5 Fakta Unik Sosok di Balik Kesuksesan Decacorn Pertama di Asia Tenggara

Selasa, 05 Maret 2019 18:13 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
5 Fakta Unik Sosok di Balik Kesuksesan Decacorn Pertama di Asia Tenggara
(c) shutterstock

Kapanlagi Plus - Siapakah ‘dalang' di balik kesuksesan Grab meraih level decacorn? Anthony Tan, pria asal negeri jiran Malaysia ini memang dikenal sebagai ‘dokter' yang melahirkan aplikasi ride-hailing yang kini punya valuasi sebesar USD 11 miliar, atau sekitar 154 triliun rupiah. Dimulai dari sebuah obrolan, di mana Anthony mendengar keluhan tentang sulitnya mendapatkan mobil taksi, muncul ide untuk bikin aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan transportasi masyarakat banyak..

Untuk kamu yang terinspirasi dengan sosok bernama Anthony Tan ini, berikut adalah lima fakta unik dari orang yang sukses menjadikan Grab sebagai decacorn pertama di Asia Tenggara.

Kakek Buyutnya Seorang Supir Taksi

Hal yang unik untuk memulai cerita tentang Anthony Tan adalah kakek buyutnya. Pria dengan nama Tan Yuet Foh ini ternyata juga punya kisah hidup yang sukses. Memulai karirnya sebagai supir taksi di Malaysia, Tan Yuet Foh kemudian mendirikan bisnis perakitan mobil, sekaligus jaringan distribusi mobil Jepang di Malaysia. Perusahaan ini bernama Tan Chong Motor Holdings Bhd. dan merupakan distributor besar untuk Nissan.

Punya Darah Pebisnis

Darah pebisnis tampaknya mengalir deras di dalam tubuh Anthony Tan. Selain kakek buyutnya yang sukses di otomotif, ayah Anthony, Tan Heng Chew pun juga dipandang sebagai salah satu orang terkaya di Malaysia. Demikian pula dengan ibunya, seorang pialang saham sukses di Malaysia.

Di usianya yang ke-6, Anthony pernah ditanya tentang cita-citanya. Dengan bangga dia pun berkata, “Aku ingin menjadi pengusaha sukses!” Anak kecil ini pun juga mulai berbisnis saat masih berumur 11 tahun, yaitu berdagang komik X-Men.

Pernah Dihubungkan dengan Susahnya Dapat Taksi di Malaysia

Keberanian Anthony Tan dalam menelurkan Grab bisa jadi karena dorongan dari teman sekelasnya. Suatu ketika temannya mengeluh bahwa sistem taksi di Malaysia sangat buruk. Tiba-tiba saja teman itu menghubungkan keluarga Anthony dalam masalah tersebut.

“Kakek buyutmu adalah sopir taksi, dan kakekmu berhasil menjadi pengusaha transportasi sukses di Malaysia, seharusnya kamu bisa melakukan sesuatu,” ungkap temannya.

Menjawab dengan Solusi

Anthony nggak kecewa meski keluarganya dihubung-hubungkan dengan susahnya dapat taksi di Malaysia. Justru sebaliknya dia terpacu untuk menciptakan solusi bagi temannya tersebut. Dia pun menciptakan sebuah produk aplikasi. Pada awal dirilis, namanya adalah MyTeksi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, MyTeksi akhirnya diubah menjadi Grab. Mungkin supaya namanya lebih bisa diterima masyarakat luas karena Grab akhirnya juga berekspansi ke negara-negara tetangga.

“Tidak Pernah Berkata Tidak”

Sebuah motto yang sangat bagus dimiliki oleh keluarga Tan dan diteruskan oleh Anthony dalam menjalankan bisnis Grab, yaitu “Tidak pernah mengatakan tidak.” Meski banyak kendala yang dialami saat membesarkan Grab, terbukti Anthony dan timnya sukses menemukan solusi demi kepuasan pelanggan.

Bagi Anthony, kata “Tidak” haram untuk diucapkan. Kesuksesan hanya akan datang bagi orang yang berani menghadapi tantangan. Karena itu dia selalu membiasakan diri untuk berkata, “Ya.” Caranya adalah dengan memberikan solusi, baik untuk masalah diri sendiri mau pun orang lain.

Kini solusi itu digunakan oleh jutaan masyarakat Asia Tenggara. Investor pun tergiur dan nggak pernah ragu untuk menanamkan modal mereka hingga akhirnya Grab sukses masuk dalam jajaran decacorn. Jadi, kalau kamu masih berkata, “Tidak,” pada setiap tantangan, mulailah untuk mencoba bersahabat dengannya. Seperti Anthony Tan, yakinlah bahwa setiap halangan akan terasa nikmat dan berharga kalau kamu berhasil melewatinya.

 

 

(kpl/xpi)



MORE STORIES




REKOMENDASI