Banyuwangi Batik Festival, Awalnya Ingin Ubah Kebiasaan Jorok

Minggu, 30 Juli 2017 22:08 Penulis: Ferry Sanjaya
Banyuwangi Batik Festival, Awalnya Ingin Ubah Kebiasaan Jorok
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas © kapanlagi/Agista Rully

Kapanlagi Plus - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu contoh pemerintah yang kreatif. Bagaimana tidak, dalam satu tahun ada 72 event dan salah satunya adalah Banyuwangi Batik Festival. Misi yang diemban masing-masing festival pun tak hanya berpatokan pada pendapatan daerah saja.

"Tujuan kami membuat festival ini bukanlah untuk meningkatkan pendapatan semata, meningkatkan perekonomian semata. Kami ingin mengubah kebiasaan yang semula jorok menjadi baik," jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di malam Banyuwangi Batik Festival, Alun-Alun Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (29/07).

Untuk tahun ini sendiri, tema yang diangkat oleh Kabupaten Banyuwangi dalam Festival Batik adalah Kopi Pecah. Ada satu filosofi tersendiri dari motif batik Kopi Pecah ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar  Anas (tengah) bersama Isyana Sarasvati dan Menteri Perdagangan Enggar © KapanLagi®/Agista RullyBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (tengah) bersama Isyana Sarasvati dan Menteri Perdagangan Enggar © KapanLagi®/Agista Rully

"Filosofinya pengorbanan, kan kopi itu harus dihancurkan atau dihaluskan dulu baru bisa dinikmati," jelas Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sekaligus istri Bupati, Ipuk Fiestiandani.

Menariknya motif ini justru menarik bagi Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha yang hendak membawa batik ini ke kompetisi Miss Universe nanti. Tak hanya itu, wanita cantik ini juga memperagakan gaun batik karya desainer Italia Milo Andler dalam malam puncak Banyuwangi Batik Festival.

Yang membuat gelaran Batik Festival tahun 2017 ini berbeda adalah hampir semua masyarakat dapat menikmati fashion show batik lokal karya desainer lokal dan internasional secara gratis karena diadakan di tempat outdoor.

(kpl/agt/frs)

Editor:

Ferry Sanjaya



MORE STORIES




REKOMENDASI