoclinic.org, selama masa kehamilan tekanan darah cenderung menurun karena sistem peredaran membesar cepat. Namun kondisi tersebut dapat kembali normal setelah melewati masa persalinan.

 

6. Terjadi Infeksi

Penyebab darah rendah juga bisa terjadi karena terjadi infeksi pada tubuh. Infeksi seperti septikemia yang dialami tubuh tersebut bisa masuk pada aliran darah hingga sebabkan penurunan darah atau mengalami tekanan darah rendah. Infeksi tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor seperti mengalami luka, efek pengobatan, ataupun penyakit tertentu seperti leukimia. Kondisi tersebut menyebabkan syok septic yang berisiko tinggi mengancam jiwa jika terjadi tekanan darah terus menerus. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi kondisi tubuh akibat infeksi.

 

7. Terjadi Alergi Parah

Risiko tekanan darah rendah dapat terjadi karena mengalami alergi yang parah. Alergi parah ini dikenal juga dengan anafilaksis. Penyebab alergi dapat dialami setiap orang karena beberapa hal diantaranya makanan, konsumsi obat, serta paparan zat kimia. Akibatnya tubuh akan mengalami gejala umum alergi seperti bengkak, gatal, serta masalah tekanan darah rendah. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab alergi parah untuk mencegah risiko kesehatan lainnya termasuk darah rendah.

 

8. Terjadi Anemia

Penyebab darah rendah juga berisiko terhadap penyakit anemia. Seperti diketahui anemia merupakan gangguan kesehatan yang terjadi karena kekurangan sel darah merah. Akibatnya tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang sedikit hingga sebabkan berbagai gejala kesehatan termasuk tekanan darah rendah. Salah satu penyebab anemia adalah karena tubuh kekurangan nutrisi vitamin B-12 dan zat besi yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

 

9. Mengalami Masalah Endokrin

Penyebab darah rendah juga rentan terhadap gangguan kesehatan seperti endokrin. Gangguan kesehatan ini merupakan penyakit terkait dengan kelenjar endokrin. Salah satu penyakit yang dapat terjadi karena masalah endokrin ini adalah penyakit diabetes. Diabetes merupakan gangguan kesehatan yang dapat dialami setiap orang karena gangguan pada insulin. Kondisi ini dapat memicu tekanan darah rendah.

 

10. Terjadi Penyakit Sepsis

Penyebab darah rendah juga dapat terjadi karena tubuh mengalami penyakit sepsis. Kondisi ini bisa memicu tekanan darah rendah karena perubahan suhu tubuh yang mendadak dari rendah menuju tinggi atau dapat dikatakan terjadi demam. Selain itu demam juga dapat terjadi karena tubuh mengalami infeksi seperti penyakit sepsis. Komplikasi penyakit sepsis sendiri salah satunya adalah tekanan darah rendah serta demam.

 

11. Cara Mengatasi Darah Rendah

Setelah mengetahui penyebab darah rendah dan faktor risikonya, kalian juga perlu memahami cara mengatasi darah rendah secara mudah. Sebab darah rendah dapat diredakan secara alami. Adapun cara mengatasi darah rendah sebagai berikut melansir dari healthline.com:

- Minum air putih secukupnya untuk mencegah dehidrasi.

- Konsumsi dengan cukup makanan mengandung vitamin B-12 dan zat besi untuk mencegah anemia.

- Hindari minum alkohol.

- Selalu lakukan cek kadar gula darah.

- Beristirahat secukupnya dan jangan beraktivitas secara berlebihan.

- Lakukan olahraga secara teratur.

- Konsumsi makanan yang mengandung garam sodium secukupnya.

Nah itulah 10 penyebab, faktor risiko dan cara mengatasi tekanan darah rendah. Beberapa penyebab di atas dapat dialami berbeda oleh setiap orang. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan penanganan tepat terkait tekanan darah rendah.

 

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI