3 Contoh Pujian Sebelum Sholat dan Penjelasannya dalam Islam

Minggu, 09 Mei 2021 10:33 Penulis: Anik Setiyaningrum
3 Contoh Pujian Sebelum Sholat dan Penjelasannya dalam Islam
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Pujian sebelum sholat biasa dilantunkan di masjid atau musala setelah adzan, sebelum menjalankan sholat fardhu. Pujian sebelum sholat dilantunkan oleh para jamaah sambil menunggu jamaah lain yang belum datang. Di Indonesia, pujian tersebut bisa dilantunkan dalam bahasa Arab maupun bahasa daerah.

Karena kata-katanya terdengar ritmis dan puitis, pujian sebelum sholat menjadi kebiasaan masyarakat dan mudah menyebar ke masjid atau musala lain. Sebelum melantunkannya, para jamaah biasanya juga melafalkan shalawat nabi yang memiliki banyak keutamaan.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a (dalam Assamarqandi, 1980: 619) Nabi SAW bersabda yang artinya:

"Bacalah shalawat untukku, sebab bacaan shalawat itu membersihkan kekotoranmu (dosa-dosamu) dan mintalah kepada Allah untukku wasilah. Apakah wasilah itu ya Rasulullah? Jawabnya: Satu derajat yang tertinggi dalam surga yang tidak akan dicapai kecuali oleh seorang, dan saya berharap semoga sayalah orangnya".

Nah, untuk mengetahui penjelasan pujian sebelum sholat lebih lanjut juga berbagai contohnya, silakan simak informasi yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

 

 

1. Penjelasan Mengenai Pujian Sebelum Sholat

Setelah adzan dari masjid atau musala di sekitar rumah kalian, mungkin ada lantunan pujian sebelum sholat yang kalian dengar. Pujian itu diantaranya kalimat Toyyibah, lantunan sholawat dan berbagai nasihat serta doa yang dilagukan memang untuk menunggu datangnya waktu sholat.

Pujian setelah adzan merupakan amalan yang baik dan mempunyai banyak manfaat dakwah dan bisa menarik minat masyarakat khususnya anak-anak untuk berbondong-bondong menuju masjid, musala dan bersama-sama melantunkan lagu yang berisi puji-pujian.

Dengan meresapi maknanya akan membuat jiwa menjadi tenang, menyadari diri, memahami perasaan, mengendalikan amarah, dan mampu menguasai gejolak emosi. Selain itu kalian bisa menjalin hubungan manis dengan jamaah lain. Dengan begitu, kalian bisa memiliki kesehatan mental dan kecerdasan spiritual yang baik.

Pujian sebelum sholat awalnya disebarkan di kalangan pesantren. Ada juga yang mengatakan pujian sebelum sholat ini diperkenalkan oleh para walisongo, yakni penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Seperti yang masyarakat tahu lewat sejarah bahwa cara yang digunakan para Walisongo dalam menyebarkan agama Islam yaitu, pendekatan persuasif yang bersifat kemasyarakatan sesuai dengan adat, budaya, dan seni setempat.

Salah satu contohnya yaitu, Sunan Giri yang menciptakan Asmaradana dan Pucung. Sunan Giri jugalah yang menciptakan tembang-tembang dolanan anak-anak yang di dalamnya diberi unsur keislaman, misalnya Jamuran, Cublak-cublak Suweng, Jithungan dan Delikan (Rahimsyah, tanpa tahun: 54).

Selain Sunan Giri, ada lagi Sunan Bonang yang menciptakan karya sastra yang disebut Suluk. Suluk berasal dari bahasa Arab "Salakattariiqa" yang artinya menempuh jalan (tasawuf) atau tarikat. Ilmu Suluk ini ajarannya biasanya disampaikan dengan sekar atau tembang disebut Suluk, sedangkan bila diungkapkan secara biasa dalam bentuk prosa disebut Wirid.

Salah satu Suluk Wragul dari Sunan Bonang yang terkenal adalah Dhandanggula. Sebagian masyarakat (yang mengenal tarikat) mengatakan bahwa teks puji-pujian diciptakan oleh para pemimpin tarikat dan Syekh Abdul Qadir Jailani.

 

 

2. Pujian Sebelum Sholat

Pujian sebelum sholat yang biasa dilantunkan berasal dari syair yang ditulis oleh tokoh islam atau ulama yang dijadikan panutan, salah satunya Gus Dur. Berikut ini terdapat syi'ir dari Gus Dur yang bisa kalian lantunkan sebagai pujian sebelum sholat.

Astaghfirulloh Robbal baroyaah
Astaghfirulloh Minal Khothoyah
Robbi zithni 'ilmannafii'aa
Wawaffiqni 'Amalaan sholikha

Ya roshulalloh salam mun'alaika
Ya rofi'asyaaniwaddaarojii
'Athfataiyajii rotal'alaami
Ya Uuhailaljudiwalkaromi
Ya Uuhailaljudiwalkaromi

Ngawiti ingsun nglara syi'iran
Kelawan muji pareng pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan
Rino wengine tanpo pitungan

Duh bolo konco prio wanito
Ojo mung ngaji syare'at bloko
Gur pinter dongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro
Tembe mburine bakal sangsoro

Akeh kang apal Qur'an Hadis e
Seneng Ngafirkeh marang liyane
Kafir e dewe Ga' di gatekke
Yen isih kotor ati akale
Yen isih kotor ati akale

Gampang kabujuk Nafsu angkoro
Ing pepaese Gebyare ndunyo
Iri lan meri sugi e tonggo
Mulo atine peteng lan Nisto
Mulo atine peteng lan Nisto

Ayo sedulur Jo nglale ake
Wajib e ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman Tauhid e
Baguse sangu mulyo matine
Baguse sangu mulyo matine

Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan sari ilmune
Laku torekot lan ma'rifate
Ugo hakekot manjing rasane
Ugo hakekot manjing rasane

Alqur'an kodhim wahyu minulyo
Tanpo tinulis iso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancep ake ing njero dodo
Den tancep ake ing njero dodo

Kumantel ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh njeroan
Mukjizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjing e iman
Minongko dalan manjing e iman

Kelawan Alloh Kang maha Suci
Kuduh rangkulan rino lan wengi
Di tirakati di riadhoi
Dzikir lan suluk jo nganti lali
Dzikir lan suluk jo nganti lali

Urip e ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar nerimo snajan paspasan
Kabeh tinakdir saking pengeran
Kabeh tinakdir saking pengeran

Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojo daksio
Iku sunnah e rosul kang mulyo
Nabi muhammad panutan kito
Nabi muhammad panutan kito

Ayo nglakoni sekabeane
Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo makom drajat e
Ananging mulyo makom drajat e

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh syuargo manggone
Utuh mayite ugo ules
Utuh mayite ugo ules

Ya roshulalloh salam mun'alaika
Ya rofi'asyaaniwaddaarojii
'Athfataiyajii rotal'alaami
Ya Uuhailaljudiwalkaromi
Ya Uuhailaljudiwalkaromi

 

 

3. Doa Bagi Kedua Orangtua, Juga Nasihat Bagi Kita Semua

Selain untuk menyampaikan puja puji kepada Sang Pencipta dan Rasulullah SAW, pujian sebelum sholat juga bisa menjadi doa bagi kedua orangtua sekaligus nasihat bagi diri sendiri. Langsung saja simak contoh pujian berikut ini.

"Allahummaghfir lii dzunubi

Wa li Walidayya Warhamhuma

Kamaa Robbayaani Shoghira"

Sopo Kang Pengen Uripe Berkah

Sopo Kang Pengen Mati Husnul Khatimah

Ayoo... Tumandang Sholat Berjama'ah

Syair tersebut memiliki dua maksud dan dalam dua bahasa. Pertama, mengandung doa bagi kedua orangtua kita. Agar Allah SWT berkenan untuk memberikan ampunan kepada kita semua dan kepada orangtua kita, serta agar Allah SWT mengasihi mereka seperti halnya mereka mengasihi kita di kala kecil.

Mendoakan orangtua merupakan salah satu cara kita untuk berbakti kepada orangtua yang merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Quran [Al Isra/17': 23] juga menjelaskan agar kita berbuat baik kepada ibu dan bapak kita.

"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu."

Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan pentingnya berbakti kepada orangtua dalam hadisnya [HR Bukhari no. 5.970] bahkan Nabi mengutamakan bakti kepada mereka atas jihad fi sabilillah. Ibnu Mas'ud berkata:

Aku pernah bertanya kepada Rasulullah,"Amalan apakah yang paling dicintai Allah?" Beliau menjawab,"Mendirikan sholat pada waktunya." Aku bertanya kembali, "Kemudian apa?" Jawab Beliau,"Berbakti kepada orangtua," lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, "Kemudian?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah."

Dalam bait syair yang kedua dilantunkan dalam bahasa Indonesia, juga mengandung makna yang amat dalam. Sebuah ajakan bagi siapa saja yang menginginkan hidupnya berkah, serta meninggal dalam keadaan husnul khatimah maka seyogyanya menjalankan sholat berjamaah. Nabi Muhammad SAW bersabda (diterangkan dalam kitab bulughul maram):

Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sholat berjamaah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian." Muttafaq

 

 

4. Syair Memohon Ampunan dan Bertaubat

Pujian sebelum sholat yang dilantunkan oleh para jamaah juga bisa menjadi jembatan untuk memohon ampuan dan bertaubat atas dosa-dosa yang dilakukan. Jika diresapi, kalian bisa mendapatkan pelajaran hidup melalui syairnya. Berikut ini contoh pujian sebelum sholat untuk memohon ampuan yang bisa kalian simak.

"Astaghfirullahal'adzim

Alladzii Laailaha Illa huwalhayyul Qoyyumu

Wa Atubu Ilaihi Taubatan 'Abdin Dzolimi

Laa Yamliku Linafsihi Dhoro Wa La Naf'a

Wa La Mauta wa La Hayaata wa La Nushura"

Pujian sebelum sholat di atas mengandung syair pengakuan seorang hamba yang penuh dosa dengan memohon kepada Allah SWT

"Yaa Allah, sungguh tidak ada Tuhan selain engkau. Dan saya bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada-Mu dengan sebenar-benar taubat, taubat seorang hamba yang penuh dengan kedzaliman, hamba yang bahkan tidak memiliki dirinya sendiri, yang tidak mampu membuat mudharat atau manfaat untuk hidup, mati, bahkan hingga bangkit kembali".

Ini merupakan salah satu doa yang biasa dibaca ketika setelah melakukan sholat Taubat. Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat At- Tahrim ayat 8:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan 'Taubat Nasuha' (taubat yang sebenarnya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada hari Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya; cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan); mereka berkata (ketika orang-orang munafik meraba-raba dalam gelap-gulita): "Wahai Tuhan kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan limpahkanlah keampunan kepada kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu"

Itulah penjelasan dan beberapa contoh pujian sebelum sholat yang bisa kalian lantunkan di sela waktu adzan dan iqomah.

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI