Arti Amin dan Tafsirnya, Ketahui Pula Macam-Macam Pengucapannya

Kamis, 11 November 2021 11:33
Arti Amin dan Tafsirnya, Ketahui Pula Macam-Macam Pengucapannya
Ilustrasi (Credit: Pixabay)


Kapanlagi Plus - "Amin" merupakan kata yang sering diucapkan setelah berdoa. Selain itu, kata ini juga kerap diucapkan secara lantang setelah pembacaan surat Al-Fatihah dalam sholat. Lalu, apa arti amin sebenarnya?

Ada beberapa penjelasan untuk menelusuri arti amin. Pasalnya, ada berbagai makna dari kata amin. Selain itu, kata ini juga sering diucapkan ketika ada orang lain yang menyampaikan harapannya. Biasanya diikuti dengan harapan agar terkabul. Artinya, penggunaan ini tak hanya terbatas pada ritual peribadatan saja.

Nah, bagi kalian yang penasaran tentang arti amin, silakan simak penjelasan berikut ini. Pada informasi ini juga akan dijelaskan mengenai macam-macam amin, tafsir hadis, juga perbedaan pendapat mengenai pelafalannya.

1. Arti Amin

Arti Amin adalah "Terimalah (ya Allah). Pengertian tersebut dilansir dari lama NU Online berdasarkan penjelasan dari Ali As-Shabuni.

Ali As-As-Shabuni dalam "Shafwatut Tafasir" menjelaskan bahwa kata "amin" bukan merupakan ayat menurut kesepakatan ulama. Arti amin adalah "Terimalah doa kami". (As-Shabuni, 1999:25).

Terdapat pengertian lain menurut Imam Al-Baghowi bahwa makna kata ini ini adalah "Allumma isma' wa istajib" yang artinya "Tuhanku, dengar dan kabulkanlah." Selanjutnya, Mujahid berpendapat bahwa "amin: adalah salah satu asma Allah.

Ulama lain juga mengatakan bahwa "amin" merupakan segel Allah atas para hamba-Nya yang bisa melindungi dari marabahaya. Amin bagi manusia bagaikan sampul buku yang menjaga isinya dari kerusakan.

2. Tafsir Hadis Tentang Amin

Untuk ingin menelusuri arti amin lebih dalam, kalian perlu menyimak tafsir hadis dari para ulama. Melansir dari NU Online, berikut ini terdapat beberapa tafsir yang perlu kalian perhatikan.

Dalam tafsir "Ma'alimut Tanzil" Imam Al-Baghowi meriwayatkan hadis dari sahabat Abu Hurairah. Dalam hadis tersebut, Rasulullah bersabda:

"Jika imam membaca 'ghairil maghdhubi alaihi wa lad dhalin', hendaklah kalian menjawab 'amin' karena malaikat juga menjawab 'amin' dan imam juga membaca 'amin'. Siapa saja yang jawaban 'amin'- nya berbarengan dengan 'amin' malaikat, maka akan diampuni dosanya (dosa kecil) yang telah lalu."

Senada dengan hal tersebut, Imam Ibnu Katsir dalam "Tafsirul Qur'anil Azhim" mengatakan bahwa arti amin punya makna "Allahumma, istajib" yang berarti "Tuhanku, kabulkanlah. Dalil atas pandangan tersebut adalah hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dari Wa'il bin Hajar. Hadis tersebut berbunyi:

"Aku mendengar Rasulullah membaca, 'Ghairil maghdhubi alaihim wa lad dhallin,' lalu ia mengucap dengan panjang (dengan keras menurut riwayat Abu Dawud) kata 'amin'."

Menurut At-Tirmidzi, hadis ini hasan dan diriwayatkan dari Sayyidina Ali, Ibnu Mas'ud, dan sahabat lainnya.

3. Macam-Macam Pembacaan Amin

Selain sering diucapkan dan ditulis, kata amin juga sering menjadi perdebatan mengenai mana yang benar. Mungkin, kalian sendiri juga pernah menemui berbagai penulisan, seperti 'amin', 'aamin', 'amiin', atau 'aamiin'. Berbagai arti amin itu pun berbeda-beda. Agar lebih jelas, simak berbagai pengertian dan penggunaan amin berikut ini.

Macam-Macam Amin

1. Amin (berimanlah)

2. Amiin (orang yang amanah atau terpercaya)

3. Aamin (berilah jaminan keamanan)

4. Aamiin (kabulkanlah)

Pembacaan Amin

1. Membaca 'Amin' Seperti Membaca Yasin

Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa seseorang dianjurkan membaca 'amin' seperti orang membaca 'Yasin' setiap kali selesai pembacaan Surat Al-Fatihah.

2. Membaca 'Amin' dengan Tasydid Pada Mim

Nashar Al-Qusyairi meriwayatkan pelafalan Al-Hasan dan Ja'far As-Shadiq dengan tasydid pada mim, 'amin' sebagaimana pelafalan "amminal baytal harama" pada Surat Al-Maidah ayat 2.

3. Membaca 'Amin' Setelah Surat Al-Fatihah

Imam Al-Baghowi mengatakan, seseorang dianjurkan untuk membaca 'amin' setiap kali selesai pembacaan Surat Al-Fatihah dengan jeda terpisah dari Surat Al-Fatihah, bukan diwasal. Kata 'amin' juga dibaca takhfif pada mim 'amin'. Menurut ulama nahwu, hamzah dapat dibaca panjang, yaitu 'aamiin' atau pendek, yaitu 'amin'

4. Perbedaan Pendapat Pelafalan Amin

Arti amin dan pembacaannya sudah dijelaskan di atas. Selanjutnya, kalian juga perlu mengetahui tentang lantang atau pelan pelafalan 'amin'. Mengenai hal ini terdapat perbedaan pendapat dari ulama. Perbedaan pendapat ini diangkat oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Jika imam lupa, makmum membaca lantang 'amin' menurut satu pendapat ulama. Tetapi jika imam membaca 'amin' dengan lantang, menurut qaul jadid makmum tidak perlu lagi melantangkan pelafalannya. Ini juga pandangan mazhab Hanafi dan sebuah riwayat dari Imam Malik karena 'amin' merupakan zikir sehingga tidak perlu dilantangkan sebagaimana zikir lain di dalam shalat.

Pendapat lain menurut qaul qadim, makmum tetap melantangkan 'amin'. Ini juga menjadi pandangan Mazhab Ahmad bin Hanbal dan riwayat lain dari Imam Malik.

Tetapi ada juga ulama yang mengaitkan kelantangan dan pelafalan perlahan 'amin' dengan keluasan ruangan masjid atau mushalla. Jika masjid berukuran kecil, makmum tidak perlu melantangkan 'amin'. Tetapi jika masjid berukuran luas, maka makmum perlu melantangkannya agar terdengar sampai jamaah lainnya di sudut-sudut masjid.

Nah, KLovers, itulah penjelasan tentang arti amin dan tafsir dari para ulama. Wallahu a'lam.

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI