Intip Cerita Behind The Scene Para Pemenang Genera-Z Berbakti 2026 di Desa Bakti BCA, Apa Tantangan Terbesarnya?

BCA Genera-Z Berbakti 2026 episode 7.

Kapanlagi.com - Menjalankan program pengabdian di desa mungkin terdengar penuh aktivitas serius. Ada program yang harus disiapkan, target yang harus dicapai, sampai agenda bersama warga yang mesti dijalankan.

Tapi, kalau melihat lebih dekat, kehidupan para pemenang Genera-Z Berbakti 2026 ternyata tak melulu soal program. Selama tinggal di desa, ada banyak cerita random yang ikut mewarnai perjalanan mereka. Empat tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 pun punya cerita masing-masing selama menjalani pengabdian di lokasi mereka. Seperti apa keseruannya?

Tim Katalis UI: Baru Bangun Sudah Disambut Kamera

Tim Katalis UI melakukan pengabdian di Desa Kakaskasen Dua, Tomohon.

Buat Tim Katalis Universitas Indonesia (UI) yang menjalani pengabdian di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon, salah satu tantangan sehari-hari ternyata sesederhana bangun pagi.

Irfan mengaku dirinya termasuk anggota yang cukup sulit diajak bangun. Bahkan, rutinitas paginya bisa dimulai dengan berkali-kali dibangunkan oleh teman satu tim.

"Kalau pagi, kebetulan aku susah bangun, aku nggak tahu kayak setiap pagi selalu dibangunin, ya udah aku bangun, pindah ke sofa. Paling nanti dibangun lagi pas sarapan gitu," cerita Irfan.

Belum selesai urusan bangun tidur, Divany punya cerita lain. Ia sempat kaget karena kamera sudah merekam dirinya sejak pagi.

"Aku kaget banget. Tiba-tiba, ada kamera. Untungnya aku udah pake (hijab), ya meskipun pake selimut, pake mukena, tapi kayak, ah yaudah, realita, mari kita hadapi hari ini sudah dengan kamera pagi-pagi," ujar Divany.

Tapi namanya juga tinggal jauh dari rutinitas biasa, kejadian tak terduga tetap saja muncul. Salah satunya ketika Ami dan Abi, dua anggota Tim Katalis lainnya, pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan tim. Di tengah perjalanan, ban motor mereka tiba-tiba bocor.

"Itu bannya bocor alias kempes dan itu sangat-sangat tidak terduga," kata Ami.
Untungnya, anggota tim lainnya kompak bergotong royong untuk membantu menjemput Ami yang bertugas memasak makanan untuk seluruh anggota tim.

Jadi, sebelum kembali mengurus program pengabdian, Tim Katalis juga harus melewati misi-misi kecil ala kehidupan sehari-hari. Dari bangun pagi sampai urusan kendaraan, semuanya jadi bagian dari pengalaman mereka selama berada di Tomohon.

Laskar Selasik UGM: Pulang Malam, Bangun Kesiangan, sampai Cuci Baju Manual

Tim Laskar Selasik UGM menjalani pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong.

Cerita nggak kalah seru datang dari Tim Laskar Selasik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berada di Desa Wisata Kreatif Terong, Belitung.

Aktivitas yang cukup padat membuat waktu istirahat mereka ikut terdampak. Uzi yang dipercaya sebagai leader tim mengaku jadwal pulang yang sering malam membuat tubuh mulai terasa lelah.

"Karena pulangnya malam terus, jadi waktu istirahatnya sekarang bener-bener baru kerasa lelahnya. Bangunnya agak kesiangan gitu hari ini. Ini aja juga baru bangun pake kayak gini," ujar Uzi.

Meski begitu, pagi hari tetap harus dimulai dengan agenda tim. Setelah sarapan, mereka biasanya melakukan recall dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang masih perlu diperbaiki dari kegiatan sebelumnya.

"Setiap pagi tuh sehabis makan, kita kan sembari me-recall atau diskusi yang kurang-kurang semalamnya. Kami juga membagi tugas, supaya hari ini tuh temen-temen gak lupa gitu," jelas Uzi.

Adaptasi juga terjadi dalam urusan yang sangat sehari-hari, salah satunya mencuci pakaian. Salah satu anggota tim Laskar Selasik, Rene mengaku bahwa mencuci baju di lokasi pengabdian memberikan pengalaman berbeda karena tidak bisa mengandalkan kebiasaan serba praktis seperti di rumah.

"Kan bisanya nyuci pake mesin cuci gitu kan. Nah kalau disini tuh, kita kayak bener-bener full manual gitu. Full sendiri gitu. Jadi lebih banyak gerak gitu, tapi jadi enak. Sama lah olahraga siang-siang," kata Rene.

Namun, salah satu pengalaman paling memorable justru datang dari kegiatan bersama warga. Tim berkesempatan mengikuti nyulo, aktivitas mencari hasil laut ketika air sedang surut.

Mereka harus menuju laut pada malam hari dan berjalan cukup jauh. Bagi anggota tim, pengalaman tersebut benar-benar berbeda dari rutinitas mereka sehari-hari.

"Pas tiba-tiba dikasih tahu kayak kalau buat mau nyulo itu jam satu malam harus ke laut. Dan jalannya agak jauh juga gitu loh. Kalau di sini karena surut itu. Di sini hampir satu kilo jarak pantainya itu," cerita Nauval.

Setelah merasakan langsung aktivitas tersebut, mereka juga semakin mengapresiasi warga yang terbiasa mencari hasil laut pada malam hari.

"Setelah melakukan kegiatan nyulo terkait program Terong Explore ini. Menurut saya setelah terjun langsung tau bersama warga beda banget. Warga yang dengan jam terbang tinggi langsung dapat. Tapi aku sendiri pun nyari satu aja sesusah itu," ujar Faruq.

Tim Pelita UNPAD: Pagi-Pagi Sudah Ramai dengan Drama Basecamp

Tim Pelita UNPAD melanjalani pengabdian di Desa Wisata Situs Gunung Padang.

Kalau Tim Katalis punya drama bangun pagi, Tim Pelita Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Desa Wisata Situs Gunung Padang punya versi keramaiannya sendiri.
Pagi hari di basecamp mereka bisa diisi dengan berbagai aktivitas secara bersamaan. Ada yang mencari barang, menyetrika kerudung, berganti pakaian, sampai sibuk dengan makeup.

Yusfi menggambarkan situasi tersebut sebagai sebuah kekacauan kecil sebelum tim memulai aktivitas.

"Ya, jadi aku sebenarnya udah mandi, tapi kan face aku tuh belum siap, terus harus nyari lanyard, nyari jam tangan itu kemana-mana. Sedangkan si Putri tuh masih yang nyetrika kerudung, Zara yang masih bolak-balik kamar mandi buat ganti baju, Mega yang masih sibuk dengan makeup-nya itu, itu bener-bener rusuh segala macem," ceritanya.

Supaya semua anggota lebih disiplin, tim bahkan menerapkan denda bagi mereka yang terlambat.

"Untuk yang terlambat, ada tujuh orang. Terus habis itu dendanya sepuluh ribu. Biasanya itu dikumpulin ke bendahara sebagai kas untuk belanja biasanya buat makan, buat bikin sayur," jelas Laras yang dipercaya sebagai leader kelompok.

Di tengah berbagai keramaian tersebut, dinamika sebagai satu tim juga menjadi bagian penting dari kehidupan mereka. Laras sebagai pemimpin tim harus memastikan seluruh anggota tetap bisa bekerja sama sekaligus menjalankan berbagai program yang sudah disiapkan.

Jadi, sebelum turun ke lapangan dan mengerjakan berbagai aktivitas pengabdian, mereka terlebih dahulu harus melewati 'perjuangan' versi basecamp masing-masing.

Amerta Pertiwi UNAIR: Ada Drama Air Hangat sampai Cerita yang Bikin Haru

Tim Amerta Pertiwi menjalani pengabdian di Desa Wisata Patakbanteng.

Sementara itu, Tim Amerta Pertiwi Universitas Airlangga di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo, punya cerita basecamp yang nggak kalah relate. Salah satunya datang dari urusan mandi. Adib dan Regina sempat berebut air hangat yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Regina.

Drama kecil seperti ini menjadi bagian dari kehidupan bersama selama pengabdian. Tinggal satu tempat membuat para anggota harus belajar berbagi ruang, waktu, hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Namun, perjalanan mereka juga memiliki sisi yang jauh lebih personal. Usamah menceritakan alasan emosional di balik keputusannya tetap mengikuti kegiatan pengabdian meski waktunya bertepatan dengan satu tahun kepergian sang ayah.

"Sebenarnya aku dan keluargaku nggak begitu dekat. Cuma tahun kemarin pas ada yang meninggal di keluarga aku, yaitu bapakku. Akhirnya aku harus balik pulang gitu ya. Dari situ mungkin udah mulai deket lagi. Kebetulan ini satu tahunnya ayah. Jadi harusnya tuh aku pulang. Cuma kan milih mengabdi di sini," ungkap Usamah.

Cerita tersebut memperlihatkan sisi lain dari perjalanan Genera-Z Berbakti 2026. Di balik aktivitas dan target program, masing-masing anggota juga membawa cerita personal, rasa rindu, dan alasan mereka sendiri untuk tetap bertahan di lokasi pengabdian.

Tinggal di desa binaan Bakti BCA selama masa pengabdian ternyata menghadirkan banyak cerita yang tidak selalu bisa masuk ke dalam rundown program. Namun di balik semua tantangan yang ada, semangat pengabdian mereka masih begitu menyala untuk memberikan dampak pada desa tujuan.

Yuk, intip cerita empat tim pemenang selengkapnya di episode 7 Genera-Z Berbakti 2026 atau ketik bca.id/genzberbakti. Tayangan ini juga bisa disaksikan di Vidio.

(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)

(kpl/wri)

Rekomendasi

Trending