4 Pemenang Genera-Z Berbakti 2026 Siap Mengabdi, Simak Ide Inovatif Mereka untuk Desa Bakti BCA
Tim pemenang BCA Genera-Z Berbakti 2026 dan para panelis. (c) KapanLagi/Adrian Utama Putra
Kapanlagi.com - Babak presentasi Genera-Z Berbakti 2026 akhirnya resmi menemukan empat tim terbaik yang siap melangkah ke tahap berikutnya. Setelah melewati presentasi yang penuh ide kreatif, adu strategi, hingga sesi tanya jawab yang cukup menegangkan di hadapan para panelis, empat tim pemenang berhasil mencuri hati dewan juri.
Mereka adalah tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Indonesia (UI). Keempatnya kini mendapatkan kesempatan untuk turun langsung mengimplementasikan program pengabdian di Desa Bakti BCA yang telah ditentukan.
Setiap finalis datang membawa gagasan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing. Mulai dari pengembangan pariwisata berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal. Seluruh ide tersebut lahir dari proses riset yang matang dan dipresentasikan dengan cara yang menarik di hadapan para panelis.
Advertisement
Sebelum menyaksikan aksi mereka di lapangan, yuk flashback dulu ke momen-momen yang membuat empat finalis ini berhasil keluar sebagai pemenang!
1. Universitas Gadjah Mada (UGM) Tawarkan Solusi yang Membumi
Universitas Gadjah Mada berhasil menjadi tim pemenang untuk Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Diwakili oleh Faruq, Nauval, dan Uzi, tim ini mengangkat tema Sustainable Tourism dan inovasi berbasis Green Blue Economy.
Salah satu program yang paling mencuri perhatian panelis adalah sistem pengolahan sampah terpadu dari hulu hingga hilir melalui pemilahan sampah organik dan anorganik yang terintegrasi dengan bank sampah. Menariknya lagi, mereka bahkan membawa maket program agar konsep yang ditawarkan lebih mudah dipahami.
Kerja keras mereka pun akhirnya membuahkan hasil. Rasa haru dan bahagia langsung terlihat begitu nama UGM diumumkan sebagai pemenang.
"Jadi, tidak nyangka saja. Benar-benar kaget. Tidak nyangka sama sekali. Bahkan sempat pesimis. Tapi, Alhamdulillahnya bisa menang," ujar Nauval.
"Alhamdulillah, UGM juara. Untuk perasaan aku, tentu senang banget. Ini pengalaman yang paling bagus," ungkap Faruq.
Bukan hanya idenya yang menarik, pendekatan yang dipilih UGM juga dinilai sangat realistis untuk diterapkan di masyarakat. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa tim ini berhasil unggul.
"Karena UGM itu lebih down to earth. Lebih merakyat, lebih bisa dipahami. Terus, dia juga tidak membuat teknologi yang complicated. Yang nanti belum tentu rakyat bisa pahami," ungkap salah satu panelis, Tri Mumpuni, menceritakan alasan UGM yang menjadi tim pemenang.
2. Universitas Padjadjaran (UNPAD) Menang Lewat Program yang Relevan dengan Kebutuhan Desa
Battle kedua menghadirkan persaingan sengit antara Universitas Padjadjaran dan IPB University. Meski lawannya tampil dengan berbagai inovasi teknologi, tim UNPAD berhasil memenangkan tiket pengabdian di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Jawa Barat.
Tim yang diwakili Yusfi, Dellpati, dan Ghifa memperkenalkan program Mega Lestari yang dibangun di atas empat pilar strategis. Selama presentasi, suasana sempat mencair ketika Yusfi beberapa kali salah mengoperasikan clicker, membuat momen tegang berubah menjadi lebih santai.
Di balik momen tersebut, ada satu program yang sukses mencuri perhatian panelis, yaitu Eco Sanitasi. Program ini berfokus pada revitalisasi MCK serta pemasangan bioseptic tank berkapasitas 1.000 liter demi meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
Menurut Cinta Laura Kiehl, keputusan memilih UNPAD bukan semata karena presentasi yang baik, tetapi juga karena solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa.
"Kadang-kadang yang menang adalah yang paling mengerti apa yang dibutuhkan dalam situasi tertentu. Akhirnya kita memilih UNPAD, karena kita mau yang terbaik untuk desa tersebut. Aku rasa hal yang mereka fokuskan lebih relevan dengan kebutuhan desa," ujar Cinta Laura Kiehl.
Terpilih sebagai pemenang pun menjadi kejutan tersendiri bagi tim UNPAD yang sejak awal mengakui persaingan berlangsung sangat ketat.
"GG sih. Good Game," tutup Dellpati.
3. Universitas Airlangga (UNAIR) Tampil Meyakinkan dengan Inovasi Energi Ramah Lingkungan
Universitas Airlangga sukses mengamankan posisi sebagai finalis yang akan mengabdi di Desa Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Regina, Usamah, dan Adib membawa konsep pengembangan desa wisata Bakti BCA melalui teknologi lingkungan dan pemberdayaan kesehatan berbasis Srikandi. Program tersebut disusun menggunakan pendekatan Asset Based Community Development yang kemudian dibagi ke dalam lima pilar utama.
Salah satu inovasi yang paling banyak mendapat perhatian adalah rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga pikohidro sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Begitu nama Universitas Airlangga diumumkan sebagai pemenang, emosi ketiga anggota tim langsung pecah. Momen tersebut menjadi salah satu adegan paling mengharukan sepanjang babak presentasi.
"Waktu disebut itu Airlangga gitu, aku kayak air matanya sudah langsung turun kayaknya. Langsung aku peluk Usamah dan bilang alhamdulillah Sam," ungkap Adib.
"Aku betul-betul shock dan aku gak habis pikir gitu. Emosi aku keburu pecah. Dan itu adalah pertama kalinya seumur hidup ya aku nangis depan publik," ujar Sam.
4. Universitas Indonesia Siap Menguatkan UMKM dan Pariwisata Lokal
Universitas Indonesia melengkapi daftar empat tim terbaik setelah berhasil memenangkan pengabdian di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon, Sulawesi Utara.
Tim yang terdiri dari Divany, Irfan, dan Sarah menghadirkan program yang berfokus pada penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan sektor pariwisata. Salah satu ide yang cukup unik adalah menghadirkan aktivitas yoga dan mindful eating dengan memanfaatkan nasi kuning khas Tomohon sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Seluruh perjuangan mereka selama mempersiapkan presentasi akhirnya terbayar lunas ketika dinyatakan sebagai pemenang.
"Akhirnya perjuangan mengerjakan sampai jam 3 subuh, membuahkan hasil," ungkap Irfan.
"Rasanya happy banget. Dari kami bertiga sampai di sini aja udah wah banget sih," ungkap Sarah.
"Aku sangat bangga ke tim aku di sini bisa men-deliver ide-ide kami sehingga kami bisa menjadi juara dari Desa Kakaskasen Dua," kata Divany.
Presentasi UI juga mendapat apresiasi dari para panelis. Menurut Tri Mumpuni, tim ini menunjukkan konsep dasar yang jelas sekaligus kekompakan yang akan menjadi modal penting saat berada di lapangan.
"UI mempunyai basic concept yang cukup jelas dan harus kita uji nanti. Dan mereka dari awal sudah menunjukkan cohesiveness bahwa mereka nanti benar-benar mampu mengerjakan ini bersama-sama di lapangan," ungkap Tri Mumpuni.
Sementara itu, Cinta Laura Kiehl menilai keberanian dan rasa percaya diri menjadi nilai tambah yang dimiliki tim UI.
"Kita memilih UI karena biarpun mereka belum sepenuhnya menguasai topik yang mereka jelaskan pada kami, tapi minimal mereka memiliki keyakinan diri yang tinggi. Sehingga kalau dihadapkan masalah memungkinkan mereka akan lebih mampu berpikir dibawah tekanan, mengambil risiko dan mencari solusi secepatnya," Ungkap Cinta Laura Kiehl.
5. Perjuangan Sebenarnya Baru Dimulai
Terpilih sebagai empat finalis terbaik bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang sesungguhnya. Kini UGM, UNPAD, UNAIR, dan UI akan membuktikan bagaimana ide-ide yang mereka presentasikan bisa benar-benar diwujudkan bersama masyarakat di Desa Bakti BCA pilihan masing-masing.
Akankah seluruh program yang telah mereka rancang berjalan sesuai harapan? Tantangan apa saja yang akan mereka hadapi saat terjun langsung ke lapangan?
Jangan lewatkan perjalanan inspiratif mereka dalam rangkaian BCA Genera-Z Berbakti 2026. Saksikan keseruannya di YouTube Solusi BCA atau ketik bca.id/genzberbakti. Tayangan ini juga bisa disaksikan di Vidio. Siapa tahu, kisah mereka bisa menjadi inspirasi untuk ikut menciptakan perubahan nyata bagi Indonesia.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/wri)
Advertisement
D Academy 8
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
