Bukan Kol atau Tahu, Bahan 1 Ini Membuat Telur Dadar Bisa Jadi Tebal

Penulis: Sinta Arumayuni

Diperbarui: Diterbitkan:

Bukan Kol atau Tahu, Bahan 1 Ini Membuat Telur Dadar Bisa Jadi Tebal
Telur Dadar (Sumber: YouTube/Tri Pujis)

Kapanlagi.com - Telur bisa menjadi alternatif pilihan hidangan yang sederhana dan menginspirasi untuk dimasak setiap minggu. Meskipun kerap dianggap sebagai hidangan yang mudah, telur memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Menurut informasi dari situs webmd.com, telur dapat membantu memenuhi kebutuhan protein tubuh, meningkatkan kolesterol baik, menjaga berat badan ideal, serta memberikan manfaat kesehatan untuk jantung dan kesehatan tubuh secara umum.

Ada beragam hidangan yang dapat disiapkan dengan menggunakan telur, seperti telur balado, telur kecap, telur ceplok, tumis telur, dan telur dadar. Telur dadar, sepertinya menjadi favorit di kalangan banyak orang. Hidangan ini mudah dipersiapkan dan memiliki rasa yang lezat. Saat disajikan bersama nasi hangat, telur dadar dapat meningkatkan selera makan.

Meski demikian, sebagian orang mungkin merasa kurang tertarik dengan telur dadar karena penampilannya yang cenderung datar, sehingga terasa cepat habis saat dimakan. Oleh karena itu, sering kali orang menambahkan isian seperti sayur kol, tahu, tempe, wortel, dan bahan lainnya agar telur dadar memiliki tekstur yang lebih padat. Seorang pengguna media sosial di platform YouTube berbagi cara uniknya untuk membuat telur dadar menjadi lebih berisi.

Yuk simak informasi selengkapnya, dikutip dari pengguna kanal YouTube Tri Pujis, pada Rabu (27/12/2023).

1. Langkah Pertama

Potong-potong daun bawang, wortel, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Pada video di platform YouTube tersebut, Tri Pujis memperkaya hidangan dengan menyertakan sosis sebagai penambahan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Langkah Kedua

Setelah itu, pecahkan telur ke dalam suatu wadah. Lalu, gabungkan telur dengan aneka bumbu seperti garam, lada, gula, irisan daun bawang, bawang merah, bawang putih, dan potongan cabai. Sesudah itu, aduk gabungan tersebut dengan rata hingga semua komponen tercampur secara merata.

3. Langkah Ketiga

Langkah berikutnya ialah memasukkan satu sendok makan tepung maizena. Tepung maizena berfungsi sebagai elemen utama yang bertugas membuat telur dadar memiliki kepadatan lebih baik serta tidak mudah mengempis setelah melalui proses memasak.

4. Langkah Keempat

Lalu, daripada langsung menggorengnya menjadi telur dadar, Tri Pujis memutuskan untuk menempatkan telurnya dalam loyang dan menjalani proses pengukusan terlebih dahulu.

Dengan melakukan pengukusan pada telur dadar, dampaknya bisa membuatnya lebih padat dan teratur. Durasi pengukusan dapat disesuaikan dengan jumlah telur yang digunakan. Pada kesempatan ini, Tri Pujis menggunakan 6 butir telur dan mengukusnya selama sekitar 30 menit.

5. Langkah Kelima

Langkah akhirnya yaitu mengeluarkan telur dari loyang, lalu memotongnya sesuai keinginan. Telur dadar ini bisa disajikan dengan langsung atau sedikit digoreng hingga berwarna kecokelatan. Setelah itu, tiriskan dan hidangkan bersama nasi hangat.

6. Apakah Telur Dadar dan Omelet Itu Sama?

Omelet sebenarnya tidak berbeda jauh dengan telur dadar, tetapi memiliki tekstur yang lebih lembut dan empuk. Bisa dipadukan dengan susu, keju, nasi, atau digulung seperti tamagoyaki (Jepang) dan gyeran mari (Korea).

7. Kenapa Disebut Telur Dadar?

Asal-usul istilah 'dadar' konon berasal dari kata lebar atau diperluas. Dengan kata lain, telur dikocok terlebih dahulu sebelum digoreng hingga melebar. Sesuai dengan definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, dadar juga diartikan sebagai telur yang dikocok atau diaduk bersama dengan bumbu seperti bawang, merica, garam, dan lainnya.

8. Bolehkah Telur Dadar Dipanaskan Kembali?

Seperti halnya dengan ayam, telur juga sebaiknya tidak dipanaskan kembali. Selain berpotensi merusak protein, pemanasan berulang pada suhu tinggi dapat menyebabkan telur menjadi beracun dan menimbulkan masalah pada sistem pencernaan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/saa)

Editor:

Sinta Arumayuni