Begini Perjalanan Karir Risa Santoso Sebelum Jadi Rektor Termuda Indonesia

Rabu, 06 November 2019 17:09 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Begini Perjalanan Karir Risa Santoso Sebelum Jadi Rektor Termuda Indonesia
Risa Santoso © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Sebelum menjadi rektor, Risa Santoso memulai karirnya di Kantor Kepresidenan. Saat itu ia berkenalan dan berbincang dengan salah satu Deputy di KSP yang memberikan informasi dan memintanya mengajukan aplikasi. Akhirnya, Risa menjadi staf di Kantor Kepresidenan dalam rentang waktu tahun 2015-2017.

"Istilahnya diimbau (untuk kembali ke Indonesia), lalu saya melamar. Tidak harus sih, tapi kan pokoknya diimbau," ungkap perempuan dua bersaudara itu.

Setelah itu Risa ke Malang dan memulai karirnya di kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia yang sekarang ia pimpin. Risa ditunjuk menjadi rektor baru-baru ini dan mendapatkan respon luar biasa dari publik.

 

1. Direktur Pengembangan

Sebelum dipilih dan dilantik sebagai rektor, Risa pernah menjabat Direktur Pengembangan. Lewat kampus tersebut, menginisiasi akselerasi kerjasama dengan Swiss dalam pengembangan startup lewat program AETP (Asia Entrepreneurship Training Program), Asia Hackaton dan program magang ke luar negeri.

Kekasih Michael Sugijanto itu mengaku kaget dengan respons publik atas pengangkatannya sebagai rektor. Ia berharap dapat menjadi momentum dirinya dan institusi guna bekerja lebih keras.

"Semoga ini bisa menjadi momentum lah bagi institusi sendiri, sudah viral, jadi harus bekerja lebih baik. Jadi tantangan tersendiri lah, ke depannya biar bekerja lebih dari yang kita planning-kan tapi ya bekerja lebih, biar hasilnya maksimal," katanya.

2. Dukungan Keluarga

Risa mengungkapkan, dukungan yang datang kepadanya melebihi yang dibayangkan. Keluarga, dosen dan mahasiswa mendukung atas jabatan baru yang tidak pernah diimpikannya itu.

"Malah awal masih menjadi calon, banyak mahasiswa yang bilang 'Sudah ibu saja yang jadi rektor'. Padahal belum diumumkan," ungkap Risa yang mengaku bersaing dengan tiga orang untuk menduduki posisi rektor.

3. Semakin Sibuk

Risa menyadari waktunya akan semakin sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai tugas tanggung jawab sebagai rektor. Harus dapat membagi waktu dan efektif menggunakannya sehingga sesuai dengan output yang diharapkan. Butuh kerja sama dan kerja keras.

"Gimana caranya waktu di sini membuat waktu lebih efektif, jadi saat di sini rapat, setelah rapat mau apa, sama-sama semua bisa mengatur waktu, tidak hanya saya tetapi juga orang-orang yang bekerja dengan saya. Semua orang juga mengerti ekspektasi outputnya seperti apa," jelasnya.

(kpl/dar/phi)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI