AMSI Dukung Pemerintah Selidiki Kasus Bocor Data 1 Juta Pengguna Facebook Indonesia

Sabtu, 07 April 2018 16:37 Penulis: Galuh Esti Nugraini
AMSI Dukung Pemerintah Selidiki Kasus Bocor Data 1 Juta Pengguna Facebook Indonesia
Kebocoran data Facebook (credit: merdeka.com)

Kapanlagi Plus - Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI terus berupaya menindaklanjuti kasus bocornya data 1 juta pengguna Facebook dari Indonesia. Salah satu cara yang mereka lakukan dengan mendukung rencana pemerintah. Rencananya Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meminta Kepolisian Republik Indonesia menyelidiki potensi pelanggaran keamanan data pribadi oleh Facebook.

Menteri Kominfo, Rudiantara sendiri yang menyampaikan rencana tersebut. Hal ini dikarenakan menyusul penjelasan Facebook mengenai kemungkinan bocornya data 1 juta pengguna Facebook asal Indonesia dalam skandal yang melibatkan lembaga konsultan politik Cambridge Analytica.

Diperkirakan tak kurang dari 87 juta data pengguna media sosial asal AS juga bocor ke seluruh dunia. Kebocoran ini terkuat atas ungkapan yang disampaikan oleh Christopher Wylie, mantan kepala riset Cambridge Analytica, pada koran Inggris, The Guardian, Maret 2018 lalu.

Christopher Wylie juga mengatakan, aplikasi survei kepribadian yang dikembangkan Global Science Research (GSR) milik peneliti Universitas Cambridge, Aleksandr Kogan, data pribadi puluhan juta pengguna Facebook berhasil dikumpulkan dengan kedok riset akademis. Dari situlah secara ilegal dijual pada Cambridge Analytica dan kemudian digunakan untuk mendesain iklan politik yang mampu mempengaruhi emosi pemilih.

"Kemunculan kasus ini di tahun-tahun politik, ketika warga Indonesia bersiap memilih kepala daerah, anggota parlemen dan presiden, menjadikannya sangat sensitif. Karena itu, AMSI mengimbau Pemerintah untuk menjamin keamanan data pribadi warga dan memastikan tidak ada penyalahgunaan data itu untuk kepentingan politik dalam pemilihan umum," kata Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut, Jumat (6/4).

Wenseslaus Manggut ketua umum AMSI (credit: merdeka.com)Wenseslaus Manggut ketua umum AMSI (credit: merdeka.com)

Facebook sendiri juga diminta untuk memperbaiki mekanisme perlindungan data setiap penggunanya. Tak hanya itu Facebook juga perlu mengidentifikasi dan menghapus konten hoaks, hate speech, konten SARA, yang beredar di platformnya.

"AMSI juga meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menyelidiki benar tidaknya data sejuta pengguna Facebook Indonesia yang bocor sebagaimana ramai diberitakan media massa," ungkap Wenseslaus Manggut.

AMSI sebagai organisasi yang menaungi pengelola media-media siber profesional dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. AMSI siap bekerjasama dengan semua pihak untuk membantu meningkatkan kredibilitas informasi yang disebarkan melalui media sosial. AMSI pun juga akan melakukan upaya untuk meminta DPR mempercepat pembahasan RUU perlindungan data pribadi.

Source: Merdeka

(kpl/gen)



MORE STORIES




REKOMENDASI